Di Konferensi “Our Ocean 2016” Indonesia Gencarkan Semangat Memberantas Illegal Fishing

our-ocean-conference-john-kerry
Pembukaan ‘Our Ocean Conference 2016″ Oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry di Washington DC. Indonesia akan menjadi tuan rumah tahun 2018 (foto: ist)

|Lautindo|Poros Maritim|Washington DC| – Setelah meluncurkan Global Fishing Watch yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menghadiri Our Ocean Conference 2016 di ibukota Negeri Paman Sam, Wahington DC.

Pada waktu berbicara selaku Panelis dari Indonesia, Kamis pagi (15/9), Susi memaparkan pentingnya sinergi antarnegara dalam memberantas illegal fishing. Diskusi mengangkat tema The Safe Ocean Network and Detection, Enforcement and Prosecution of Illegal Fishing. Di Konferensi “Our Ocean 2016” Indonesia Gencarkan Semangat Memberantas Illegal Fishing

Dalam kesempatan berbicara, Susi memaparkan bagaimana Indonesia mulai menegakkan hukum secara konsisten termasuk penenggelaman kapal. “Indonesia terus, dan tanpa henti melawan illegal fishing, termasuk memberlakukan moratorium nasional terkait lisensi pencarian ikan untuk kapal-kapal yang dibuat di luar Indonesia,” ungkap Susi.

“Kami mendirikan Satuan tugas Presiden untuk memerangi penangkapan ikan liar, dan berfungsi sebagai sistem penegakan satu-atap.” lanjutnya.

Satgas 115 yang dikomandoi Menteri Kelautan dan Perikanan  terdiri dari Angkatan Laut (TNI), Kepolisian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Kejaksan Agung berada dalam satu kantor.

Dalam paparannya itu, Susi juga mengungkapkan adanya pelanggaran operasional, mulai dari pemalsuan ijin dokumen kapal hingga mempekerjakan tenaga asing secara ilegal. Tidak hanya sebatas pada pidana berkaitan dengan pencurian ikan, namun juga hingga pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Kejahatan ini juga dilakukan organisasi Internasional, menyangkut juga kejahatan lain di luar perikanan.
Susi menyadari bahwa illegal fishing juga termasuk kejahatan transnasional. “Indonesia menemukan dari berbagai penyelidikan bahwa ada banyak pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan sepanjang rantai usaha perikanan. Dan karena banyak yuridiksi terlibat, kami memahami bahwa kegiatan penangkapan ikan kejahatan terorganisir transnasional perikanan” tutupnya.

Konferensi bertaraf internasional ini digelar dari 15 sampai 16 September 2016 di kantor Departement of State Amerika Serikat, Washington DC. Turut hadir dalam satu diskusi panel dengan Susi, Menteri Kelautan Ghana Sherry Ayittey dan Ian Urbini dari New York Times. Laksmana Madya Timothy Gallaudet dari Angkatan Laut AS bertindak sebagai moderator.

Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 30 Menteri Luar Negeri dan Menteri Kelautan negara-negara maritim, serta 350 pakar dan praktisi bidang kemaritiman. Ini merupakan kali ketiga Our Ocean Conference digelar.

Pada 2015 lalu, Chili bertindak sebagai tuan rumah dan menghasilkan sejumlah  rumusan strategis mengenai pentingnya kerja sama antarnegara dalam melawan kejahatan perikanan dan tindakan tak bertanggung jawab yang merusak ekosistem lautan.

Selain menghadiri Our Ocean Conference 2016, dalam kunjungannya ke Washington DC selama tiga hari ini, Susi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dan petinggi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat.

Siaran pers KKP yang diterima Lautindo juga menyampaikan bahwa dalam kunjungan kerjanya ke Washington DC, Menteri didampingi Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa.