promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Dorong Nelayan Melaut, KKP Percepat Perizinan – LAUTINDO

Dorong Nelayan Melaut, KKP Percepat Perizinan

kapal-cantrang
Lautindo|KKP|Jakarta – Menjawab keresahan yang timbul di berbagai sentra perikanan Laut, dimana para pengusaha perikanan, pemilik Kapal tangkap dan Nelayan mengeluhkan berbagai kendala dan aturan yang menyebabkan terhambatnya pengurusan dan pengeluaran Izin, akhirnya Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan respon dengan menjanjikan percepatan tata kelola perizinan.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja mengatakan, KKP akan mempersingkat proses perizinan kapal perikanan hingga menjadi 5 hari kerja. “Perizinan cukup dengan 3 izin saja yakni SIUP (Surat Izin Usaha Perikanan),Buku Kapal, SIKPI (Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan), dan SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan)” Ungkap Sjarief kepada lautindo di kantor KKP kemarin 12/4. Sebelumnya pengurusan ini memakan waktu panjang yang kemudian digunakan pengusaha dan Nelayan untuk tidak melaut.

Yang sangat banyak terkendala adalah pemilik Kapal yang diatas 30 GT, dimana sebelumnya diharuskan pengurusannya ke Jakarta. Ongkos yang bisa berlipat ganda apabila ada dokumen yang belum lengkap sehingga terpaksa beolak balik. Dengan pemangkasan perizinan ini diharapkan para pelaut kembali bergairah.

Salah satu masalah sebelumnya adalah Surat Laik Operasi (SLO) yang tertahan di PSDKP. “Setelah berdiskusi dengan pihak PSDKP, mereka telah mengijinkan. SLO sudah diterbitkan oleh PSDKP” tambah Sjarief.

Tentang perbaikan-perbaikan perizinan Kapal yang bermasalah karena pengubahan kapal (markdown), akan terus dilakukan pembenahan, namun izin tetap diberikan sambil dilakukan berbagai perbaikan dan verifikasi.

Masalah yang juga masih terus mendapat sorotan pengusaha perikanan adalah mangkraknya ribuan Kapal buatan Luar Negeri yang dikenakan Moratorium oleh Menteri KKP. Kapal-kapal yang dilarang melaut tersebut merupakan milik Pengusaha Indonesia namun ada kecurigaan pihak pemerintah bahwa sesungguhnya ini hanya bentuk kecurangan. Di lain pihak, harus juga dipikirkan bagaimana kelanjutan hidup kapal-kapal tersebut, supaya jangan jadi besi tua.
“Peningkatan ini (Produksi Ikan Tangkap dari 6,52 juta ton tahun 2015 menjadi 6,83 juta ton tahun 2016) merupakan dampak dari Kebijakan KKP tentang moratorium Kapal asing. Hasil tangkapan Nelayan dalam negeri menjadi lebih banyak. Peningkatan penangkapan Nelayan kecil juga meningkat dan bahkan turut juga menurunkan pemakaian BBM hingga 36%.” lanjut Sjarief tanpa menyampaikan akhir perjalanan kapal-kapal eks Asing yang kini tertambat di banyak pelabuhan.
Masalah lain yang masih terus diperdebatkan antara pemerintah dengan pengusaha dan nelayan adalah Alat Tangkap yang ramah lingkungan. Pihak pemerintah melarang alat tangkap Cantrang yang ditengarai tidak hanya menangkap ikan yang sudah dewasa, melainkan juga ikan yang masih kecil, Dilain pihak Nelayan dan Pengusaha mengklaim bahwa Cantrang ada berbagai jenis, dan tidak semua alat tersebut tidak ramah lingkungan. Para pengusaha juga menuntut agar diadakan kajian akadetimis secara bersama-sama, yang tampaknya belum terlaksana.
Para pengusaha termasuk KADIN sudah menyampaikan keluhannya kepada berbagai pihak termasuk Menko Kemaritiman, Watimpres hingga Wakil Presiden yang sudah meninjau ke Pelabuhan ikan Bitung beberapa waktu lalu.

Share Button

Comments

comments

Translate »