Berlayar Tanpa SPB, Kapal Kairos Hilang Menuju Pulau Mayau Batang Dua

Pencarian KM Kairos (istimewa)
Pencarian KM Kairos (istimewa)


| LAUTINDO | Kapal | Bitung |
 Kapal KM. Kairos yang bertolak dari Pelabuhan Bitung menuju Pulau Mayau Batang Dua hingga kini (15/8) belum ditemukan. “Berlayar Tanpa SPB, Kapal Kairos Hilang Menuju Pulau Mayau Batang Dua”.

Pulau Mayau merupakan salah satu desa di kecamatan Batang Dua, kota Ternate, provinsi Maluku Utara, Indonesia. Mayau juga merupakan nama fam di Maluku Utara. Marga Mayau banyak bermukim di Kepulauan Sula Maluku Utara. Khususnya di Desa Wasakai.
Kapal tersebut diketahui berlayar tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan tidak menyalakan Radio sehingga sulit diketahui keberadaannya.
“Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Services (VTS) terus melakukan pemantauan dan sudah menyebarkan berita pertolongan kepada kapal-kapal yang berlayar di sepanjang rute pelayaran KM. Kairos. Adapun kapal tersebut berangkat tanpa SPB dan tidak menyalakan Radio,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bitung, Capt. Weku F. Karuntu  (15/8).
Lebih lanjut, Capt. Weku menjelaskan bahwa kapal tersebut bermuatan barang kebutuhan pokok dengan jumlah penumpang sebanyak 18 orang.
 
“Dari laporan yang masuk ke kami, kapal tersebur membawa sembako dan mengangkut 18 orang. Jika kapal tersebut berangkat pukul 1 pagi dini hari (12/8) dengan waktu tempuh dari Bitung ke Pulau Mayau Batang Dua sekitar 11 jam semestinya sudah tiba di hari yang sama sekitar pukul 12 siang namun hingga kini belum tiba di tujuan dan tidak diketahui keberadaannya” ujar Capt. Weku.
 
Capt. Weku juga menyayangkan kapal KM. Kairos dengan berat GT 10 tersebur berani mengambil resiko berlayar tanpa izin dan tanpa menyalakan radio.
 
“Kami sangat menyayangkan KM. Kairos telah melanggar aturan yang berlaku dengan berani ambil resiko berlayar tanpa izin dan tanpa radio sehingga ketika ada musibah pelayaran, sulit bagi kami untuk memberikan pertolongan karena keberadaannya saja kami tidak tahu dimana posisi terakhir kapal tersebut,” ujar Capt. Weku.
 
Namun demikian, Capt. Weku terus memonitor dan pihaknya bersama Basarnas melakukan operasi SAR dengan melakukan penyisiran di perairan Pulau Mayau.
 
“Berdasarkan informasi yang didapatkan dari salah satu penumpang kapal KM. Kairos yang berhasil menghubungi keluarganya, KM. Kairos diduga kandas di salah satu pulau di perairan antara Bitung dan Batang Dua. Namun informasi ini tentunya harus kita pastikan lagi dengan melakukan penyisiran di perairan tersebut,” ujar Capt. Weku.
Sementara itu, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Bitung mengerahkan Kapal patroli KNP. Pasatimpo untuk melakukan pencarian KM. Kairos.
 
“Kapal patroli dengan komandan Eddy Sutomo bertolak menuju lokasi pencarian kemarin (14/8) sekitar pukul 09.00 waktu setempat,” kata Kepala PLP kelas II Bitung, Andi Amran.
 
KNP. Pasatimpo yang mendapat laporan KM Kairos hilang kontak langsung berangkat dan bergabung dengan tim SAR yang mengerahkan KN. SAR Pandudewanta untuk melakukan operasi pencarian.
 
“Kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan ketinggian ombak antara 2 hingga 3 meter. Hari ini kita lanjutkan pencarian kapal tersebut, semoga hari ini kapal tersebut bisa ditemukan dan semua penumpangnya dapat dievakuasi dengan selamat,” tutup Andi.
Share Button

Comments

comments

Translate »