GORGA, SANG LEGENDA, SUDAH BERPULANG

Gorga Gultom
Bonar ‘Gorga’ Gultom
Lautindo | Jakarta | Telah berpulang ke rumah Bapa di Sorga, Drs. Bonar Gultom (GORGA), pada hari Senin Malam, 28 Maret 2016. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Dharmais, Ruang Garnet, Jakarta, dan akan dimakamkan pada Hari Kamis, 31 Maret 2016.
Bonar Gultom, yang dikenal dengan nama GORGA, adalah  maestro, komposer, legenda pencipta lagu puji pujian abad modern, pelatih yang menapaki dari pelaku paduan suara gerejawi. 
Gorga lahir di Siborongborong, 30 Juni 1934, pendidikan Sarjana dari Universitas Indonesia, Jakarta (1963). Penerima beasiswa penuh dari Perusahaan Belanda: NV Vereenigde Deli Maatschappijen.
Berkarir dengan Jabatan Terakhir sebelum pensiun pada tahun 1989 adalah Direktur Komersial dan Umum pada PT Perkebunan Negara XIII, Bandung, Jawa Barat.
Pengalaman Musik
  1. Otodidak. Sejak kecil senang menyanyi dari umur delapan tahun
  2. Juara I menyanyi seriosa Pekan Kesenian Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 1958 di Yogyakarta dan tahun 1960 di Denpasar, Bali
  3. Juara-I menyanyi seriosa bintang Radio Republi Indonesia di Medan dan kemudian di Jakarta (Nasional) 1968
  4. Aktif sebagai anggota Paduan Suara Gereja sejak SMA dan diteruskan selama Mahasiswa.
  5. Pemimpin dan pelatih Suara Gerejawi dan Nasional sejak Mahasiswa 1958 hingga sekarang.
  6. Paduan Suara NHKBP Menteng Jalan Jambu, Jakarta.
  7. Paduan Suara SERDAM ROHANI, Jakarta, mendampingi bapak E.L Pohan
  8. Paduan Suara Ibukota, Jakarta mendampingi Binsar Sitompul
  9. Paduan Suara Pria Immanuel GKPI Medan
  10. Paduan Suara Gabungan GKPI Medan
  11. Paduan Suara Exaudi GKPI Ciliwung-Bandung
  12. PS Anugerah HKBP Jakarta
  13. PS Gerja Bethel Indonesia, Tanjung Priok- Jakarta
  14. PS Sola Gratia GKPI Menteng- Jakarta
  15. Khusus sebagai PS Anugerah HKAP Jakarta, Gorga—pernah mengantarkan 2 kali Paduan Suara ini tampil dalam konser Internasional di Amerika Serikat, Yaitu 1991 dalam tour ke Los Angeles.
  16. Memimpin gabungan Paduan Suara yang terdiri dari kontingen yang berasal dari 33 Provinsi di Indonesia, menyanyikan Mazmur 150 ciptaanya yang menjadi lagu wajib pada Pesperawi Nasional ke VI di Istora Senayan, Jakarta, dihadapan Presiden RI pada saat itu Gus Dur hadir
  17. Menciptakan 150 lagu rohani dan non rohani—sekaligus mengrasemen untuk segala jenis musik dalam Paduan Suara.
Dalam Lomba Pasparawi Nasional ciptanya menjadi lagu wajib diantaranya;
  1. “Doa Bagi Negara” menjadi lagu wajib PS-SATB Golongan A pada Pesparawi ke III di Medan 2006
  2. “Langit Menceritakan” menjadi lgu pilihan wajib PS-SATB golongan B pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
  3. “Yesusku juru Selamatku” menjadi lagu pilihan trio SSA pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
  4. “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung” menjadi lagu wajib solis remaja pada Pesparawi ke Vii di Makassar tahun 2003
  5. “Kepada siapa Aku Harus Takut” menjadi lagu pilihan pertama PS-SATB pada pesparawi ke VII di Makassar tahun 2003
  6. “Pujian Allah di tempat kudusNya” menjadi Lagu Wajib pada Pesparawi ke VII di Jakarta tahun 2000
  7. “Persaudaraan Yang Rukun” menjadi lagu pilihan pada Pesparawi ke V di Surabaya 1996
Hampir semua lagu ciptaanya telah dikenal dan dinyanyikan menjadi judul album mereka. Lalu tersebut dipakai sebagai lagu wajib.
 
