Kebisingan Kapal

Oleh Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc.

Code of Noise Levels
Code of Noise Levels (Publio Beltrán Palomo1 at shipjournal.co)

Dalam kapal penumpang atau ferry atau kapal pesisir, mempunyai tingkat kebisingan rata-rata sekitar 70dB, ruang akomodasi biasanya langsung di atas ruang mesin. Dibandingkan dengan tingkat batas kebisingan adalah 65 dB(A) untuk di raung kantor kapal, dan 60 dB(A) untuk ruang kabin, sesuai dengan yang direkomendasikan oleh IMO Resolusi A468, Code tentang Tingkat Kebisingan di kapal, dimana tingkat 70dB tersebut melewati batas yang dipersyaratkan, IMO – Code of Noise Levels on Board Ships, Resolution A468.

Untuk alasan tersebut, kita perlu memperbaiki lingkungan kapal dengan menggunakan bahan redaman yang baik dengan kemampuan redaman yang sangat baik pada dinding kapal dan lantai dari ruang akomodasi di kapal penumpang dan kapal ferry. Misalnya tingkat kebisingan dapat dikurangi sekitar 3 sampai 5 dB.

Di sisi lain, IMO telah membahas dan memperkuat IMO Resolusi A468 di atas dan menjadikan Kode tersebut wajib untuk kapal. Kode sesuai tingkat kebisingan, IMO Res.A468, saat ini menjadi Rekomendasi, kemungkinan akan diperkuat dan dijadikan wajib untuk kapalkapal bangunan baru dengan ukuran 1.600 GT keatas. Mengingat keadaan ini, isu pengurangan kebisingan di kapal akan terus berkembang.

Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini dapat mengajak masyarakat maritim Indonesia untuk melakukan penelitian perihal kebisingan kapalkapal berbendera Indonesia termasuk penggunaan bahan peredam apa di atas kapal.

Kami berharap bahwa tulisan ini akan memberikan pemicu mulainya upaya pengurangan kebisingan di kapal dan bila kita menemukan bahan peredam yang baik maka kita dapat mempromosikan penggunaan bahan peredam tersebut ke manca Negara. Untuk Indonesia Poros Maritim Dunia.

Add reff Rules for Classification and Construction I Ship Technology:
Harmony Class – Rules on Rating Noise and Vibration for Comfort, Cruise Ships (v ≤ 25 kn)

Share Button

Comments

comments

Translate »