29 Kapal Pencuri Ikan ditangkap di Perairan RI selama bulan Juli

menteri kkp
Susi Pujiastuti,”Satgas 115 tidak akan berhenti dan akan terus mengawal kedaulatan RI dari para Penangkap Ikan Illegal. Foto SiAtasBarita

|Lautindo|Satgas 115|Jakarta| – Ternyata ketegasan Pemerintah Republik Indonesia untuk memberantas Penangkapan Ikan secara Illegal selama ini yang diikuti dengan penenggelaman kapal-kapal tersebut belum juga membuat jera.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti selaku Komandan Satgas 115 kepada Media menyampaikan bahwa operasi rutin  unsur-unsur Satgas 115 selama bulan Juli 2016 berhasil menangkap kapal ikan illegal fishing sebanyak 29 unit. KKP menangkap  16 Kapal, Baharkam POLRI berhasil menangkap 6 Kapal, Bakamla menangkap 3 Kapal, sedangkan  TNI AL menangkap 4 Kapal.

Perlu kiranya diuraikan keberhasilan Satgas 115 ini berikut Kapal yang ditangkap dan diperairan mana saja, sehingga masyarakat mengetahui lebih jelas dan melalui keikutsertaan masyarakat memantau perkembangan pemusnahan kapal penangkap ikan illegal ini semakin menyadarkan kita semua tentang kerugian Indonesia selama puluhan tahun karena kurang serius menjaga kedaulatan perairan Nusantara.

Adapun Unsur Satgas yang menangkap beserta hasilnya serta lokasi penangkapan sebagai berikut:
1. KP Orca 01 (KKP) pada tanggal 29 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan Asing ( BD 95244 TS, GT 51) di perairan Natuna;
2. KP Orca 02 (KKP) pada tanggal 27 Juli 2016 menangkap 2 Kapal Ikan Asing (KNF 7858, GT 101 dan TRF 1156, 18 GT di perairan Natuna;
3. KP Orca 03 (KKP) pada tanggal 24 Juli 2016 menangkap 8 Kapal Ikan Asing (KM BTH 97292 TS, GT 27, KM BTH 97729 TS, GT 25, KM BTH 97974 TS, GT 45, KM BTH 98869 TS, GT 35, KM BTH 99514 TS, GT 30, KM BTH 98350 TS, GT 34, KM BTH 99962 TS, GT 33, KM BTH 98602 TS, GT 35) di perairan Natuna;
4. KP Hiu 13 (KKP) pada tanggal 31 Juli 2016 menangkap 2 Kapal Ikan Asing (PKFB 1152, GT 52 dan PKFA 8115, GT 78), di perairan Natuna;
5. KP Hiu Macan Tutul 02 (KKP) pada tanggal 28 Juli 2016 menangkap 2 Kapal Ikan Asing (KG 92688 TS dan JHF 6525 T), di perairan Natuna;
6. KP Napoleon 049 (KKP) pada tanggal 31 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan (KM Bahari Nusantara 689, GT 98), di perairan Arafura;
7. KP Baladewa 8002 (POLRI) pada tanggal 25 Juli 2016 menangkap 2 Kapal Ikan Asing (KM. JMS 00582 K, GT 89 dan KM JMS 00635 K, GT 95), di perairan Anambas, Natuna;
8. KP Anis Kembang 4001 (POLRI) pada tanggal 12 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan Asing (PKFA 3378, GT 64), di perairan Selat Malaka;
9. KP Antareja 7007 pada tanggal 26 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan (KM God Bless, GT 29), di Tobelo Halmahera;
10. KP Anis Madu 3009 pada tanggal 26 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan (KMN Inka Mina, GT 33), Tanjung Jabung Barat Jambi;
11. KP Hanoman 7011 pada tanggal 27 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan (KMN Jaya Bakti, GT 21), di perairan Bawean Jawa Timur;
12. KP Hiu 14 (KKP BKO BAKAMLA) pada tanggal 29 Juli 2016 menangkap 2 Kapal Ikan Asing (BD 97088 TS, GT 50 dan TG 90701 TS, GT 50), di perairan Natuna;
13. KAL Tedung Selar (TNI AL BKO BAKAMLA) pada tanggal 31 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan (KM. Malvinas 01, GT 30), di perairan Bitung;
14. KRI Wiratno (TNI-AL) pada tanggal 12 Juli 2016 menangkap 2 Kapal Ikan (BV 5166 TS dan BV 5405 TS), di perairan Natuna;
15. KRI Sulupari (TNI-AL) pada tanggal 17 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan (Jun Jun, GT 3), di perairan Natuna;
16. KRI Silas Papare (TNI-AL) pada tanggal 22 Juli 2016 menangkap 1 Kapal Ikan (BTH 98825 TS, GT 35), di perairan Natuna.
Susi Pujiastuti menjelaskan bahwa Secara umum, modus pelanggaran penangkapan ikan adalah menangkap ikan tanpa dokumen yang sah di wilayah Indonesia, menggunakan alat tangkap terlarang dan munculnya kembali aktivitas pengeboman ikan.

