Mengapa Kapal Besi Mengapung

37405e182c8409270568a60a49242ee6

| LAUTINDO | SHIPS | JAKARTA | Apa yang anak-anak pikirkan tentang kapal?, dan terbuat dari apakah kapal itu? Banyak diantara anak-anak pasti menebak bahwa kapal terbuat dari bahan kayu. Karena anak-anak sering melihat nelayan di pesisir pantai dengan kapalnya yang terbuat dari kayu. Tebakan dan jawaban ini merupakan respon jawaban yang baik. Karena kapal zaman dahulu yaitu sekitar tahun 1800-an, hampir semua kapal-kapal dibuat atau dibangun dari material kayu. Seperti di pesisir pulau Jawa, di Sumatera, di Sulawesi dan di daerah pesisir nusantara lainnya. “Mengapa Kapal Besi Mengapung”.

Tetapi di sebagian Negara lain yang tidak memiliki sumber daya alam berupa kayu atau pohon, maka anak-anak dengan spontan menjawab bahwa kapal terbuat dari material besi atau baja. Ini adalah juga jawaban yang disampaikan oleh anak-anak zaman sekarang. Kapal terbuat dari baja. Kenapa kok tidak bisa tenggelam.

Lalu anak-anak ditanya kembali. Apa yang anak-anak dapat pikirkan tentang sampel pelat baja?. Apakah sampel baja ini bila diceburkan ke dalam ember berisi air, akankah tenggelam atau mengapung? Reaksi anak-anak berkecenderungan bahwa sampel baja tersebut akan tenggelam padahal anak-anak tahu kalau kapal yang terbuat dari baja atau besi di pelabuhan mengapa bisa mengapung atau mengambang.

Marilah anak-anak, kita menguji diri kita dengan menempatkan sampel baja di dalam air. Sampel baja tersebut akhirnya tenggelam. Pertanyaan berikutnya. Menurutmu mengapa pelat baja ini tenggelam? Sebagian besar anak-anak mengatakan karena baja lebih berat dibandingkan dengan air.

Sekarang kita mengambil mangkuk baja dan menempatkan sampel baja tersebut ke dalam mangkuk. Pertanyaannya, apakah mangkuk yang digabung dengan sampel pelat baja, lebih ringan atau lebih berat dari pelat baja itu sendirinya? Anak-anak pasti menjawab, sampel pelat baja dan mangkuk lebih berat daripada sampel pelat baja itu sendiri.

Sekarang kita menempatkan mangkuk yang di dalamnya ada pelat baja di tempatkan di dalam kolam air? Hasilnya adalah mangkuk beserta sampel pelat baja di dalamnya akan mengapung di air kolam. Pertanyaannya, apa sih perbedaan antara mangkuk dengan sampel pelat baja di dalamnya dan sepotong baja? Sebagian anak mungkin mengatakan bentuknya. Anak-anak menjelaskan secara spesifik tentang bentuk mangkuk dalam pikirannya. Bentuk yang ada dalam pikiran anak-anak bahwa mangkuk berbentu seperti kapal kecil.

Nah inilah rahasianya, alasan bahwa baja akan tenggelam di dalam air karena sepotong baja lebih berat dari air. Tetapi karena baja ditempatkan ke dalam mangkuk maka air akan dipindahkan oleh baja menjadi udara. Ini disebut hukum Archimedes. Tidakkah anak-anak belajar Ilmu Alam yang diajarkan oleh guru di sekolah?.

Ketika sebuah objek – seperti mangkuk atau kapal dibentuk untuk menggantikan air dengan udara, itu menjadi lebih ringan untuk ukuran yang sama atau volumenya. Apa yang bisa kita lakukan untuk pelat baja sedemikian hingga bisa mengapung? Jawabannya kita dapat mengubah pelat baja dengan menempanya menjadi berbentuk seperti mangkuk atau kapal. Bentuk ini akan membuatnya lebih besar volume. Dengan kata lain, pelat dapat mendorong lebih banyak air keluar dari dirinya dan menggantikan lebih banyak air dari beratnya.

Apa yang bisa kita lakukan agar mangkuk dapat tenggelam? Kita dapat mengubah bentuknya dengan meratakannya kembali, atau pemampatkannya menjadi bola. Ini akan membuatnya lebih kecil dari volume air yang beratnya yang sama. Dengan kata lain, pelat mendorong sedikit air keluar darinya dan menggantikan kurang air dari beratnya.

Pernahkah kita memperhatikan bagaimana mudahnya untuk mengambil teman atau saudara yang berada di bawah air kolam renang? Hal ini karena gaya apung air, melawan berat teman atau saudara kita tersebut. Ayo sekali lagi kita melakukan percobaan. Kita menempatkan mangkuk terbuat dari logam dalam ember berisi air. Kita lakukan beberapa dorongan gaya ke bawah pada mangkuk itu. Apa yang terjadi pada tingginya air di ember tersebut? Ketika kita mendorong mangkuk lebih dalam ke air, maka permukaan air naik di sekitarnya. Atau lebih banyak air dipindahkan.

shipsoneKetika kita mendorong mangkuk lebih ke dalam lagi, apakah itu lebih mudah atau lebih sulit untuk mendorong lebih dalam? Jawabannya adalah semakin berat/sulit untuk mendorong mangkuk lebih dalam. Gaya apung timbul pada tingkat yang sama sebagai kekuatan menekan pada mangkuk. Ketika kapal akan dimuat dengan muatan atau kargo, maka kekuatan daya apung tetap sama dengan berat kapal, menjaganya agar tetap mengapung.

Archimedes membuat kesimpulan bahwa “apabila seluruh atau sebagian permukaan benda dimasukkan atau dicelupkan ke dalam suatu zat cair maka benda tersebut akan mengalami suatu gaya ke atas yang sama besar dengan berat zat cair yang dipindahkannya” pernyataan tersebut kemudian dikenal dengan bunyi hukum Archimedes.

Oleh karena itu jangan sampai kapal itu bocor, harus dirawat dengan baik. Jangan sampai pelatnya mengalami tipis karena karatan, jangan sampai kapal itu tertabrak atau menabrak sehingga bisa berlubang. Semua bukaan dalam kapal harus selalu dijaga kekedapannya. Safety first.

Share Button

Comments

comments

Translate »