Pembangunan Sektor Perikanan Terhadap Kearifan Lokal

Lautindo | Pesisir | Setiawan Liu | Narasi besar dalam politik pembangunan sector perikanan yakni kesejahteraan nelayan serta masyarakat pesisir, bukan melulu pelestarian sumber daya alam. Kalau kondisi seperti sekarang ini, kesejahteraan nelayan tidak terpenuhi, berarti ada yang perlu dibenahi, Pembangunan Sektor Perikanan Terhadap Kearifan Lokal. “KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) merefleksikan dan membuat inovasi dan terobosan. Sehingga tidak akan muncul aksi-aksi demo yang melibatkan ribuan nelayan,” Apriyanto Wijaya dari Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI) mengatakan kepada Redaksi.

Seperti evaluasi penggunaan cantrang, yang menurut masyarakat merupakan tradisi, sebuah kearifan lokal, sementara menurut KKP dianggap berpotensi menimbulkan kerusakan sehingga berpengaruh pada menurunnya ketersediaan sumber daya ikan, Pembangunan Sektor Perikanan Terhadap Kearifan Lokal.

Apriyanto tidak melihat penggunaan cantrang identik dengan pengrusakan sumber daya alam secara sistemik. Kegiatan penangkapan ikan terutama nelayan kecil tidak mungkin hanya di pinggiran. “Terumbu karang tidak ada di tengah laut. Jangkauan (cantrang) juga tidak besar. Mereka tangkap ikan di tengah laut, tidak ada terumbu karang.

Kearifan lokal juga bersanding dengan karakter nelayan yang kesehariannya bertarung dengan ganasnya alam. Pembangunan Sektor Perikanan Terhadap Kearifan Lokal. Sehingga kondisi tempat mereka bekerja di laut membentuk karakter terhadap pengambilan keputusan. Kondisi tempat kerja nelayan berbeda dengan petani yang berada di daratan. Nelayan setiap seper-sekian detik harus bisa mengambil keputusan. Sama seperti ketika mereka menangkap ikan, kalau tidak cepat, akan tergerus alam. “Sama seperti ketika mereka gelar aksi demo ketika di anggap tidak ada ruang komunikasi dengan regulator dan khususnya pengambil keputusan, dibutuhkan reaksi cepat atas gap komunikasi Nelayan dengan pemerintah, dalam hal ini KKP.

Share Button

Comments

comments

Translate »