HARAPAN UNTUK PILOT DAN COPILOT KEMENTERIAN ESDM

pilot-dan-copilot-kementerian-esdm
Gaya menteri ESDM Ignasius Jonan dan wakilnya Dr. Archandra sedang bercanda. Kepundak mereka berdua dibebankan begitu banyak harapan (ist)

|Lautindo|ESDM|Jakarta – Sejak dilantik minggu lalu oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri dan wakil menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), banyak anggota masyarakat menantikan penampilan Ignasius Jonan yang sebelumnya dikenal sebagai Marathon Man, karena sebagai menteri perhubungan berkejaran dengan waktu menyambut Mudik Lebaran 2016 lalu sedangkan Archandra dikenal sebagai menteri pemegang rekor terpendek ketika diberhentikan sebagai Menteri ESDM karena memiliki dwi kewarganegaraan yang diharamkan Undang-Undang ketatanegaraan kita.

Sejak menjadi Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), nama Jonan memang sudah berkibar dan memiliki pendukung. Gebrakannya menata administrasi, manajemen maupun bangunan Stasiun serta kebersihan gerbong banyak diapresiasi masyarakat.

Demikian pula kerja kerasnya menata ulang Pelabuhan laut, Bandar Udara serta penataan operasional Bus penumpang dan Truk mendapat acungan jempol, teristimewa menjelang lebaran yang lalu, dimana Jonan bergerak cepat, tanpa kenal lelah termasuk di hari libur dan hari Ulang Tahun nya dari Ujung Barat hingga Ujung Timur Indonesia. Demikian pula mencoba menjadi penumpang Bus antar Kota maupun Kereta Api malam, sehingga dipastikan kenyamanan para penumpang yang akan mudik.

Sayangnya upaya dan kerja keras kementerian Perhubungan menjadi cacat akibat peristiwa Brebes, dimana ribuan kendaraan pemudik terjebak di pintu keluar tol di Brebes.

Di hadapan Civitas Academica Universitas Andalas, Archandra yang mengaku memiliki lidang Minang English menjelaskan betapa dia tidak diberi penjelasan yang memadai dan waktu yang cukup untuk mengurus administrasi kewarganegaraannya, sebab hanya diinstruksikan hadir di Istana Negara. Dari bandara Soekarno-Hatta dan bahkan berangkat ke Istana dari Hotel mereka sekeluarga Naik Taksi. Tidak ada fasilitas jemputan, apalagi voor riders sebagaimana petinggi negara membelah kemacetan jalan raya.

“Selamat bertugas pak, Semoga sehat dan sukses serta Kompak” demikian Suparli Mahmud menulis di laman Jonan. Ada pula yang menyebut “Baru ini saya cocok dengan pilihan Jokowi”. Sofyan Hadi menulis,”Buat gebrakan pak seperti di KAI.”

Abu Asha berujar, “Selamat berjuang untuk kemajuan negara ini, karena kita kaya sekali dengan SDAnya.”

Ada harapan agar Maluku yang punya Masela akan membuat negara makmur jika diolah secara bijak. “Semoga kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan untuk mengolahnya membawa keuntungan lebih manusiawi untuk saudara-saudaraku di Maluku.” Kata Febri.

DPD Alkindo DKI langsung memohon menteri ESDM turun tangan menyikapi masalah UU no.18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi dan UU no.30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Alkindo memohon penundaan implementasinya ke tahun 2018 dengan alasan kesiapan sistem IT di Dirjen ketenagalistrikan yang belum maksimal. “Pembuatan SBUPTL dan SKTTK terkesan berjalan Lambat.” pungkas Edward Marpaung.

Yang memuji Archandra sebagai orang yang mau berkorban demi negara tidak kurang banyak, Bagi banyak orang, kesediaan Archandra untuk bersedia kembali masuk kabinet dan menjadi wakil menteri pula memang sesuatu yang luar biasa. Umumnya tokoh seperti dia akan segera cabut meninggalkan Indonesia. Namun Ilmuwan yang hanya membawa 7 kofer dari Houston ke Jakarta ini punya prinsip yang luar biasa.

Archandra membiasakan kedua putrinya berbudaya Indonesia. Dalam pertemuan dengan lautindo di hari pelantikan, istri wakil menteri ESDM ini menegaskan bahwa mereka berbahasa Indonesia selama di Amerika Serikat. Tidak mengherankan bila dari benua Amerika, mereka mengimpikan untuk kembali ke Indonesia dan bekerja untuk kepentingan NKRI. Semoga

 

 

Share Button

Comments

comments

Translate »