Pengeboman ikan banyak dilakukan di  perairan Solor Selatan, Flores Timur, Prov. NTT; perairan Pulau Gelasa Bangka Tengah Prov. Bangka Belitung; dan Perairan selatan Pulau Kodingareng, Provinsi Sulawesi Selatan.

Dari laporan di atas, sudah sangat tepat Pemerintah memfokuskan pembangunan pangkalan militer di kepulauan Natuna seperti yang digagas Menko Polhukam ketika masih dijabat oleh Luhut Binsar Panjaitan, dimana keberadaan pangkalan ini sekaligus pula untuk membuat para pencuri ikan berpikir ulang untuk melakukan aksinya di kepulauan Natuna. Dan dari jumlah pencurian di Natuna pun dapat dipastikan bahwa perairan ini sudah sangat dikenal dan menjadi pavorit bagi penggemar ikan internasional, sehingga sudah sangat tepat menjadikannya sebagai pasar terbesar setelah Pasar Ikan Tokyo.
Sampai dengan bulan Juli 2016 lalu , Satgas 115 telah melakukan pemusnahan sebanyak 176 barang bukti pelaku illegal fishing. Kapal – kapal pelaku illegal fishing diantaranya berkebangsaan Vietnam, Philipine, Thailand, Malaysia dan Tiongkok.

Menyambut Hari Kemerdekaan RI serta menunjukkan keseriusan pemerintah dan Rakyat Indonesia menjaga kedaulatannya, maka  sebanyak 34 Kapal Penangkap ikan Illegal akan dimusnahkan Satgas 115  pada tanggal 17 Agustus 2016 di 8 Lokasi, dengan rincian sebagai berikut :
1. Satker PSDKP Tarakan, Polda Kalimantan Timur dan Lantamal XIII Tarakan sebanyak 3 KapaI
2. Satker PSDKP Batam – Kepulauan riau sebanyak 4 Kapal
3. Satker PSDKP Bitung dan Polda Sulawesi Utara sebanyak 4 Kapal
4. Satker PSDKP Ternate dan Polda Maluku Utara sebanyak 3 Kapal
5. Satker PSDKP dan Lantamal XIV Sorong – Papua Barat sebanyak 4 Kapal
6. Satker PSDKP Tarempa – Kepulauan riau sebanyak 6 Kapal
7. Lanal Morotai sebanyak 2 kapal dan

8. Lanal Ranai sebanyak 7 Kapal

Penenggelaman kapal-kapal ini akan dilakukan dengan cara membocorkan kapal, tanpa menggunakan bahan peledak. Lokasi penenggelaman sudah mempertimbangkan berbagai hal, agar bangkai kapal ini tidak mengganggu pelayaran, namun sangat strategis untuk menjadi rumpon. Dan dengan demikian Nelayan setempat akan mendapatkan manfaat atas penenggelaman kapal-kapal tersebut.

Mengingat Indonesia akan tepat berusia 71 tahun tahun ini, seyogyanya Satgas 115 merencanakan untuk memusnahkan/menenggelamkan 71 kapal untuk dijadikan Rumpon serta Monumen. Kita nantikan informasi selanjutnya apakah jumlah ini akan berhasil atau tidak.

Di akhir pertemuan, Susi Pujiastuti menegaskan “Satgas 115 tidak akan patah semangat untuk terus menerus dan bahu membahu memberantas penangkapan ikan secara ilegal, dalam rangka mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa”.