The Jakarta Japan Club Sebagai Sarana Komunikasi dan Koordinasi Terintegrasi dan Holistik

Menko Luhut bertemu Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo
Menko Luhut bertemu Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo

| LAUTINDO | Maritim | Tokyo | Dorong peningkatan kualitas kerjasama, kehadiran Menko Luhut di Jepang adalah dalam rangka menyelesaikan beberapa masalah investasi. Salah satunya adalah masalah keterlambatan bayar kepada perusahaan Jepang dalam pengerjaan proyek MRT Jakarta. “The Jakarta Japan Club Sebagai Sarana Komunikasi dan Koordinasi Terintegrasi dan Holistik”.

“Saya cek tadi Pak Ardan Kepala BPKP, ternyata diperiksa lagi ada masalah mekanisme yang kurang pas yang sedang juga diperbaiki. Tadi sudah diselesaikan, sudah beres, dan Jepang senang sekali,” cerita Menko Luhut ketika langsung merespon keluhan dari Menteri Keiichi Ishii dan Shimizu Corporation.

Sebagai solusi bekelanjutan terhadap masalah investasi seperti itu, Menko Luhut menyampaikan mekanisme penyelesaian yang sudah mulai berjalan melalui The Jakarta-Japan Club. Forum ini diinisiasi oleh Menko Luhut sebagai pertemuan berkala antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jepang di kantor Kemenko Maritim, Jakarta.

“Dan saya janji kepada PM Abe untuk sekali dalam 2 atau 3 bulan, The Jakarta-Japan Club akan bertemu dengan kita (pemeritah Indonesia-red) untuk mendengarkan keluhan-keluhan mereka kalau ada,” janji Menko Luhut untuk terus mengaktifkan forum tersebut.

“Saya kira sangat optimis karena orang-orang Jepang kerjanya punctual ya, kerjanya teamwork, dan kita juga teamwork, ketemu makanya. Sekarang mereka senang jadi hampir semua masalah-masalah mereka bisa kita selesaikan dengan baik. Saya kira itu membuat confidence pada mereka yang sangat tinggi,” ungkap Menko Luhut tentang rasa optimismenya.

Solusi seperti ini belum pernah dilakukan di Indonesia. Bahkan untuk membuat semakin terintegrasi dan holistik dalam menyelesaikan masalah, The Jakarta-Japan Club selama ini telah didukung dengan suatu kelompok kerja khusus (pokja).

“Mereka (Jepang-red) nggak tahu bahwa ada Tim Pokja 4 itu yang menangani seperti ini, (maka) itu kita kenalin sehingga dengan demikian makin cepat diselesaikan masalah itu kan makin baik,” papar Menko Luhut mengenai keterlibatan tim khusus yang beranggotakan hampir semua perwakilan dari kementerian dan penegak hukum.

“Jadi kata kunci itu terintegrasi dan holistik penyelesaiannya,” tambah Menko Luhut menggambarkan cara kerja pemerintahan Joko Widodo saat ini.

Share Button

Comments

comments

Translate »