Jokowi Masuk 20 Besar Tokoh Islam Paling berpengaruh di Dunia

sarung-jokowi-2 Jokowi seringkali mengunjungi pesantren dan tokoh Islam Nusantara

Lautindo|NKRI|Jakarta – Ditengah gonjang ganjing tentang kenegarawanan Presiden Republik Indonesia yang ke 7 – Joko Widodo, Lembaga Survey Independent berpengaruh di dunia Islam yakni Pusat Studi Strategi Islam di Amman, Yordania, yang secara khusus merilis daftar 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia edisi 2017 dan menempatkan Jokowi di posisi terhormat yakni di Posisi ke 13.
“Kriteria pemilihan tokoh diukur dari kekuasaan akan ideologi, ekonomi, budaya, dan politik untuk dunia Muslim,” begitu laporan The Muslim 500, Minggu (21/5).
.
Posisi pertama pada survey 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia ini jatuh ke pada Rektor Universitas Al Azhar Mesir, Prof.Dr. Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayeb yang kemudian diikuti oleh para Negarawan dari Negara-negara Islam termasuk Raja Salman dari Arab Saudi dan Imam Khamenei dari Republik Islam Iran.
Alasan utama terpilihnya Jokowi lebih pada keberhasilannya membangun kepercayaan masyarakat kepada sosok yang merakyat ini sejak memimpin Surakarta, hingga keberhasilannya meminimalkan korban Banjir di Jakarta ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Dalam 500 tokoh ini, pemimpin ummat dari Indonesia yakni Ketua Umum NU KH Said Aqil Siradj, juga masuk The Muslim 500. Said berada di peringkat 20.
Perjuangan Jokowi pra dan paska Pilkada DKI Jakarta untuk menyatukan visi dan misi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 semakin besar sehingga muncul kata “Gebuk” mereka yang anti Pancasila menjadi bahan perdebatan di media massa dan media sosial.
Beberapa kali Jokowi mengumpulkan para pimpinan Ormas Keagamaan dan tokoh Agama untuk memaparkan betapa pentingnya Indonesia dipertahankan sebagai negara kesatuan dengan tidak mempertentangkan atau saling mengejek keberadaan Agama yang berbeda.
Presiden mengajak para Tokoh Agama untuk memberikan suasana sejuk di berbagai kesempatan memberikan khotbah, wawancara maupun tulisan di media.
Presiden juga mengundang pimpinan redaksi Media massa dan media elektronik dan meminta media tidak memperkeruh situasi, melainkan memberitakan berbagai peritiwa dari sudut pandang yang menciptakan keoptimisan.
Baru-baru ini, Jokowi secara khusus diundang oleh Raja Salman dari Arab Saudi untuk mendampinginya dalam pertemuan dengan pemimpin AS, Donald Trump. Ini semakin menunjukkan betapa pemimpin Indonesia ini sangat diharapkan oleh Dunia Islam di dalam perundingan dengan dunia barat.