Lindungi Kapal Niaganya, Belanda Gunakan Fasilitas AL Sri Lanka

The Netherlands Ambassador Her Excellency Joanne Doornewaard and Secretary to the Ministry of Defence Eng. Karunasena Hettiarachchi
The Netherlands Ambassador Her Excellency Joanne Doornewaard and Secretary to the Ministry of Defence Eng. Karunasena Hettiarachchi (navy.lk)

| LAUTINDO | Ships | Internastional | Kepala Staf Angkatan Laut Sri Lanka Laksamana Madya Ravindra Wijegunaratne hari Senin ( 7/8 ) meninjau fasilitas Pusat Operasi Tim Pengamanan Kapal OBST (On Board Security Teams) yang akan digunakan Detasemen Pengamanan Kapal Niaga Belanda ( VPDs) di Samudra Hindia. “Lindungi Kapal Niaganya, Belanda Gunakan Fasilitas AL Sri Lanka”.

VPDs Belanda akan mempergunakan fasilitas OBST Sri Lanka untuk pengerahan personil marinir mereka dan untuk menyimpan peralatan senjata ringan. Fasilitas OBST tersebut akan mulai dipergunakan dalam beberapa minggu ke depan. Marinir akan ditempatkan di kapal-kapal niaga berbendera Belanda yang sering melintasi Samudra Hindia.

Penggunaan fasilitas di Galle tersebut adalah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman ( MOU) antara Belanda dan Sri Lanka yang ditandatangani di Kementerian Pertahanan Sri Lanka, 16 Mei 2017 . Penandatanganan dilakukan oleh mantan Sekjen Kementerian Pertahanan Eng. Karunasena Hettiarachchi dan Duta besar Belanda untuk Sri Lanka Joanne Doornewaard. Penandatanganan itu disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Sri Lanka dan Direktur Operasi Angkatan Laut Sri Lanka. Penandantanganan MOU tersebut pertama kali digagas pada pertemuan bilateral pada acara Galle Dialogue yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Sri Lanka.

MOU ini adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh Sri Lanka dengan negara lain.

Kapal berbendera Belanda saat ini jumlahnya lebih dari 12000 kapal niaga yang diyakini sebagai salah satu armada kapal niaga paling modern di dunia. Banyak perusahaan pelayaran Belanda meningkatkan operasinya. Nedlloyd, Netherland Line dan APL (Netherlands) adalah beberapa perusahaan pelayaran terkenal dunia yang meningkatkan rute perjalanannya di Samudera Hindia.

Angkatan Laut Sri Lanka membangun fasilitas OBST atas perintah Presiden pada tanggal 3 November 2015. Sampai saat ini, Pusat operasi OBST Angkatan Laut Sri Lanka telah melayani 11,105 pergerakan kapal dari Galle, Hambantota dan Colombo. Pelayanan ini menghasilkan devisa sekitar 25,2 juta dollar.

Pusat Operasi OBST di pangkalan Angkatan Laut Sri Lanka di Galle mendapatkan berbagai pujian dari sejumlah besar perusahaan yang memberikan jasa pengamanan laut bagi kapal-kapal niaga. (Embassy of Sri Lanka)

Share Button

Comments

comments

Translate »