promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Bunker Delivery Note Harus Disimpan – LAUTINDO

Bunker Delivery Note Harus Disimpan

| LAUTINDO | DOCUMENT | JAKARTA | Pemasok bungker dan pemilik kapal serta masyarakat maritim yang budiman, kembali disini untuk berbagi soal Bunker Delivery Note (BDN) atau suatu dokumen yang dapat membuktikan pengiriman bungker untuk kapal, melalui pemahaman sederhana.

BDN sebenarnya berasal dan berevolusi dari suatu dokumen dulunya namanya BDR “Bunker Delivery Receipt. Pada awalnya, BDR digunakan sebagai sarana untuk mendokumentasikan jumlah bungker yang disisikan ke kapal dari pemasok bungker ke pelanggan bungker (dalam hal ini adalah pemilik kapal) dan memberikan bukti penerimaan produk bungker tertentu. Namun karena penerapan aturan baru yaitu konvensi MARPOL Annex VI dari IMO maka BDR berubah menjadi BDN.

Informasi dan data dalam BDN ini sangat diperlukan terutama dalam penerapan konvensi MARPOL Annex VI yaitu suatu konvensi Internasional untuk penerapan pencegahan pencemaran udara yang berasal dari kapal. Untuk tujuan penerapan konvensi tersebut di atas, BDN yang juga dicantumkan dalam dokumen komite pencemaran lingkungan laut, MEPC.176(58), harus mencantumkan tingkat kandungan sulfur dalam produk bungkernya. Setiap BDN harus disertai dengan sampel yang representatif dari bahan yang disampaikan. “Bunker Delivery Note Harus Disimpan”.

 

Perlu diketahui oleh kita semua bahwa data dan informasi yang harus disertakan dalam BDN untuk tujuan memenuhi standar dunia adalah sebagai berikut:
• Nama kapal penerima dan nomer IMOnya
• Pelabuhan pengisian bungker
• Tanggal mulai pengiriman atau pengisian
• Nama, alamat, dan nomor telepon dari pemasok bungker
• Nama produk bungker yang diisikan
• Jumlah bungker (dalam metrik ton)
• Berat jenis bungker pada suhu 15 derajat Celcius
• Kandungan Sulfur

Pernyataan dalam BDN tersebut harus ditandatangani dan diketahui oleh pihak perwakilan pemasok bungker yang menyatakan bahwa bungker yang dikirim sudah sesuai dengan peraturan MARPOL.

Dalam prakteknya di lapangan, BDN tersebut digunakan bersama-sama dengan sampel bungker, hal ini untuk memberikan bukti kepatuhan terhadap peraturan. Segel sampel bungker kapal harus diberi nomer dan didokumentasikan dalam BDN. Hal ini sebagai catatan sampel untuk pengisian bungker tertentu. Setiap sampel harus disegel dengan nomor identifikasi segel dengan jelas dan tercantum dalam BDN.

Perlu diperhatikan bahwa BDN memerlukan informasi tambahan yaitu informasi bahwa bungker mematuhi aturan setempat atau peraturan di pelabuhan pengisian (bila ada).

Pada beberapa sumber produsen bungker sebenarnya telah dikembangkan contoh atau template BDN yang bisa dipakai untuk memastikan kepatuhan dengan persyaratan peraturan dan untuk mendokumentasikan jumlah produk bungker kapal.

Sampai dengan sekarang pemberlakukan menyertakan BDN masih merupakan suatu cara jitu untuk mendokumentasikan jumlah dan kualitas bungker yang diisikan ke kapal pelanggan.

Untuk para kapten kapal, bahwa BDN harus disimpan di atas kapal minimal selama tiga (3) tahun, jangan dihilangkan, karena Syahbandar atau Port State Control Officer (PSCO) memiliki kewenangan untuk naik kapal dan melakukan pemeriksaan dan untuk menghindari penundaan pelayaran Syahbandar atau Port State Control Officer (PSCO) dapat membuat salinan BDN yang menyatakan bahwa bahan bakar kapal telah sesuai dengan peraturan dunia dan peraturan setempat. [Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc.]

Comments

comments

Translate »