promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon INDUSTRI PELABUHAN DIPENGARUHI 5 TREN – LAUTINDO

INDUSTRI PELABUHAN DIPENGARUHI 5 TREN

Marine Tech Indonesia, JIExpo Kemayoran, 23 - 25 Nov 2016
Industri Pelabuhan

| Lautindo | Opini | Thahir* | Banyak diantara kita yang sudah lihai dalam bisnis pelabuhan. Namun diantara kita mungkin masih ada yang ingin memperdalam soal bisnis operator pelabuhan. Apa sih yang mempengaruhi bisnis pelabuhan. Melalui kesempatan ini saya izin berbagi pendangan saya yang minim ini soal bisnis sebagai operator pelabuhan. Apa sih tren yang mempengaruhinya. Dalam beberapa kondisi yang dialami oleh pelabuhan-pelabuhan di dunia, setidaknya ada lima identifikasi dasar penyebab yang dapat mengubah permainan bisnis operator pelabuhan sebagai berikut :

DINAMIKA RANTAI PASOKAN PELABUHAN
Produk dari bisnis perusahaan pelayaran dan rute-rute perdagangan lewat laut baik dalam negeri dan luar negeri yang ada selama ini dan dalam beberapa tahun terakhir ini telah bergeser dengan lebih cepat dari sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh “Accenture” menunjukkan bahwa siklus produk pasokan pelabuhan dari perusahaan pelayaran menurun sebanyak 46% selama dekade terakhir. Selain itu, beberapa perusahaan pelayaran sepertinya membentuk aliansi guna mengusulkan dan mempertahankan meningkatnya biaya dan tariff pelabuhan dan meningkatkan kemampuan kontribusinya pada nasional.

Hal ini dapat menjadi permasalahan, yaitu adanya peningkatan pertumbuhan kapasitas pelabuhan yang melebihi dari permintaan dengan perbandingan sekitar 2:1. Dulunya kapal yang datang adalah kapal sedang dan menengah. namun ke depan kedatangan kapal-kapal yang lebih besar ukurannya akan menjadikan perusahaan pelayaran lebih memaksa operator pelabuhan untuk memperbaiki fasilitas dan pelayanan serta penawarannya.

Freight forwarder dan pihak ketiga sebagai penyedia logistik juga menuntut adanya pelayanan yang khusus dari pelabuhan. Permintaan ini juga didorong adanya kebutuhan pelanggan akhir (end user). Mengingat faktor-faktor ini, maka operator pelabuhan perlu menjadikan bisnisnya lebih customer-centric yang fleksibel dan dapat merespon kebutuhan perusahaan pelayaran dengan biaya lebih rendah. Ini bisa dicapai dengan mengintegrasikan semua proses dan merampingkan birokrasi operasional, dan menawarkan layanan untuk meningkatkan respon loyalitas dari pelanggan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelanggan-pelanggan yang lemah menjadi kuat dan loyal. Itulah sebabnya rantai pasokan berperan besar.

DAMPAK OTOMATISASI DI PELABUHAN
Operator pelabuhan kini dapat meningkatkan produktivitasnya dengan mengotomatisasi operasionalnya. yang dapat diperoleh dari negara-negara produsen fasilitas pelabuhan. Sebagaimana kita ketahui bahwa pelabuhan-pelabuhan yang baru eksis seperti di Indonesia, yang sekarang lagi semarak digalakkan, juga di Vietnam dan Malaysia menggunakan otomatisasi guna meningkatkan dan mempercepat dimana cara otomasi ini sepertinya tidak mungkin dilakukan untuk operator pelabuhan yang tua atau kuno. Sesuai dengan pengalaman, otomatisasi teknologi untuk operasional pelabuhan dapat memberikan dorongan 30% dari produktivitas sebelumnya. Operator pelabuhan yang telah maju juga terus memperbarui penggunaan otomatisasi untuk lebih menaikkan produktivitas. Jadi dampak otomasi sangat besar.

VOLATILITAS EKONOMI DUNIA
Dalam beberapa tahun terakhir, siklus ekonomi dunia tidak stabil, yang menyebabkan besarnya ayunan dalam profitabilitas perusahaan pelayaran dan operator pelabuhan. Dengan kondisi kelesuan ekonomi di pasar Negara-negara maju, maka pertumbuhan bisnis pelabuhan selanjutnya akan terfokus pada pasar Negara-negara berkembang, seperti Indonesia diantaranya. Di dalam lanskapnya, operator pelabuhan perlu memperlincah diri dengan bisnis-bisnis yang efisien dan dapat menyesuaikan dengan cepat akan kondisi ekonomi yang tidak stabil ini.
Akan tetapi operator pelabuhan perlu lebih berhati-hati dalam mengelola prosesnya ini, proses bisnis dengan skala lebih besar mungkin tiba-tiba tidak dapat mencapai target reformasi yang diharapkan, dan operator dapat menciptakan konflik dengan pekerjanya. Volatilisat ekonomi dunia juga menjadi pertimbangan.

MANAJEMEN (MEMPERSINGKAT) WAKTU UNTUK MAKSIMALKAN LABA
Mengingat lingkungan ekonomi yang tidak menentu ini, mempunyai banyak waktu untuk membangun basis dengan klien-klien besar yang prospek dan menjalin dengan perusahaan-perusahaan pelayaran baru baik dalam dan luar negeri. Pada saat yang sama, pasar kurang mampu dan kurang bersedia untuk membayar harga dan tariff premium pelabuhan. Ini berarti operator pelabuhan terpaksa harus ‘burn cash’ dalam waktu yang lama, karena pelabuhan harus menghabiskan uang tetapi tidak mendapatkan pendapatan yang setara dan seimbang. Dengan cara mengembangkan model bisnis yang gesit, operator akan dapat lebih baik dengan kondisi ekonomi sekarang ini dan meningkatkannya pada saat yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan.Jadi perlu cari waktu yang tepat.

KEKURANGAN TENAGA OPERATOR PELABUHAN
Banyak operator pelabuhan setidaknya terganggu oleh adanya kelangkaan tenaga professional yang berkualitas. Pendatang dan pemain baru operator pelabuhan tentunya memerlukan supply tenaga sumber daya manusia untuk manajemen dari pesaing-pesaingnya bahkan bisa jadi diambil dari tenaga luar negeri, ini yang bisa menjadi persoalan besar, dan hal ini kemungkinan akan membutuhkan biaya besar dan mahal. Situasi ini dapat sangat sengit akan terjadi pada pasar-pasar dari pelabuhan kecil, pasar-pasar dari daerah pelabuhan terpencil yang akan dibangun dan pasar-pasar yang baru muncul, yang sedang dikembangkan.

Pada kasus pelabuhan yang sudah maju, tentunya tidak begitu material. Kurangnya tambahan tenaga professional dapat sementara dirangkap dengan pekerja yang ada dan sebagai akibatnya pekerja pelabuhan yang ada tidak mempunyai peluang untuk dapat mengembangkan dirinya. Dimana sangat dibutuhkan untuk kelangsungannya di masa yang akan datang. Salah satu cara untuk mengatasi situasi kekurangan tenaga kerja ini adalah dengan proses standardisasi dan IT, yang dapat mengurangi kebutuhan peran dan meringankan dampak kekurangan tenaga tertentu. sehingga kekurangan tenaga operator juga mempengaruhi tren bisnis operator pelabuhan. [*Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc. adalah Founder dari Thahir Maritime Center]

Share Button

Comments

comments

Translate »