Broker Kapal Asah Terampil Dengan Pengalaman Lapangan

Ships

| LAUTINDO | SHIPS | JAKARTA | Ada pengusaha di bidang perkapalan, seperti pemilik kapal dan pemilik barang atau muatan. Dalam dunia pelayaran ada pula usaha yang disebut sebagai pialang kapal atau broker kapal. Pihak ini disebut sebagai pihak ketiga. Untuk itu kami berusaha menjelaskan bagaimana posisi pialang ini dalam praktek bisnis pelayaran. Apakah mereka harus tercantum dalam kontrak perjanjian jual beli atau charter kapal.

Usaha pelayaran secara tidak langsung bertanggung jawab dan berusaha bahwa muatan kapal atau properti dalam bentuk kapal harus dapat dikirim melalui laut, dan pengusaha kapal maupun pemilik muatan pasti telah mendengar dan kadang atau sering kali memanfaatkan apa yang diistilahkan dengan “pialang kapal atau broker kapal”. Hal ini untuk memuluskan bisnisnya. “Broker Kapal Asah Terampil Dengan Pengalaman Lapangan”.

Dalam praktek riel di lapangan, beberapa pebisnis kapal menyadari pentingnya keberadaan broker kapal. Bagaimana para broker kapal ini dapat membantu memfasilitasi bisnis pelayarannya atau pengapalan barangnya. Dalam istilah yang sederhana, shipbroker adalah orang atau pihak yang bertanggung jawab dalam memediasi atas usaha pengangkutan muatan atau barang melalui media laut. Broker kapal juga dapat mengatur mediasi pembelian kapal dan penjualan kapal atas nama klien pembeli atau penjual kapal.

Secara hukum normatif, shipbroker biasanya bukan merupakan salah satu pihak dalam kontrak charter kapal. Jadi tidak ada broker kapal yang dicantumkan dalam charterparty. Biasanya kontraknya dengan penjual dan pembeli yang dimiliki oleh broker kapal adalah dibuat terpisah. Broker kapal meskipun berhak sebagai penengah dalam melaksanakan atau menegakkan klausul-klausul dalam charterparty, namun broker kapal tetap harus menjaga koridor sesuai dengan kontrak hak pihak ketiga sebagaimana dalam Contracts (Rights of Third Parties) Act 1999.

Peran shipbroker bertindak sebagai perantara saja antara pemilik kapal dan orang yang ingin memiliki barang-barang yang akan diangkut dan ditarifkan (freighted) dengan kapal itu. Selain itu, bila mana menemui dan berhadapan dengan pembelian kapal dan penjualan kapal, broker dapat menawarkan kapal dengan perincian yang sedetail mungkin dan dapat mewakili melakukan transaksinya. Oleh karena itu menjadi broker kapal tidak boleh hanya sepotong-sepotong informasinya, broker kapal harus informasi yang mendetail.

Broker harus dapat melibatkan dan berurusan dengan kedua belah pihak dengan baik yaitu penjual kapal dan pembeli kapal. broker harus dapat memastikan bahwa keduanya diberikan informasi terkait dengan harga yang fair dan wajar. Broker harus bisa meyakinkan pemilik kapal memberikan harga yang wajar dan up-date dan meyakinkan kepada pembeli kapal dengan harga yang wajar dan up-date pula. Selanjutnya dalam transaksi kemudian broker kapal dapat bertindak dalam mewakili proses negosiasi.

Dalam hal jual beli kapal, pertemuan pembeli dan penjula biasanya dapat dilakukan oleh broker kapal bila telah terdapat kesepakatan satu harga dan berbagai item kesepakatan. Sering kali broker ditinggal oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu broker kapal harus berperan mulai dari memberi informasi sampai dengan terbentuknya kesepakatan dalam kontrak serta semua permasalahan yang terkait dengan hukum lainnya sehubungan dengan penjualan dan pembelian property dalam bentuk kapal.

Karena aspek-aspek hukum dari peran broker kapal ini, maka sebagai broker kapal harusnya memiliki kualifikasi sebagai orang perkapalan, orang pelayaran atau orang yang berlatar belakang hukum serta memiliki pengalaman yang luas di bidang perkapalan lainnya yang biasanya telah dibangun selama beberapa tahun dalam masa pekerjaan sebelumnya atau melalui pelatihan.

Karena perannya yang sangat komplek dan penting bagi bisnis pelayaran, maka dianjurkan bagi pemilik kapal dan muatan kapal untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan mesra dengan broker kapal yang berpengalaman atau broker yang telah mendapatkan banyak pengalaman serta kualifikasi formal.

Selain itu, banyak shipbroker, seperti yang digunakan oleh perusahaan broker kapal di dunia biasanya menghabiskan waktunya bertahun-tahun untuk membuat kontrak perjanjian kapal dalam industri pelayaran yang berarti bahwa jika penjualan dan pembelian melakukan permintaan kepada broker kapal untuk kebutuhan angkutan, maka broker kapal dapat melayani kliennya dengan cepat dan efektif.

Broker kapal sebenarnya hampir sama seperti halnya broker dalam bursa efek atau pialang saham yang harus terlibat dengan berbagai pasar di seluruh dunia, shipbroker dapat diminta berurusan dengan klien di dalam negeri dan pasar di seluruh dunia dan oleh karena itu, peran broker kapal mengharuskan siap selama 24 jam dan 7 hari kerja.

Meskipun banyak perguruan tinggi menawarkan kursus bisnis pelayaran atau pengapalan dengan gelar formal, namun banyak shipbroker cukup belajar dan mengasah keterampilannya dengan menanganinya secara langsung dan mengambil pengalaman lapangan.

Namun di dunia ini ada lembaga resmi namaya Institute of Chartered Shipbrokers. Meski industry pelayaran secara keseluruhan dan internalnya biasanya memiliki departemen tersendiri sebagai pengawas mutu yang menjamin bahwa standar tertinggi praktek hukum pelayarannya, etika berbisnis pelayarannya dan kepeduliannya terhadap lingkungan laut dipatuhi. Lembaga tersebut diinformasikan berperan di samping mengatur industri dan berbagai perusahaan pelayaran yang beroperasi, dan lembaga tersebut juga dapat menawarkan pendidikan sumber daya manusia yang berkualifikasi di sector usaha broker kapal. [Sjaifuddin Thahir – Praktisi Maritim Indonesia]

Share Button

Comments

comments

Translate »