Ratu Maxima: Inklusi Keuangan Secara Global Dorong Percepatan Pembangunan Daerah Terpencil

Utusan Sekjen PBB, Ratu Maxima berdiskusi dengan Menko Luhut B. Panjaitan
Utusan PBB, Ratu Maxima berdiskusi dengan Menko Luhut B. Panjaitan

| LAUTINDO | Ekonomi | Swiss | Prioritas pembangunan daerah terpencil menjadi topik yang hangat dalam pembicaraan antara Menko Luhut dengan Ratu Maxima dari Belanda di Davos, Swiss. Ratu Maxima adalah Penasehat Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Inklusi Keuangan atau UNSGSA (United Nations Secretary-General’s Special Advocate for Inclusive Finance for Development). “Ratu Maxima: Inklusi Keuangan Secara Global Dorong Percepatan Pembangunan Daerah Terpencil”.

Ratu Maxima menjelaskan sebagai utusan PBB sejak tahun 2009, ia bertugas mempromosikan pentingnya inklusi keuangan secara global. Misinya adalah agar inklusi keuangan mampu mempercepat pencapaian sejumlah prioritas nasional seperti yang tercakup dalam SDG’s, seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, persamaan gender, dan pertumbuhan yang seimbang, dan masih banyak lagi.

“Tujuan yang tercantum dalam SDGs memiliki relasi satu sama lain. Misalnya, kalau mengupayakan pengembangan pendidikan, maka di sisi lain juga sekaligus dapat mengatasi permasalahan kemiskinan,” ujar Ratu Maxima.

Menko Luhut B. Panjaitan mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini dengan memprioritaskan dana pembangunan untuk pembangunan daerah terpencil, hal ini untuk memperkecil angka kemiskinan.

Pemerintah Indonesia saat ini harus lebih kreatif mencari pembiayaan pembangunan di kota-kota besar. “Kami sedans mencari alternatif pembiayaan dengan melibatkan swasta, tentunya juga dengan menpertimbangkan aspek lingkungan hidup dan inovasi teknologi,” jelasnya.

Ratu Maxima akan berkunjung ke Indonesia bulan depan, mengatakan pada misinya kali ini akan menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam percepatan pemanfaatan inklusi keuangan.

“Distribusi ekonomi, menyejahterakan ibu dan mencerdaskan anak, mendorong keterlibatan sektor swasta. Hal-hal ini yang ingin saya tekankan pada kunjungan saya nanti. Setelah itu kita bisa sampaikan, pentingnya menabung, bagi mereka. Lalu saya juga akan mendorong pemberian kredit untuk usaha kecil menengah dan sektor pertanian,” ujar Ratu Maxima dengan semangat.

Sehubungan dengan sektor pertanian ini, Menko Luhut menjelaskan ada sekitar 15 juta orang (petani dan keluarganya) yang hidupnya akan terpengaruh oleh larangan Uni Eropa akan ekspor sawit Indonesia. Ratu mengatakan akan membantu memfasilitasi untuk mengatasi masalah ini.

Setelah bertemu Ratu Maxima, Menko Luhut B. Panjaintan menghadiri diskusi antartokoh dan pemimpin negara lain tentang pembangunan pada “Circular Economy Platform Leadership Board Meeting” di World Economic Forum Annual Meeting 23-26 January 2018 Davos-Klosters, Switzerland.

—————————————————————————————————————–

inklusi keuangan: orang atau lembaga yang menjadi nasabah atau pengguna jasa keuangan. Jasa keuangan itu ada banyak jenisnya, misal : menyimpan uang yang aman, transfer, pinjaman, investasi dan asuransi. 

Dilansir dari website resmi Bank Indonesia, kondisi inklusif keuangan diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Meningkatkan efisiensi ekonomi.
  2. Mendukung stabilitas sistem keuangan.
  3. Mengurangi shadow bankingatau irresponsible finance.
  4. Mendukung pendalaman pasar keuangan.
  5. Memberikan potensi pasar baru bagi perbankan.
  6. Mendukung peningkatan Human Development Index(HDI) Indonesia.
  7. Berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang sustain dan berkelanjutan.
  8. Mengurangi kesenjangan (inequality) dan rigiditas low income trap, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada penurunan tingkat kemiskinan

 

Share Button

Comments

comments

Translate »