promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon DWELLING TIME PELABUHAN TANJUNG PRIOK STABIL DI ANGKA 3 HARI – LAUTINDO

DWELLING TIME PELABUHAN TANJUNG PRIOK STABIL DI ANGKA 3 HARI

Jakarta (Lautindo) – Berdasarkan Siaran Pers  Kemenko Maritim dan Sumberdaya No. 12/Kemenkomar/II/2016, Jumat, 05 Februari 2016 lalu, diumumkan hasil monitoring Humas Kemenko Maritim dan Sumber Daya  melalui Dashboard Online Sistem Informasi Dwelling Time (DT) Tanjung Priok telah mencapai 3.46 hari dari target awal yang ditetapkan Presiden selama 4,7 hari dan merupakan perkembangan positif dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing pelabuhan peti kemas di Indonesia. Khususnya pelabuhan Utama peti kemas Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan logistik terbesar di Indonesia.

lautindo dweling time

Tepat hari ini (07.04.16) dimana 2 bulan setelah monitoring tersebut, pantauan Humas Kemenko Maritim dan Sumber Daya yang juga dikonfirmasi Lautindo, waktu Dwelling Time Tanjung Priok di angka 3.49 hari, ini menunjukan stabilitas angka harian dwelling time tersebut tetap bertahan di sekitar 3 hari dalam 2 bulan terakhir (Perhatikan dashboard on line tersebut di atas). Hal tersebut merupakan prestasi tersendiri mengingat untuk pelabuhan tujuan utama seperti Pelabuhan Tanjung Priok ini dapat dikategorikan pelabuhan internasional dengan waktu dwelling time yang cukup singkat, namun sebagaimana target baru Presiden Jokowi agar Dwellling Time Tanjung Priok diusahakan agar dapat dibawah angka 3 hari, Kemenko Maritim dan Sumber Daya terus mengupayakan strategi percepatan Dwelling Time tersebut.

Informasi ini diaminkan oleh Carmelita Hartoto ketua Umum INSA. Malah Carmelita optimis bahwa dwelling time di Tanjung Priok akan lebih baik dari Thailand. Anang Hidayat dari SCI pun menyampaikan hal yang sama karena perbaikan proses Bea cukai cukup membantu.

Salah satu strategi yang dilakukan oleh  Ketua Satgas Dwelling Time, Agung Kuswandono yang juga  Deputi II Kemenko Bidang Kemaritiman telah menurunkan tim untuk menjajaki penggunaan beberapa pelabuhan di wilayah Banten, guna mengurangi beban dari pelabuhan Tanjung Priok dan dapat mengefisienkan waktu pengiriman  ke daerah Banten. Dimana sebagian container tersebut memang memiliki tujuan akhir di wilayah Banten. Tiga pelabuhan di wilayah Banten yang dipersiapkan adalah Merak Emas, Ciwandan, dan juga Cigading. Ketiga pelabuhan ini masing-masing dimiliki oleh PT Pelindo II (Persero) di Ciwandan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cigading, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk., di Merak Emas, dimana koordinasi guna penetapan penggunaan beberapa pelabuhan tersebut secara intensif dilaksanakan oleh Tim Kemenko Maritim dan Sumber Daya.

Kyatmaja Lookman yang perusahaannya banyak melayani angkutan barang di pulau Jawa menyampaikan kepada Lautindo bahwa, pemanfaatan ketiga pelabuhan di Banten ini akan sangat baik. sebab, 20% barang yang masuk ke Priok memang sebagai kebutuhan wilayah Banten, sedang 70% ke arah Timur Tanjung Priok. dengan demikian, sekaligus juga mengurangi sekitar 20% kepadatan Tol Jakarta Tangerang.

Memang benar, Cilegon – Tangerang akan mulai padat, namun selama ini jalur ini tidak terlalu padat, sehingga tidak akan mengganggu atau memacetkan.

Bagaimana akibatnya kepada angkutan ekspor? Barang yang selama ini diangkut dari Tanjung Priok sekitar 3 juta teus (kontainer 20 feet). Artinya 600 ribu teus mustinya akan keluar dari ke 3 pelabuhan ini nantinya. Apakah ini akan cukup ekonomis bagi pemilik kapal yang digunakan lewat Banten? Inilah yang sangat perlu dievaluasi tim Kemenko Maritim dan Sumber daya (dh).

Share Button

Comments

comments

Translate »