promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Berhasilkan 60 T Mengentaskan Kemiskinan di Desa? – LAUTINDO

Berhasilkan 60 T Mengentaskan Kemiskinan di Desa?

Oleh Chan CT
Kesiapan Pemerintah menggelontorkan Dana Desa sampai Rp.60T itu satu sikap yang cukup BAGUUUS! Menunjukkan kesungguhan Pemerintah memperbaiki kehidupan rakyat! Tapi, … saya kuatir TIDAK KENA SASARAN! Sebagian besar dari Dana Desa itu terancam disalahgunakan bahkan menguap entah kemana! Bukankah bulan yl. entah ada permainan apa dengan tertangkap OTT pejabat Kem. Pertanian dan BPK oleh KPK, yang belum terdengar bagaimana kelanjutannya itu?

Saya kok cenderung, Dana Desa itu hanya dikucurkan sesuai dengan Rencana program-kerja yang lebih dahulu diajukan pada Kementerian Pertanian, jadi, bukan hanya membagikan 60T itu pada seluruh desa-desa yang ada di Nusantara ini, … Bahwa untuk mengentaskan kemiskinan dibutuhkan DANA itu betuuul, tapi dana itu akan menghasilkan sesuai harapan kalau ada yang berkemampuan menjalankan program kerjanya! Kalau saja pemerintah tidak bisa memberikan tenaga-ahli yg dibutuhkan, yaa mesti menyerahkan dan melihat kemampuan kepala desa itu dalam merencanakan program kerja untuk membangun desanya! Jadi, Dana Desa itu dikucurkan sesuai rencana program kerja yang telah disetujui dengan ada penambahan-pengurangan usul Kementerian, … lalu dilihat bagaimana jalannya dalam 1-2 tahun, sampai dimana keberhasilan yang dicapai dan kalau gagal dimana masalahnya.

Saya perhatikan dari banyak tulisan yang mengkisahkan bagaimana desa-desa miskin di Tiongkok berhasil menjadi desa-desa maju dan makmur, … memang masalah utama yang dihadapi mereka TIDAK ADA DANA, ini yang utama dan pertama. Tapi setelah pemerintah siap memberi kemudahan kredit pada petani, mereka terbentur pada keahlian, teknologi usaha dan manajemen. Jadi diawal pelaksanaan sebagian kecil berhasil lebih banyak yang kurang berhasil bahkan gagal. Bagi yang berhasil, untuk memperluas dan mengembangkan usaha mereka kemudian terbentur kurang tenaga kerja dan kurang luasnya tanah garapan. Terjadi sewa-menyewa tanah dan tenaga kerja, … kembali muncul semacam TUAN-TANAH baru, OKB didesa yang bergaya bandit-bandit desa! Baru kemudian pemerintah menertibkan sewa-menyewa tanah dan tenaga-kerja dengan lebih baik dan lebih adil, … Kemudian mengarahkan dan mendorong kesadaran petani untuk membentuk koperasi desa, melaksanakan kerja bersama dengan memasukkan/menggabungkan hak-guna atas tanah dalam kepemilkan koperasi desa yang mereka bentuk. Tentu semua juga sangat TERGANTUNG dari tingkat KESADARAN masyarakat setempat, ada pengalaman pahit juga terjadi, setelah semua dana tergabung dalam koperasi-desa yang dibentuk, DANA nya digondol menghilang bersama pengurus koperasi-desa! Bagaimanapun juga proses pengenalan, menentukan kader, pengurus dan lurah yang memimpin kehidupan masyarakat desa tetap diperlukan dalam praktek langsung! Tapi, arah kesadaran membentuk koperasi-desa nampak merupakan prinsip KERJA-BERSAMA, MAJU-BERSAMA, UNTUNG-BERSAMA dan MAKMUR-BERSAMA, … yang dikembangkan sesuai dengan seruan Mao diawal tahun 1950!

Tentu didesa-desa yang sangat, sangat terbelakang dan miskin, akan kesulitan menemukan petani-petani yang berkemampuan baik dalam teknik pertanian, peternakan, perkebunan yang akan dikerjakan, juga tidak ada orang yang mengerti manajemen usaha, … pemerintahlah yang harus membantu! Tiongkok yang masih menjalankan prinsip diktatur proletariat, nampaknya mudah saja untuk mengirim, menugaskan kader-kader nya turun kedesa-desa terbelakang itu. Bahkan bulan-bulan yl. terbaca PKT memobilisasi pensiunan TPRT yang masih gagah-perkasa untuk ikut turun kedesa-desa terbelakang dan miskin itu, membantu usaha mengentaskan kemiskinan, 40 juta warga miskin yang masih tertinggal itu. Begitulah RRT dalam 5 tahun terakhir ini, setiap tahun berhasil mengentaskan lebih 10 juta warga miskin!

Beberapa tahun terakhir ini pemerintah juga menggerakkan pengusaha-pengusaha berhasil untuk menanamkan modal dan membangun usaha didesa-desa terbelakang, …! Kalau pengusaha swasta menanamkan modal didesa-desa terbelakang itu, tentu meringankan pemerintah dan membantu pemerintah dalam pengucuran dana dan tenaga-ahli. Sekalipun keuntungan lebih besar dikantongi pengusaha, tapi kehidupan dan kesejahteraan petani desa dengan demikian juga terangkat.
Chan CT, Pemerhati Sosial dan Budaya

Share Button

Comments

comments

Translate »