Container Cargo Distribution

37405e182c8409270568a60a49242ee6
Container cargo distribution (photo istimewa)

| Lautindo | Opini | Thahir* | Usaha di bidang transportasi container lewat laut kadang kala kelihatan gampang-gampang susah. Gampang bagi yang sudah biasa, susah bagi yang belum terbiasa. Sudah terbiasapun kadang masih memiliki kendala. Namun masih banyak diantara kita yang masih belum mengetahui beberapa aturan dasar untuk melakukan pemuatan kontainer dalam kapal kontainer (Loading Cargo). Khususnya terkait dengan tingkat sebaran berat kontainer sesuai dengan berat internalnya. Kapten kapal yang berpengalaman pasti sudah terbiasa dengan cargo distribution dalam kapal container, namun juga ada kapten kapal yang belum terbiasa. Melalui kesempatan ini, izinkanlah saya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman ini perihal container cargo distribution.

Container Cargo Distribution dalam dalam kapal container, perlu ditekankan sebagai berikut:

1. Berat Cargo Container harus ditempatkan di ruang muat kapal dalam keadaan tersebar merata tersebar, sekali lagi merata sesuaikan dengan stowage plan and stowage distribution di area dasar ruang muat container. Kapal-kapal yang baru atau atas kemauan pemilik kapal, saat ini kapal sudah dilengkapi software aplikasi untuk hal ini.

2. Titik berat dari muatan container harus diupayakan pada posisi yang sedekat mungkin dengan titik berat kapal kontainer (lihat dalam buku stabilitas) dan upayakan titik berat kargo serendah mungkin. Hal ini kadang sering diabaikan oleh operator atau ABK. perlu diketahui bahwa semakin tinggi titik berat muatan container semakin beresiko terguling dan kapal tidak stabil. Coba sedikit ambil waktu untuk membandingkan dengan buku stabilitas kapal yang telah diapproved oleh pihak Otoritas atau badan klasifikasi.

3. Setiap satuan beban unit container harus saling mendukung dan terkait satu sama lain. Oleh karena itu cargo securing manual yang sudah diapproved harus selalu dipatuhi. Upayakan untuk tidak terjadi adanya celah yang besar atau lebar di kapal antara dua kontainer. Untuk kapal container sekarang sudah ada namanya cell guide dan diamankan dengan perangkat lashing dll sehingga semua container diyakinkan tidak bisa bergerak atau mengalami ambruk. indikasinya mudah bahwa semua kontainer harus dilengkapi dengan lashing ring dan turn buckle dll.

4. Jika unit beban kontainer tidak homogen beratnya, maka container yang terberat harus ditempatkan berada pada tingkat dasar, atau serendah mungkin dan container yang lebih ringan ditempatkan di atas (perlu diketahui bahwa bila ada muatan dengan manifest cair, maka container dengan muatan cair harus ditempatkan di bawah container dengan muatan padat).

5. Maksimum berat kotor container yang biasanya ditandai dengan “Max gross” pada pintu-pintu container. Muatan tidak boleh melebihi max gross. Jangan sekali-kali memuat kontainer yang melebihi max gross (biasanya terdapat juga ketentuan batas maksimum yang berkaitan dengan peraturan transportasi darat local dimana container tersebut dioperasikan. Hal ini bisa berbeda, harap dipatuhi).

6. Bila beban kargo terkonsentrasi sebagaimana pada butir 1 di atas, maka kargo harus diakumulasikan lebih banyak di bagian dasar sehingga distribusi berat seluruh container adalah sedekat mungkin dengan yang ideal berdasarkan nilai maximum payload container dan panjang kapal kontainer. Biasanya distribusinya adalah sekitar 5T per meter (misalnya 28T payload max, panjang adalah 6 m).

[*Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc. adalah Founder dari Thahir Maritime Center]

Share Button

Comments

comments

Translate »