Menerjemahkan lagu-lagu asing ke dalama bahasa Indonesia dan bahasa Batak, sekaligus membuat aransemen paduan suaranya, antaranya;
 
  1. O Holy night (Malam Suci?Borgin Na Badia) karya Adolphe Adams
  2. No Body Knows (Holan Tuhan Yesus) Negro Spritual
  3. Deep River (didia) Negro Spritual
  4. My Heavenly Father Watches Over me (Tuhan ku menjaga aku) karya Charles Gabriel
  5. God And Alone (hanya Allah Hu ) karya Phil Mc Hugh
  6. Majesty (Pujianlah Yesus) karya Jack Hayfort
  7. He is Exalted (Tuhanlah Raja Semesta) karya Twila Paris
  8. You Raise Me Up karya Rolf Lovland (dipopulerkan oleh Josh Groban dan davi Foster)
  9. Bagai Tetesan Embun karya Putri dan Maruli Simorangkir ,SH
  10. Terima Kasih Tuhan karya Putri dan Maruli Simorangkir, SH
  11. Bunga Pansur karya Cadman dan roger Wagner
  12. Dolok Betany karya NN (Transkripsi dari kaset berbahasa Jerman)
  13. Yesus Gembala Yang Baik karya H. R Palmer
  14. Were You There (Uju I di atas ni sada dolok) Negro Spritual
  15. Natarsilang do Kristus karya W.A Mozart
  16. Narer My God to Thee karya sarah Adams dan Lowell Mason
  17. Holan Tuhan Jesus, Negro Spritual
  18. Nyanyian Kidung Natal karya W.A Mozart
  19. Nearer my God to Thee karya Sarah Adams dan
  20. Gog be With You Sai Tuhanta mandongani Ho karya William G. Tomer
  21. Laiseir d’Amour Tuiahn Berkatilah karya Giovani Martini
  22. Sejauh Timur dari Barat karya Jonathan Prawira
  23. Maha Mulia (Namarmulia) karya G.F Handel
  24. Ada saatnya kita jumpa karya Taralamsyah Saragih
  25. Ya Allah Bapa karya st A. K Saragih
  26. Tumbuhan Poyon-Poyon karya St A.K Saragih
  27. The Prayer karya Carol Sager dan David Foster
  28. Ave Maria karya Franz Schubert
 
Lagu Lagu Etnik yang diaransemen ke Bahasa Inggris diantaranya:
  1. Yamko Rambe Yamko (Papua) menjadi stand Tall, God Loves Us ALL
  2. Jali-jali (Betawi) menjadi Up And Down
  3. Bukit Kemenangan Karya Djuahari menjadi My God is Near Me
 
Karya Opera
  1. Argado Bona Ni Pinasa (Opera Batak), 1969
  2. Parsorion ni Parmitu (opera Batak), 1970
  3. Kembali ke Betlehem (Opera Natal) 1972
  4. Putih dan Hitam (opera Natal) 1972
  5. Nostalgia Masa Hasiswa (Opera Komedi) 1979
  6. Tumba Singamangara XII (Opera Sejarah) 1980
  7. Kasih Paling Agung (Opera Paskah) 1982
  8. Lilin-lilin Perdamaian (Opera Natal) 1983
  9. Si Boru Tudosan (Opera Budaya Batak) 1989
Buku;
  1. Kumpulan Karya Bonar Gultom (Gorga) diterbitkan Yayasan Musik Gerja (Yamuger)
  2. Kumpulan Lagu-lagu Rohani Untuk Paduan Suara jilid I 2002
  3. Kumpulan Lagu-lagu rohani untuk Paduan suara jilid II, 2005
  4. Opera Natal Putih dan Hitam 2005
  5. Kumpulan lagu-lagu rohani untuk Paduan Suara Wanita untuk PS Wanita jilid 2006
 
Konser:
  1. Dalam rangka menyambut tamu pemerintah Sumatera Utara di Medan lewat Opening dan Closing Ceremony Medan Fair (Pekan Raya Medan)
  2. Pageran Bernard dari Kerajaan Belanda (1972)
  3. Raja Boumdewijn dan Ratu Fabiola dari kerjaan Belgia (1974)
  4. Menyambut perdana menteri Lee Kwan Yew dari Singapura (1975)
  5. Dan menyambut Toen Abdul Razak dari Malaysia (1976) dengan pementasan “Arga do Bona Ni Pinasa” di alam terbuka ditepi pantai Danau Toba, Parapat.
Penghargaan;
  1. Pada tahun 1975 menerima penghargaan dari pangeran Bernard dalam undangan khus ke Istana Kerjaan Belanda Soesdijk
  2. Menerima penghargaan dari KNPI Sumatera Utara sebagai penghargaan atas peranyan dalam pengemabangan generasi muda Sumatera Utara 1980
  3. Pada 1982 menerima penghargaan dari Pangkowilhan Sumatera Utara sebagai putra teladan.
  4. Pada 1998 menrima penghargaan sari Gubernur Suamtera Utara atas lagu ciptaanya “Marsipature Hutanabe”
  5. Pada tahun 2003 menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya yang dicapainya saat menyutradarai pementasan Opera Arga Do Bona Ni Pinasa pada Pesta Rakyat Danau Toba di Kota Parapat sebagai opera yang melibatkan pemain terbanyak 232 orang.

Penghormatan tertinggi di dunia puji pujian rohani untuk Drs. Bonar Gultom, GORGA, SANG LEGENDA.

sumber:  Diolah dari berbagai sumber