Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat Memudahkan Wisatawan Menikmati Keindahan Danau Toba

Tol Tebing Tinggi Prapat

| Lautindo | Pariwisata | Jakarta | Target kota wisata Parapat maupun pulau wisata Samosir untuk mendatangkan jutaan wisatawan akan segera kesampaian dengan akan dimulainya pembangunan jalan Tol yang akan menghubungkan kota Tebing tinggi Deli dengan Parapat yang menjadi pusat wisata Danau Toba. “Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat Memudahkan Wisatawan Menikmati Keindahan Danau Toba”.

Penandatanganan Kontrak kerja sudah dilaksanakan di kantor Menteri Kordinator perekonomian yang dihadiri Menko Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayani serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulijono.

Pembangunan jalan tol sejauh 143,25 kilometer ini akan dikerjakan oleh PT. Wakita Karya, PT. Hutama Karya, dan PT Jasa Marga dengan nilai investasi sebesar Rp.13,45 Triliun.

Setelah penandatanganan perjanjian ini, akan dilanjutkan dengan lelang konstruksi sehingga pembangunannya segera bisa terlaksana dan dapat digunakan unttuk kepentingan masyarakat tepat waktu.

Menurut Menteri Keuangan, Dana untuk pembangunan Jalan tol ini bukan berasal dari APBN akan tetapi murni dana swasta. Pemerintah hanya memberikan penjaminan melalui skema  Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan dengan adanya penjaminan ini akan memberikan rasa aman dan kenyamanan berinvestasi bagi Badan Usaha yang akan membangun Jalan tol tersebut.

“Kami tidak mengeluarkan uang dari APBN tetapi swasta maupun Badan Usaha yang ikut membangun konstruksi ini mendapatkan jaminan dalam bentuk keamanan dan kenyamanan dari berbagai risiko.” Demikian penjelasan Sri Mulyani.

Termasuk penjaminan yang diberikan pemerintah adalah Pembebasan tanah yang selama ini sering menjadi hambatan di dalam pembangunan jalan tol. Untuk itu, Sri Mulyani menegaskan bahwa itu akan menjadi urusannya Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Ditambahkannya bahwa sudah cukup banyak proyek yang harus diselesaikan oleh LMAN ini.

Ketertinggalan Indonesia di dalam pembangunan infrastruktur sudah sangat dirasakan menghambat pembangunan ekonomi rakyat. Untuk itu pemerintah Jokowi bersungguh-sungguh mengejar ketertinggalan tersebut, tanpa melanggar prinsip kehati-hatian. “Ini akan sangat penting, karena pembangunan infrastruktur akan dimanfaatkan oleh 1 atau bahkan beberapa generasi.” Ujar mantan Direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.

Menteri PUPR Basuki menambahkan bahwa proyek jalan tol ini ditargetkan sudah akan selesai dan dapat dimanfaatkan di tahun 2019.

Share Button

Comments

comments

Translate »