promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon BONE BOLANGO, DESTINASI WISATA BAHARI HIU PAUS – LAUTINDO

BONE BOLANGO, DESTINASI WISATA BAHARI HIU PAUS

lautindo hius paus dan Susi

Menteri KKP, Susi Pujiastuti berenang di Bone Bolango (foto. KKP)

Lautindo | Dharman Hutauruk | BONE BOLANGO – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan Hiu Paus (Rhincodon typus) menjadi ikan yang dilindungi melalui KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 18/KEPMEN-KP/2013 TENTANG PENETAPAN STATUS PERLINDUNGAN PENUH IKAN HIU PAUS (Rhincodon typus). Keputusan ini diambil untuk menjaga kelestarian dan menghindari kepunahan Hiu Paus.

Hiu Paus Binatang Yang Dilindungi
Hiu Paus Binatang Yang Dilindungi

Meskipun dilindungi, pemanfaatan potensi ekonomi hiu paus secara non-ekstraktif masih diperbolehkan, seperti pemanfaatan hiu paus sebagai target destinasi wisata. Hal tersebut sesuai dengan paradigma konservasi yang menerapkan upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan.
“Wisata hiu paus di sini harus dikelola secara bijaksana dan dilakukan sesuai dengan pedoman yang sudah diterbitkan oleh KKP sehingga aktivitas wisata tersebut dapat dilakukan secara lestari dengan tetap memperhatikan aspek konservasi,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu (14/5).
Menteri Susi juga menyampaikan bahwa KKP akan terus mendukung potensi wisata hiu paus di Provinsi Gorontalo, yaitu dengan pemberian beberapa bantuan ke kelompok masyarakat di Kabupaten Bone Bolango. Salah satunya melalui pemberian paket bantuan alat snorkeling dan buku pedoman wisata hiu paus kepada kelompok masyarakat sadar wisata.
Hal senada diungkapkan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Brahmantya Satyamurti. Ia menyatakan dukungannya terhadap potensi wisata hiu paus di Gorontalo. Menurutnya, masyarakat Gorontalo khususnya di Kabupaten Bone Bolango merupakan pihak yang sangat penting dalam menjaga dan memajukan potensi wisata hiu paus ini.
“Wisata hiu paus juga perlu dipantau oleh masyarakat sekitar. Bagaimanapun, kita tetap dapat mengembangkan wisata ini tanpa harus mengganggu kenyamanan hiu paus di habitatnya. Jangan sampai jumlah kapal pengunjung di lokasi wisata membludak dan memicu stres pada hiu paus,” ujar Brahmantya.
Hiu paus merupakan jenis ikan terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang total sekitar 12 meter, bahkan dapat mencapai panjang 18 meter. Ikan hiu paus merupakan jenis ikan yang dapat mencapai usia 60 tahun, bahkan 100 tahun. Ikan hiu paus baru mencapai matang kelamin pertama kali pada usia sekitar 25 tahun dengan jumlah anakan 1 ekor untuk setiap periode reproduksi.
Spesies ini dianggap hanya sedang melakukan migrasi sementara di perairan tersebut. Begitu pula dengan masyarakat yang hobi memancing ikan, mereka sering melihat hiu paus di Teluk Tomini. Dari hasil pengamatan hingga bulan Mei 2016, terdapat 13 – 14 individu hiu paus yang terpantau di perairan Botubarani. Sedangkan Kawasan perairan desa ulele, sejak tahun 2006 telah dicadangkan oleh pemda kabupaten bonebolango sebagai kawasan konservasi perairan daerah.
Sejak tanggal 11 Mei hingga hari ini (14/5) Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (BPSPL) Makassar, Ditjen PRL KKP melaksanakan Bimbingan Teknis Pemandu Wisata Selam dan Sosialisasi pengenalan sistem informasi database ikan di lindungi (SI DIDI). Bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi para pemandu selam agar kegiatan wisata hiu paus dapat dilakukan secara bertanggungjkawab. Selain itu para pemandu juga dikenalkan dengan tata cara monitoring hiu paus yang selanjutnya dapat di input dalam sistem database Si DIDI.
Dalam kesempatan tersebut, Susi juga melakukan dialog dan menyampaikan beberapa bantuan kepada kelompok masyarakat di Kabupaten Bone Bolango, salah satunya paket bantuan alat snorkling dan buku pedoman wisata hiu paus dan pedoman monitoring hiu paus kepada kelompok masyarakat sadar wisata.
Setelah berdialog menjawab aspirasi masyarakat, Susi didampingi Dirjen PRL Brahmantya beserta rombongan meninjau hiu paus di lapangan dan melakukan kegiatan snorkeling, “bergoyang salsa” bersama hiu paus.

 

Share Button

Comments

comments

Translate »