Blusukan ala Rizal Ramli

Lautindo RR di Sibolga

Rizal Ramli di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga (foto ist)

Tanpa banyak diketahui khalayak ramai, Menteri Kordinator Kemaritiman dan ESDM melakukan Blusukan ke 3 daerah penting untuk menyapa para Nelayan yang sering diibaratkan menyabung nyawa melawan keganasan Samudera.

Ketiga daerah yang sudah dia kunjungi adalah Kota Sibolga yang terkenal dengan sebutan Tapian Na Uli (Hamparan air yang sangat Indah), Kota Indramayu yang terkenal dengan sebutan kota Mangga, serta Kota Banyuwangi di belahan timur Pulau Jawa.

Tidak tanggung-tanggung, Rizal Ramli membawa Petinggi-petinggi BPJS seperti Elvyn G Masassya (Direktur Utama), maupun Deputy Menko yang membidangi masalah ini Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, Safri Burhanudin, Dirjen di Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Narmoko Prasmadji, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan, Nilanto Perbowo.

Di ketiga kota perikanan laut ini, Menko menyempatkan diri untuk blusukan ke pasar ikan tradisionil atau pun ke Pelabuhan Perikanan Nusantara untuk mendengarkan secara langsung optimisme para pelaku dalam bidang perikanan ini, maupun mendengarkan keluhan untuk di tanggapi dan ditindaklanjuti.

Tidak kalah pentingnya adalah menunjukkan perhatian pemerintah kepada para Nelayan dengan pemberian perlindungan melalui kartu BPJS Ketenaga kerjaan.

BPJS ini akan memberikan perlindungan kepada para Nelayan melalui 2 program yakni  Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dalam sambutannya di depan para Nelayan di Banyuwangi mengatakan bahwa Untuk JKK, Nelayan kita mulai berangkat melaut sampai pulang ke rumah jika amit-amit ada kecelakaan, musibah, dan harus dirawat di Rumah Sakit, BPJS akan membiayai sampai sembuh tanpa limit dan tanpa batas. Agus melanjutkan, “Itulah bentuk kehadiran negara terhadap para pekerja”

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya mengatakan, dalan enam bulan pertama, biaya premi ditanggung oleh BJPS. Setelah enam bulan para nelayan diharapkan membayar premi secara mandiri sebesar Rp 16.800 per bulan.Tukasnya ketika menyerahkan Kartu BPJS Ketenaga kerjaan di SIibolga bulan Oktober 2015.

Iurannya ringan seharga sebungkus rokok untuk setiap bulannya, tapi besar manfaatnya,” kata Rizal dalam sambutannya ketika menyerahkan kartu BPJS di Kota Indramayu November tahun lalu..

Banyak kalangan Nelayan yang kemungkinan bukan berasal dari ketiga kota yang dikunjungi menko bersuara keras ini mempertanyakan kenapa Rizal Ramli belum mengadakan dialog dengan Nelayan, agar dengan demikian Menko kemaritiman ini mendengar suara rakyat yang berjuang di lautan. Oleh karena itu, sambil mensosialisasikan program pengadaan Kapal, Pelatihan SDM dan rencana pemberian BPJS kepada 1 juta orang Nelayan ini, tentu menko Kemaritiman dan menteri Kelautan dan Perikanan