promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Menko Luhut Berikan Pembekalan Hadapi Geopolitik dan Strategi Pembangunan Kemaritiman – LAUTINDO

Menko Luhut Berikan Pembekalan Hadapi Geopolitik dan Strategi Pembangunan Kemaritiman

Maritim Luhut 03

| LAUTINDO | Maritim | Bandung | Menko Luhut hadir di acara Sekolah Staf dan Komando TNI di Bandung, Jawa Barat. Menko Luhut memberikan pembekalan kepada para perwira siswa setara Kolonel, satu pangkat menjelang Brigadir Jenderal. “Saya mulai sedikit memberikan gambaran untuk membuka perspektif Anda sebagai Perwira,” ujar Menko Luhut menyampaikan maksud kehadirannya. “Menko Luhut Berikan Pembekalan Hadapi Geopolitik dan Strategi Pembangunan Kemaritiman”.

Di hadapan 143 perwira TNI dan POLRI, termasuk 5 perwira dari negara sahabat, Menko Luhut meminta kesiapan para perwira menghadapi tantangan masa depan.

“Artificial intelligent itu adalah satu masalah yang kita harus betul-betul waspadai,” pesan Menko Luhut untuk menghadapi masa depan di mana penjajahan teknologi akan menggantikan penjajahan fisik seperti kolonialisasi.

Dalam sesi bertopik Geopolitik dan Strategi Pembangunan Kemaritiman tersebut, Menko Luhut juga menyampaikan hasil-hasil pembangunan pemerintah yang diakui lembaga-lembaga internasional. “Ini pengakuan dari dunia internasional, tidak bisa kita karang-karang, tidak juga bisa kita sogok,” terangnya sembari merujuk pada 3 data.

Data pertama adalah dari S&P yang memberikan ‘investment grade rating’ kepada Indonesia. Kedua, Gallup World Poll menempatkan pemerintah Indonesia sebagai peringkat pertama di dunia dalam hal perolehan kepercayaan publik. Ketiga, Bank Dunia memberikan Indonesia peringkat ke-72 dalam hal kemudahan berbisnis, naik 48 tingkat sejak 2014.

Kepada para perwira siswa, Menko Luhut juga berpesan agar pengambilan keputusan harus dilakukan secara terintegrasi dan holistik, seperti gaya pemerintah sekarang. “Dalam proses pengambilan keputusan harus terintegrasi, semua harus terlibat,” terangnya sembari menceritakan penyelesaian masalah produksi garam nasional yang ternyata harus melibatkan menteri di bidang pertanahan. ”Masalah tanah saya panggil Pak Sofyan (Menteri Agraria dan Tata Ruang – red), duduk 2 kali kami rapat, (tim) teknis jalan, sebulan setengah sudah dapat proposal dari tim.”

“Memang musti berkait, tidak bisa satu kementerian menyelesaikan satu masalah, tetapi bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai dengan kerja sama tim” jelas Menko Luhut.

Share Button

Comments

comments

Translate »