Kemenko Maritim Jajaki Kerjasama dengan Perancis

Kemenko Maritim
Kemenko Maritim bersama Delegasi Pemerintah & Pengusaha Perancis [HumasKemenkoMaritim]
Lautindo | Menko Maritim Rizal Ramli menerima 22 orang delegasi dari Perancis yang tergabung dalam Kluster Maritim yang beranggotakan beberapa asosiasi dan federasi perusahaan besar, pemilik kapal, pemilik pabrik kapal, dan pemilik usaha olah raga air. Kluster maritim ini mewadahi pengusaha-pengusaha dari golongan bisnis dan industri maritim Perancis. Pada prinsipnya kluster tersebut tertarik untuk melakukan kerja sama dengan Indonesia terkait dengan maritim, energi, teknologi, dan lain-lain karena melihat keseriusan pemerintah Indonesia dalam upaya pengembangan poros maritim.

Kluster maritim Perancis yang merupakan gabungan dari sekitar 400 perusahaan besar yang bergerak di bidang maritim, perikanan, logistik, ahli bidang IT, ahli pelacak dan pengurangan polusi, ahli energi akan mendukung Indonesia mempromosikan potensi kelautan dan kegiatan maritim, termasuk perkapalan, sektor energi untuk kekuatan maritim, navigasi, dan lain-lain. Ada beberapa perusahaan dalam delegasi ini yang sebelumnya telah beberapa kali mempresentasikan bidang usahanya di Indonesia.

Pada kesempatan ini Ketua Delegasi Pengusaha Perancis, Phillipe Louis Dreyfus bersama dengan Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Corinne Breuze, menyatakan bahwa kemaritiman merupakan pekerjaan yang telah lama menjadi perhatian mereka dengan diawali adanya kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang di dalamnya menerapkan beberapa program kelautan dan perikanan, mengembangkan identifikasi polusi, sumber daya kelautan Indonesia, pemetaan budidaya udang, kerjasama gabungan antara KKP dan Bakamla, dan termasuk juga hydroturbine. Selain itu, kerja sama juga dalam hal energi terbarukan dari tenaga laut, dan pusat terumbu karang juga menjadi fokus kerja sama dengan Kemenko Bidang Kemaritiman.

Menko Maritim menyampaikan telah mengawal beberapa kebijakan yang penting dan krusial, diantaranya adalah pendirian organisasi CPOPC untuk melakukan koordinasi dengan negara-negara penghasil sawit yang lain. Selanjutnya, beberapa bulan ke depan akan bertambah sejumlah negara yang akan bergabung dalam organisasi ini. Ada juga rencana pemberian 3500 kapal nelayan ukuran 30 GT untuk meningkatkan jumlah tangkapan nelayan, pemberian asuransi kecelakaan dan jiwa bagi nelayan, pembangunan perumahan nelayan yang layak, dan membangun banyak pelabuhan untuk perbaikan kualitas ikan yang diekspor dan untuk menjaga konektivitas. Sudah ada perbaikan infrastruktur, pembangunan bandara, pembukaan pelabuhan untuk investasi. Ke depan direncanakan akan dibangun pelabuhan-pelabuhan transit, untuk wilayah Timur Indonesia di Dumai, Sulawesi Selatan, atau Lombok yang sekarang masih dalam proses evaluasi.

Dalam bidang energi, Indonesia masih kekurangan teknologi, di mana dalm hal ini Cina sangat kompetitif, sehingga diharapkan Uni Eropa punya potensi untuk bersaing dengan Cina, namun harus ada kerja sama dalam negeri untuk menurunkan biaya produksi. Ada komitmen untuk mengurangi energi berbahan fosil, dan sepakat dengan Perancis untuk menurunkan emisi karbon.

Dalam hal pariwisata, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata kelas dunia yang perlu lebih dikenalkan lagi. Untuk langkah awal pembangunan pariwisata difokuskan pada 10 destinasi wisata agar dana pemerintah yang tadinya terlalu banyak disebar pada beberapa destinasi wisata dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur di 10 lokasi destinasi wisata terpilih. Strategi pariwisata lainnya adalah dengan memberikan visa bebas kepada beberapa negara yang tidak terlibat narkoba maupun epidemic penyakit tertentu, serta yang tidak berpotensi menyebarkan paham ekstrim. Diberikan juga kemudahan akses masuk untuk kapal pesiar dan yacht di perairan Indonesia.

Inisiasi kerjasama ini akan bermuara pada bisnis di bidang maritim, oleh karena itu dalam waktu dekat perlu dilakukan fasilitasi kerja sama dengan mengadakan workshop antara perusahaan-perusahaan Perancis yang tertarik di sektor maritim dan perusahaan-perusahaan Indonesia, sehingga dapat terjadi kerja sama bisnis dan kesepakatan yang konkret untuk pengembangan sektor maritim di Indonesia.

[HumasKemenkoMaritim]

Share Button

Comments

comments

Leave a Reply

Translate »