DANAU TOBA, TUJUAN WISATA (MEN) DUNIA

Danau Toba
Danau Toba, The Beauty of The Biggest Lake in The World

Lautindo | Satria | Sumatera Utara | Meneer Bilang, “GA NIET STERVEN VOOR DAT JE HET TOBA MEER HEB GEZIEN”

Bagaimana kita? apakah masih peduli dengan ungkapan tersebut?
 
Apakah kita pernah kesana, apa yang ada di benak kita ketika ke Danau Toba?
Apakah kita mau menjadi Pelopor Kebersihan, dengan tidak membuang benda sekecil apapun ke Danau Toba, malahan mau mengambil sedikitnya satu sampah kecil, seperti bekas kemasan mie instant yang (mudah dilihat) teronggok di tepi Danau Toba, untuk dibuang di tempat sampah yang disediakan? DANAU TOBA, TUJUAN WISATA (MEN) DUNIA
Apakah kita mau menjadi Pelopor Duta Wisata, dengan menyebarkan / broadcast Keindahannya melalui media sosial yang kita miliki dan di seluruh daftar kontak, supaya lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke Danau Toba? DANAU TOBA, TUJUAN WISATA (MEN) DUNIA
Peta
Kualanamu ke Danau Toba
 
Presiden Jokowi sangat mengapresiasi pembentukan Badan Otorita Danau Toba yang nantinya bertugas untuk mengembangkan, mengemas dan mempromosikan Danau Toba ke kancah dunia. Hal ini dapat terbaca dari cuitan Presiden @Jokowi, “Membanggakan. Tujuh Bupati sepakat membangun Danau Toba. Toba akan jadi tujuan wisata dunia -Jkw “

Badan Otorita Danau Toba adalah badan yang dibentuk oleh Kemenpar (Kementerian Pariwisata) yang berisikan para ahli, Pemda dan Pemerintah Pusat. DANAU TOBA, TUJUAN WISATA (MEN) DUNIA

Semoga Tanah Batak siap untuk “menjamu” wisatawan.
JANGAN MATI SEBELUM ANDA MELIHAT DANAU TOBA“, kata Meneer
Share Button

Comments

comments

One thought on “DANAU TOBA, TUJUAN WISATA (MEN) DUNIA

  • March 10, 2016 at 3:49 pm
    Permalink

    Siap kah penduduk lokal menyambut wisatawan yang akan datang berduyun-duyun setelah Bandar Udara Silangit dibenahi menjadi Bandara international yang mampu didarati pesawat ber badan lebar?
    Nikson-Mauliate, duet pemimpin Tapanuli Utara terus menerus membekali penduduk dengan berbagai jurus yang manusiawi, akan tetapi akan mampu memikat wisatawan.
    Banyak destinasi dunia yang penduduk atau katakan pedagangnya kurang fasih berbahasa Internasional, seperti Bahasa Inggris.
    Bisa saja mereka mempersiapkan kalkulator atau memegang Kamus, akan tetapi tingkat keramahan mereka boleh membanggakan.
    Silahkan saja ibu-ibu di Toba mengunyah Sirih untuk menyehatkan gusi dan memerahkan bibir, akan tetapi janganlah membuang sepahnya sembarangan sehingga membuat wisatawan jijik.
    Silahkan menjual souvenir atau buah mangga dengan harga mahal, sebab kalau tidak laku yah jangan memarahi calon pembeli. Senyum tetap harus di tebar.
    Silahkan saja menggunakan WC yang diperuntukkan untuk wisatawan, tetapi mbok ya janganlah jongkok di Closet duduk.
    Saya sih yakin saja masyarakat pesisir Danau Toba bisa berubah dan wajib berubah

Leave a Reply

Translate »