Presiden Joko Widodo Terima Tamu Kehormatan Utusan PBB Bahas Inklusi Keuangan

Jokowi Ratu Maxima

| LAUTINDO | Ekonomi | Jakarta |Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan/ United Nations Secretary General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Inclusion Ratu Máxima dari Kerajaan Belanda, di Istana Merdeka, Jakarta. “Presiden Joko Widodo Terima Tamu Kehormatan Utusan PBB Bahas Inklusi Keuangan”.

Dalam pertemuan yang berlangsung di beranda Istana Merdeka atau yang lebih dikenal sebagai veranda talk, Presiden dan Ratu Máxima membahas sejumlah hal terkait inklusi keuangan.

Presiden juga mengatakan bahwa penyederhanaan sistem dan perizinan perlu dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan inklusi keuangan di Tanah Air.

“Dua hal ini kalau kita selesaikan, akan mempercepat inklusi keuangan kita, cepat sekali. Kalau dua hal ini belum bisa kita selesaikan, ya majunya tidak sepesat yang kita inginkan. Tadi saya sudah diskusi panjang dengan beliau kita harapkan dua hal tadi segera cepat kita selesaikan,” ujar Presiden Joko Widodo kepada para jurnalis seusai pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja mendampingi Presiden, diantaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

—————————————inlklusi keuangan——————————————————————-

inklusi keuangan: orang atau lembaga yang menjadi nasabah atau pengguna jasa keuangan. Jasa keuangan itu ada banyak jenisnya, misal : menyimpan uang yang aman, transfer, pinjaman, investasi dan asuransi.

Dilansir dari website resmi Bank Indonesia, kondisi inklusif keuangan diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Meningkatkan efisiensi ekonomi.
  2. Mendukung stabilitas sistem keuangan.
  3. Mengurangi shadow bankingatau irresponsible finance.
  4. Mendukung pendalaman pasar keuangan.
  5. Memberikan potensi pasar baru bagi perbankan.
  6. Mendukung peningkatan Human Development Index(HDI) Indonesia.
  7. Berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang sustain dan berkelanjutan.
  8. Mengurangi kesenjangan (inequality) dan rigiditas low income trap, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada penurunan tingkat kemiskinan
Share Button

Comments

comments

Translate »