Mau Investasi di Sektor ESDM, Temukan Kuncinya Disini

ESDM Investasi

| LAUTINDO | Energi | Jakarta | Pemerintah serius genjot realisasikan target investasi di tahun 2018, khususnya di bidang Energi, demikian dibeberkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. “Mau Investasi di Sektor ESDM, Temukan Kuncinya Disini”.

Sejauh ini, Kementerian ESDM sudah melakukan penyederhanaan regulasi sebanyak 186 peraturan dan perizinan, terdiri dari 90 peraturan dan 96 perizinan mencakup sertifikat dan rekomendasi.

“Dengan adanya policy yang menghapus peraturan yang tidak memberikan added value kepada business climate, kita berharap ini akan memperbaiki investasi di sektor energi,” kata Arcandra saat berdiskusi tentang Pendekatan Disrupsi untuk Meningkatkan Iklim Ramah Investasi di Bimasena Jakarta.

Reformasi regulasi tersebut, imbuh Arcandra, merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Joko Widodo dan menjadi salah satu Kementerian/Lembaga yang menyederhanakan regulasi secara besar-besaran. “Tidak ada pengecualian. Ini harus kita lakukan secepat mungkin,” tutur Arcandra tentang arahan Presiden.

Terkait pemilihan teknologi, penerapan sistem daring (online) dengan satu pintu akan membantu mempercepat bisnis proses. “Sesuai janji Menko Perekomomian akan selesai dalam waktu tiga menit,” jelas Arcandra.

Berikut ini adalah kunci penting yang diyakini mendongkrak investasi sektor ESDM, yaitu penyederhanaan perizinan, pemilihan teknologi, dan peningkatan sumber daya manusia, seperti yang diungkanpkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

Bukti sinergi antara penyederhanaan regulasi yang ditunjung dengan teknologi adalah peralihan sistem kontrak bagi hasil di sektor minyak dan gas bumi dari cost recovery ke gross split. Sistem baru tersebut memberikan fleksibilitas pemilihan teknologi dan tidak membebani biaya produksi ke keuangan negara.

Arcandra tak lupa mengingatkan, paradigma memaknai sumber daya alam (SDA) di Indonesia semestinya diubah. “Kekayaan alam bukan lagi dianggap sebagai state revenue, tapi lebih kepada sebagai economic driver pertumbuhan,” tegas Arcandra. Di sektor migas misalnya, jika saat ini di Indonesia rentan waktu produksi migas dari semenjak penemuan akhir tahun ini kira-kira lebih dari 15 tahun.

Di samping itu, Arcandra mengingatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor ESDM demi menjaga daya saing yang kompetitif. “3 tahun belakangan saya minta melakukan meningkatkan kompetensi mereka dari 4 hal, yaitu harus ikut e-learning, on job training, class training dan hands-on training,” tutup Arcandra.