promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Dilema Pengusaha Tiongkok, “Visa Kerja SDM” – LAUTINDO

Dilema Pengusaha Tiongkok, “Visa Kerja SDM”

 

|lautindo|Investasi|Jakarta – Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia mewakili para Pengusaha dan Investor mengalami permasalahan tersendiri untuk mendatangkan Tenaga Kerja untuk mengurus perusahaan-perusahaan mereka di Indonesia. Hal ini terkait juga dengan banyaknya informasi yang beredar di masyarakat yang menyebutkan bahwa kehadiran Tenaga Kerja ini menjadi ancaman bagi Tenaga Kerja Indonesia.

Kepada wartawan di Jakarta, Kadin Tiongkok,rabu 18/1 mengatakan “Indonesia memiliki masalah tersendiri yakni pengurusan visa yang rumit dan lama sehingga merugikan investor China yang ingin mengurus KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) untuk menjalankan bisnis di Indonesia,” ujar Wakil Ketua dan Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia Liu Cheng.

Selain kesulitan pengurusan KITAS, Liu juga menyebutkan adanya penipuan yang dilakukan agen di Indonesia yang mengurus izin kerja. Sebagian pengusaha China terpaksa menyalahgunakan KITAS untuk mempekerjakan warga negara Tiongkok dalam bisnisnya di Indonesia.

“Kami mengakui segelintir pengusaha Tiongkok  ada yang menyalahgunakan visa kerja atau ada juga perusahaan baru yang belum memahami betul peraturan penerbitan izin kerja di Indonesia ditipu oleh agen pengurus izin kerja sehingga tanpa sengaja menyalahgunakan KITAS,” tutur Liu.

Namun ada kesulitan maupun praktek penyalahgunaan KITAS, Liu menjamin bahwa 201 perusahaan anggota Kamar Dagang Tiongkok menggunakan izin kerja legal untuk para warga Tiongkok yang bekerja di Indonesia.

Tentu Kamar Dagang Tiongkok akan terus mensosialisasikan Hukum di Indonesia, terutama kepada pengusaha-pengusaha yang baru berusaha di Indonesia agar tidak salah dan membuat permasalahan baru.

“Di sisi lain, kami ingin pemerintah Indonesia juga membantu memberikan kemudahan dan kepercayaan diri bagi para pengusaha yang ingin berinvestasi karena persoalan ini bukan hanya tanggung jawab para pengusaha China yang berbisnis di Indonesia,” ujar Liu.

Masuknya tenaga kerja China ilegal ke beberapa daerah di Indonesia menjadi isu yang cukup mengemuka sejak pertengahan 2016. Bahkan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B Panjaitan merasa perlu menyampaikan kepada rekan-rekan seangkatannya lulusan AKABRI tentang issue Tenaga Kerja Tiongkok ini.  Dalam penjelasan tertulisnya LBP menyampaikan:

Kepada teman-teman yang ada di Old Soldier Group banyak nada-nada negatif terhadap pemerintahan ini, misalnya tenaga kerja asing (Tiongko), Ideologi (Komunisme), Penguasaan Sumber Daya alam Indonesia, Investasi Tiongkok yang berlebihan, serbuan orang Tiongkok yang masuk ilegal ke Indonesia dan sebagainya. 

Sebagai Menko, Saya memiliki dan menggunakan berbagai instrumen untuk melakukan pengecekan terhadap setiap analisa atau pendapat-pendapat yang beredar di masyarakat. Saya sudah mengirimkan tim khusus untuk terjun ke tempat permasalahan, saya sudah berkomunikasi kepada beberapa kapolda terkait selain juga melakukan pengecekan kepada BIN. Dalam hal tertentu saya bahkan mengadakan pengecekan sendiri ke lapangan.

Dari semua rangkaian pengecekan tersebut, kami tidak menemukan bukti-bukti yang membenarkan berbagai informasi negatif yang saya sebutkan di bagian awal penjelasan ini, sehingga dapat kami simpulkan bahwa sebagian besar isu-isu negatif  tersebut sangatlah tidak benar.

Dalam surat yang dua halaman itu, Luhut menyatakan bahwa pemerintah tentu saja tidak 100% sudah benar di dalam menjalankan pemerintahan. Dan untuk itu dia mengajak rekan-rekan dan seniornya untuk memberikan masukan dan kritik yang membangun langsung kepada Luhut.

Luhut juga mengingatkan para alumnus untuk mengenang perjuangan semasa taruna di lembah tidar, mengucapkan Sumpah Prajurit dan Sapta Marga dengan penuh semangat yang tentu saja akan diamalkan hingga akhir hayat.

Masalah tenaga kerja asing ini, terutama dari Tiongkok sudah masuk ranah politik dan ramai diperbincangkan. Bahkan proyek Reklamasi pantai utara Jakarta pun diperbincangkan sebagai tempat yang diperuntukkan bagi orang Tiongkok ini. Sehingga Presiden Jokowi pun merasa perlu memberikan konfirmasi bahwa Tenaga Kerja Tiongkok hanya 21.000 orang per Desember lalu. Jumlah ini menjadi terbesar bila kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah tenaga kerja asing yang ada di Indonesia per November 2016 adalah 74.183 orang.

Sementara itu hingga Januari 2017, media elektronik sering mengabarkan penangkapan, pemulangan WNA yang masuk ke Indonesia secara Ilegal, termasuk para wanita.

Share Button

Comments

comments

Translate »