Indonesia Poros Maritim Dunia, Kini Mampu Buat Rubber Airbag Sendiri

SLP

| LAUTINDO | Maritim | Cirebon | Untuk memperkuat Indonesia Poros Maritim Dunia, maka industri maritim wajib diperkuat dan wajib melakukan inovasi berkelanjutan. Ditengah gempuran produk maritim China, ditengah kepungan produk maritim global, ternyata Indonesia secara terencana dengan persiapan yang panjang dan persiapan yang matang telah melakukan terobosan sinergi kerjasama pemerintah dan swasta. “Indonesia Poros Maritim Dunia, Kini Mampu Buat Rubber Airbag Sendiri”.

Kini Indonesia telah mampu mengembangkan dan produksi sendiri rubber airbags kapal sesuai kebutuhan permintaan galangan kapal, hal ini ditandai dalam Peresmian Lini Produksi Rubber Airbag dan Pneumatic Fender di PT. Samudera Luas Paramacitra oleh Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi (BPPT), Cirebon (17/12).

Kepala BBPT, Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc, menjelaskan bahwa rubber airbag berfungsi sebagai bantalan untuk membantu repair kapal-kapal. Jadi kapal-kapal dari laut, harus di repair ke darat. Dulu biasanya dinaikan ke rel sehingga kurang fleksibel, sementara dengan menggunakan rubber airbag, kapal menggunakan bantalan, sehingga kapal secara fleksibel dapat ditarik kemana ada bantalan.

Airbag SLP 01Unggul Priyanto mengatakan; “BPPT bekerjasama dengan PT. Samudera Luas Paramacitra dalam melakukan terobosan inovasi rubber airbag, dengan manfaat diantaranya;”

  • Melakukan pemanfaatan hasil karet alam nasional, yang selama ini produksi karet tinggi, dan biasanya hanya diekspor dalam bentuk mentah, sekarang langsung dapat digunakan untuk produksi dalam negeri, dan eksporpun akan berupa barang jadi rubber airbag
  • Mengurangi ketergantungan impor, yang selama ini impor, khususnya dari China, sekarang produksi sendiri di dalam negeri, sekaligus mendorong menuju kemandirian industri rubber airbag nasional
  • Harganya diprediksi akan lebih murah, karena bahan baku tersedia di dalam negeri dan diproduksi di dalam negeri

Martin Limansubroto, Direktur Utama PT. Samudera Luas Paramacitra menambahkan bahwa rubber airbag hasil inovasi BBPT dan PT. Samudera Luas Paramacitra akan:

  1. Membuka Lapangan kerja baru untuk lebih banyak orang
  2. Memberikan kemudahan dan membantu galangan kapal nasional untuk melakukan perbaikan maupun peluncuran kapal ke laut. Ada potensi ratusan galangan kapal dengan potensi ribuan kapal akan repair dengan potensi pertumbuhan ribuan kapal baru
  3. Mencegah larinya devisa keluar akibat impor rubber airbag, karena sekarang sudah mampu dibuat sendiri di Indonesia, bahkan untuk tujuan ekspor oleh PT. Samudera Luas Paramacitra.

SLP factorySementara DR. Ir. Taufik Bawazier, Direktur Industri Kimia Hilir, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian mengatakan sangat mengapresiasi sinergi dan terobosan inovasi riset BPPT dan PT. Samudera Luas Paramacitra yang merupakan bentuk kongkrit bahwa negara hadir dalam penguatan kemandirian industri nasional, khususnya mendukung konsep tol laut President Jokowi.

“Hasil temuan ini mendorong pertumbuhan industri berskala Indonesian centris, yaitu penguatan industri karet di luar Jawa. Selama ini industri terpusat di pulau Jawa, maka ke depan akan menumbuhkan dan mengembahkan industri-industri di luar pulau Jawa,” pungkas Taufik Bawazier.

Share Button

Comments

comments

Translate »