Berperan Aktif, Indonesia Dukung Program Kerjasama Teknis IMO 2019-2020

Delegasi Indonesia di IMO, London, 18-20 Jun 2018
Delegasi Indonesia di IMO, London, 18-20 Jun 2018

| LAUTINDO | IMO | London | Pemerintah Indonesia hadir pada sidang International Maritime Organization (IMO) Technical Cooperation Committee (TC) ke-68  yang diselenggarakan di Markas Besar IMO di London pada tanggal 18 s.d 20 Juni 2018. “Berperan Aktif, Indonesia Dukung Program Kerjasama Teknis IMO 2019-2020″.

Pada pelaksanaan hari ke-2 Sidang TC ke-68 telah ditetapkan program-program kerjasama teknis IMO dalam periode dua tahunan (2019-2020) berupa program-program peningkatan kapasitas SDM maritim meliputi pelatihan, workshop/lokakarya maupun pendidikan tinggi di tingkat pascasarjana hingga doktoral.

Atase Perhubungan KBRI London, Simson Sinaga, menyatakan bahwa Indonesia mendukung dilaksanakannya program-program kerjasama tersebut yang sangat perlu untuk diikuti oleh SDM maritim di Indonesia.

“Ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam program-program kerjasama teknis tersebut sekaligus menunjukkan eksistensi Indonesia sebagai negara anggota IMO,” jelas Simson.

Dalam sidang tersebut, Delegasi Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan teknis dari IMO dalam upaya peningkatan kapasitas dan implementasi instrumen IMO yang dilaksanakan di tahun 2016-2017, terutama Indonesia menyampaikan apresiasi kepada IMO-Norad atas dukungan terkait aksesi Konvensi Air Ballas dan penetapan PSSA di Selat Lombok.

Lebih jauh lagi Delegasi Indonesia menyampaikan rencana pelaksanaan the First High-Level Regional Meeting of Marine Environment Protection in South East Asia Seas (MEPSEAS) Project di Bali pada tanggal 25 – 27 Juni 2018, yang akan dihadiri oleh maritime administrator dari 7 beneficiaries yaitu Kamboja, Filipina, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Akan hadir pula delegasi negara ASEAN lainnya, Sekretariat Tokyo MOU, PEMSEA, dan WIMA Asia.

“Delegasi Indonesia mengapresiasi para donor yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di WMU dan IMLI, yang lulusannya telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia maritim di Indonesia,” kata Simson.

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia berharap dukungan dari stakeholders terkait kontribusi ke institusi pelatihan tersebut untuk menghasilkan SDM Indonesia yang mampu bersaing di dunia internasional.

“Kami berharap agar BUMN dan stakeholder terkait dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendukung terciptanya SDM Indonesia di sektor transportasi laut yang andal dan berdaya saing dengan berkontribusi kepada institusi pelatihan di bawah IMO,” tutup Simson.

Share Button

Comments

comments

Translate »