Tatap Peluang Sabuk Perdagangan Tiongkok, Indonesia Alokasikan Empat Koridor Proyek BRI

Map Belt BRI China

| LAUTINDO | Maritim | Beijing, Cina | Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan Belt and Road Initiative telah menjadi alternatif untuk mendukung proyek-proyek pembangunan. Menurutnya ini menunjukkan bahwa China, sebagai aktor utama, mampu menanggapi kebutuhan masyarakat internasional. “Tatap Peluang Sabuk Perdagangan Tiongkok, Indonesia Alokasikan Empat Koridor Proyek BRI”.

“Indonesia mengalokasikan empat koridor untuk proyek BRI. Itu di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Pulau Bali yang terkenal. Jumlah total populasi keempat provinsi ini di atas 30 juta orang. Kecuali untuk Bali, ketiga provinsi tersebut memiliki angka kemiskinan sekitar 7 hingga 9%, “ ujar Menko Luhut saat menjadi pembicara pada Forum Tematik pada KTT Belt and Road Inisiative di Beijing (25/4).

Menko Luhut mengatakan proyek-proyek BRI harus berkontribusi dalam pengurangan tingkat kemiskinan di ketiga provinsi ini karena kebijakan-kebijakan pemerintah pada dasarnya adalah untuk mengurangi kemiskinan dan melindungi lingkungan hidup.

“Tolok ukur keberhasilannya adalah ketika ia dapat mengurangi tingkat kemiskinan dengan membuka peluang kerja lokal,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut juga mengatakan kerjasama ekonomi dengan luar negeri adalah hal yang tidak bisa dihindari saat ini.

“Tidak ada wilayah yang dapat bertahan dengan menutup perbatasannya dari perdagangan. Indonesia percaya pada keterbukaan, pragmatisme, dan inovasi,” ujarnya.

Menko Luhut juga menyaksikan penandatanganan kerja sama peningkatan ekonomi kawasan, yang ditandatangani oleh Deputi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin & Vice Chairman National Development & Reform Comission (NDRC) Ning Jizhe. Salah satu proyek kerjasama adalah Pelabuhan Kuala Tanjung.

“Kita manfaatkan network China untuk meningkatkan performa Kuala Tanjung ini. Mereka bersedia memanfaatkan network mereka untuk menggunakan jasa pelabuhan Kuala Tanjung,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut mengatakan Presiden telah memerintahkan bahwa jalan tol dari Siantar ke Danau Toba harus selesai pada tahun 2021. Sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Danau Toba. Presiden sudah perintahkan agar pembangunan Mandalika Banyuwangi Danau Toba Borobudur dan Toraja.

Pada kesempatan ini Deputy Ning menyatakan keinginan NDRC untuk dapat berpartisipasi dalam beberapa proyek infrastruktur di Indonesia. Menko Luhut mempersilakan mereka untuk mencoba turut serta dalam pembangunan infrastruktur Indonesia dengan syarat yaitu: standar lingkungan yang baik, pendekatan pembangunan terpadu, pemanfaatan tenaga kerja Indonesia, alih teknologi, dan berpedoman pada standar internasional.

Share Button

Comments

comments

Translate »