promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Gernasmapi : “Cabut Peraturan KKP yang Mematikan” – LAUTINDO

Gernasmapi : “Cabut Peraturan KKP yang Mematikan”

|Lautindo|Perikanan|Jakarta – Wayan Sudja selaku Juru bicara Gerakan Nasional Masyarakat Perikanan Indonesia (Gernasmapi) menghubungi lautindo sore tadi (4/10) untuk menyampaikan hasil diskusi hangat 23 Asosiasi, Paguyuban Nelayan, dan Pembudidaya Ikan se Indonesia.
Kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan disampaikan bahwa berbagai aturan yang dikeluarkan KKP sejak November 2014 telah mematikan usaha nelayan, unit pengolahan ikan dan pembudidaya ikan kerapu.

“Ironisnya anjloknya ekspor perikanan ini terjadi bukan karena masalah di pasar ekspor. Justru saat ini di pasar ekspor permintaan ikan dan harga ikan sedang naik.” Demikian Wayan Sudja. Dia berani menyatakan  bahwa anjoknya ekspor ikan terjadi karena aturan-aturan Kementrian Kelautan dan Perikanan yang terbit tanpa melalui proses kajian, konsultasi publik, sinkronisasi peraturan, dan sosialisasi seperti diamanatkan UU no 31 tahun 2014.

Akibatnya sejak akhir tahun 2014 produksi perikanan di seluruh pelabuhan besar perikanan Indonesia (Muara Baru, Brebes, Tegal, Pekalongan, Batang, Juwana, Rembang, Lamongan, Gresik, Situbondo,Benoa, Bitung, Ambon, Tual, Sorong, Merauke) merosot terus, sehingga berakibat pasokan ke industri Unit Pengolahan Ikan (UPI) anjlok parah.

Kondisi ini terjadi akibat aturan-aturan KKP yang mematikan termasuk tidak diperpanjangnya ijin operasi 760 kapal nelayan buatan luar negeri yang telah lulus analisa dan evaluasi dari KKP, larangan trans-shipment, larangan penggunaan pukat hela dan pukat tarik, lambatnya perpanjangan ijin kapal tangkap dan kapal angkut, larangan menangkap lobster, kepiting dan rajungan ukuran tertentu, hambatan akses bagi kapal buyer ikan kerapu hidup dari luar negeri untuk berbelanja ikan kerapu hidup ke sentra-sentra budidaya ikan kerapu dan dinaikkannya pungutan PNBP untuk perpanjangan ijin SIPI kapal tangkap hingga 1.000%.

Yang terkena hambatan bukan hanya kapal-kapal yang masuk dalam daftar hitam, namun juga kapal-kapal yang telah lulus analisa dan evaluasi dari tim KKP. Wayan menyatakan bahwa saat ini sekitar 1.5 juta kepala keluarga nelayan dan buruh ikan menganggur sedangkan  devisa yang hilang sekitar US$ 1.5 Milyar per tahun. Sebenarnya sudah banyak laporan termasuk hasil kunjungan dan penelitian yang disampaikan tentang kelesuan perikanan laut dewasa ini termasuk dari Wakil Presiden, Wantimpres, Kemenko Maritim, Anggota KEIN, dan instansi lainnya yang berkunjung ke Ambon, Banda, Tual, Seram, Bitung, Muara Baru, Jawa Timur. Yang terbaru adalah diterbitkannya Instruksi Presiden no 7 tahun 2016. Namun Asosiasi dan Paguyuban menilai  belum juga merubah keadaan.
KKP juga telah melakukan penciutan total kapasitas armada nelayan Indonesia sebesar 65%, turun dari 620.000 GT ke 220.000 GT sehingga Indonesia kehilangan kapasitas armada nelayan sebesar 400.000
GT. Penciutan dilakukan dengan tidak memperpanjang ijin operasi kapal buatan luar negeri milik badan usaha Indonesia, yang distigmatisasi KKP sebagai kapal ex-asing, seolah olah milik orang asing dan berbendera asing. Hambatan perpanjangan ijin juga dilakukan terhadap kapal nelayan dari kayu buatan dalam negeri.

Nelayan harus menunggu 5 hingga 9 bulan bahkan lebih lama lagi untuk mengurus perpanjangan ijin SIPI dan SIK PI. A rmada ini berukuran diatas 30 GT hingga 700 GT dan beroperasi di ZEE RI dan laut lepas menangkap ikan tuna, cakalang, albacore. Dari  jumlah kapal ikan yang diperkirakan sekitar 650.000 buah, yang beroperasi hanya 5.700 buah yang berukuran diatas 30 GT, atau total sekitar 620.000 GT, armada nelayan inilah yang memasok Unit Pengolahan Ikan (UPI) berorientasi pasar ekspor.

Selebihnya, perahu nelayan kecil berukuran antara 10 hingga 30 GT didaftarkan di propinsi dan kabupaten yang merupakan  98% dari total armada nelayan. Kemampuan melautnya tentu saja  tidak bisa jauh kelautan sehingga hasil  tangkapnya juga rendah.

 

Share Button

Comments

comments

Translate »