Capitalism is Dead, Welcome Sharing Economy

CLOUD ECONOMY
CLOUD ECONOMY: BRANCHLESS – APPS – INTERNET TECHNOLOGY

Kyatmaja Lookman

Beberapa waktu yang lalu kita saksikan pertempuran antara Ekonomi model kapitalisme dan model sharing economy. Taksi konvensional melawan Taksi online. Memang tidak bisa kita pungkiri sekarang kita telah memasuki era Sharing Economy. Hewlett packard mengadakan seminar beberapa waktu yang lalu di jakarta mereka sekarang memulai bisnis baru cloud computing dari yang sebelumnya hardware saja. Mereka berubah dari bisnis jualan produk ke enablement of economic sharing. Menurut mereka bisnis model kapitalisme sekarang akan terus menurun seiiring dengan berjalannya waktu. Kita bisa saksikan sendiri pertumbuhan ekonomi yang begitu kencang sejak krisis 2008 hingga 2013. tetapi mulai 2014 pertengahan, 2015 sampai awal 2016 ini model bisnis kapitalisme tidak cenderung membaik. Ini karena eranya model bisnis yang baru. Either sekarang kita mau embrace atau fight and die. Internet yang mulai dikomersilkan di era 1990 sekarang telah memasuki fase jayanya dengan semakin bertambahnya orang online. di Indonesia, bahkan jumlah mobile phone melampaui jumlah populasi yang ada 300juta hand phone.

Sharing economy ini merupakan senjata ampuh untuk mendistribusikan kekayaan. Dengan model kapitalisme kekayaan hanya dinikmati oleh segelintir orang. akan tetapi dengan sharing economy nanti distribusi kekayaan akan lebih merata. Akan semakin susah menjadi super kaya dengan model bisnis yang lama. Saya rasa jika kita masih memiliki bisnis konvensional maka akan semakin susah dan akan semakin berat. Bukan keadaan makin susah tapi lingkungan kita yang sudah berubah. Tahun 2016 ini harus dijadikan titik balik untuk merevisi bisnis model yang kita punya.

Bisnis model Kapitalisme lama itu mengharuskan kita memiliki asset sangat berbeda dengan bisnis model sharing. Tahun 2015 adalah fase transisi dimana asset2 idle milik masyarakat yang ada selama ini bisa lebih dimanfaatkan  dan ditingkatkan utilisasinya. Contohnya adalah Taksi online, mobil2 rental dan pribadi yang kebanyakan diam dan utilisasinya sangat rendah sekarang bisa dimanfaatkan lebih luas. Sepedamotor yang dulunya parkir di garasi sekarang bisa dipakai untuk kerja, dsb. Barang2 bekas yang tidak terpakai sekarang bisa dijual dan masih banyak lagi. Maksimalisasi asset dengan meng-enable kan sesuatu yang dulunya tidak produktif menjadi produktif. Bagaimana dengan bisnis2 yang sudah menginvestasikan ke penambahan2 asset baru? ya mau tidak mau akan mendapatkan pesaing pesaing baru khususnya di barang yang bisa dimiliki oleh semua orang seperti mobil, motor, kamar, dsb. Barang2 yang bersinggungan langsung dengan konsumen akan mengalami persaingan yang sangat ketat (B2C)

Bagaimana dengan jasa angkutan barang? Jasa angkutan barang seperti trucking khususnya terus mengalami disrupsi. Sekarang yang B2C sebagai contoh kiriman paket kecil sekarang sudah banyak jasa online seperti Etobee dan Gobox. Sebenarnya yang akan terkena dampak pertama kali adalah jasa pengiriman parcel dan titipan kilat apalagi yang dalam satu kota. Untuk yang sifatnya B2B tidak akan secepat itu karena masih banyak problem yang harus dibereskan terlebih dahulu seperti Dokumen retur, pertanggung jawaban barang, term of payment, dsb. Tetapi saya rasa gebrakan terus dibuat.. jika per-bank-an bisa mengatasi Term of Payment dan perusahaan asuransi bisa menghandle kerusakan dan pertanggung jawaban barang, bisnis2 yang B2B juga akan tergerus nantinya. Terus kenapa bisnis kita Sepi bener men, angkutan barang adalah by produk dari sesuatu jika bisnis konsumennya tergerus tentunya akan berimbas ke pengangkutan barangnya juga sehingga ketika konsumen bisnis offline nya yang selama ini tergerus bisnis online tentunya bisnis pengangkutan juga akan terdampak.

Sektor Riil selama ini juga sedang mencari equlibirum baru tahun 2015 consumer produk market offline telah terkontraksi cukup signifikan sekitar 10 sd 15 persen. Harus ada upaya terus agar tetap bisa eksis tentunya tidak hanya cost saving tetapi pemikiran pemikiran baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya. Yang jelas bisnis model kapitalisme lama kelamaan akan habis karena tekanan usaha dan akan tiba saatnya para pekerja dituntut menjadi pengusaha-pengusaha baru. Dont fight the change embrace the change! Welcome to the new economy. SHARING ECONOMY.

Kyatmaja Lookman, pelaku bisnis transportasi, aktif di Supply Chain Indonesia (SCI) dan Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia (Aptrindo)

 

Share Button

Comments

comments

Translate »
´╗┐