promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Kini! Pelayaran Rakyat Dibangkitkan Kembali – LAUTINDO

Kini! Pelayaran Rakyat Dibangkitkan Kembali

Transportasi Danau Toba, Sumber : 183.182.92.167 | katalogwisata.com
Transportasi Danau Toba, Sumber : 183.182.92.167 | katalogwisata.com

| LAUTINDO | POROS MARITIME | JAKARTA | Sering kali kita bahkan sebagian besar dari kita sebagai bangsa bahari berpadangan bahwa yang namanya pelayaran rakyat adalah sama dengan pelayaran tradisionil. Pelayaran rakyat dan pelayaran tradisionil seakan sudah melekat tidak bisa dipisahkan menjadi satu. Pelayaran Rakyat yang dikenal dengan singkatan dengan “Pelra” oleh bangsa Indonesia merupakan suatu sector usaha angkutan rakyat atau masyarakat dengan memanfaatkan perairan setempat dari kalangan ekonomi kecil dan menengah bahkan ada pengusaha lokal besar yang juga ingin terlibat dalam usaha pelayaran rakyat ini. Pelayaran rakyat atau pelayaran tradisional adalah perusahaan pelayaran yang dikelola dengan manajemen dan operasi kapal secara tradisional. “Kini! Pelayaran Rakyat Dibangkitkan Kembali”.

Pelayaran rakyat mempunyai karakteristik khusus, disain kapalnya juga khusus tidak sama dengan disain kapal konvensi, material yang digunakan untuk konstruksi kapal biasanya terbuat dari kayu alam, teknik dan tata cara pembangunan kapal sangat unik, berbeda-beda antara daerah satu dengan daerah lainnya, kapal biasanya kapal rakyat memanfaatkan angin dan menggunakan layar dan meski ada kapal yang menggunakan mesin penggerak kapal yang tidak harus menggunakan mesin dengan persyaratan tinggi. Kapal rakyat di Indonesia dikenal dengan kapal layar Pinisi, perlengkapan kapalnya sederhana tidak selengkap bila dibandingkan dengan kapal konvensi, termasuk peralatan navigasi kapal sederhana, dan pelabuhan yang disinggahi oleh pelayaran rakyatpun juga bukan pelabuhan besar bahkan pelabuhan alam dapat disandari untuk melaksanakan angkutan dan bongkar muat.

Ada kapal rakyat yang memiliki penggerak kombinasi yaitu layar dan motor. Karena beroperasi di Indonesia, maka sesuai dengan azas cabotage maka kapal rakyat harus berbendera Indonesia dengan ukuran biasanya kecil di bawah 24 meter. Kapal rakyat ini tergolong kapal non-convention yaitu kapal yang mengikuti aturan Negara setempat.

Pelayaran rakyat biasanya mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat setempat, budaya masyarakat Aceh, budaya Juwana-Jawa Tengah, budaya masyarakat Bulukumba-Sulawesi Selatan, budaya masyarakat Madura, budaya masyarakat Muncar-Banyuwangi, dll. Pengelolaan kapal pelayaran rakyat biasanya dikelola secara tradisional dan ditangani karena kedekatan emosional antara pemilik kapal yang punya modal dan operatornya yang biasanya juga masih kerabat dekatnya atau tetangganya.

Dengan berkembangnya kapal-kapal konvensi, kapal-kapal eksisting yang dibeli dari Negara lain, kapal yang bermesin standar klasifikasi, kapal yang memiliki kecepatan lebih tinggi, kapal memiliki ruang muat dan daya angkut yang lebih banyak, kapal hamper dapat memastikan sampai ke pelabuhan tujuan, dan pendapatan atau nilai ekonomis bisnis kapal bila menggunakan kapal rakyat semakin menurun dan tidak ekonomis, maka peran pelayaran rakyat semakin memudar dan kondisinya saat ini semakin memprihatinkan.

Untuk kepentingan pengangkutan muatan dengan jumlahnya sedikit atau kecil, permintaan kecil, perdagangan local terbatas, maka pelayaran rakyat sangat tepat untuk bisa dipergunakan dan dimanfaatkan. Akan tetapi untuk pelayara local dengan titik tuju pelabuhan yang agak jauh biasanya pebisnis lebih ekonois menggunakan kapal konvensi yang relative lebih besar.

Kapal rakyat menghubungkan antara pulau-pulau tertentu dan pulau yang ada didekatnya yang jumlah populasi penduduknya masih sedikit. Pelayaran rakyat dipergunakan untuk angkutan lewat air di pedalaman guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di daerah, di sepanjang aliran sungai-sungai khususnya di pulau Kalimantan, Sumatera dan Papua.

Kondisi perairan dan under keel clearance biasanya dangkal menjadi permasalahan utama bagi pelayaran rakyat terutama kapal yang melakukan navigasi di pedalaman dan sungai-sungai terutama pada musim kemarau atau saat air laut mengalami pasang surut. Konsekwensinya Dinas perhubungan setempat perlu dan harus mengupayakan dasar sungai dan aliran sungai dilakukan pengerukan untuk mengatasi permasalahan under keel clearance yang dangkal tersebut.

Pelayaran rakyat perlu dikembangkan dan didorong

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman tampak sedang gencar-gencarnya melakukan pengembangan dan mendorong bangkitnya pelayaran rakyat dengan harapan dapat :
1. meningkatkan pelayanan dan manajemen keselamatan pelayaran rakyat yang melintasi daerah-daerah pedalaman
2. mendorong pelayaran rakyat untuk dapat melakukan penetrasi pasar ke daerah-daerah yang memiliki alur pelayaran dengan under keel clearance kecil, jarak dasar kapal yang masuk ke air, terhadap dasar sungai, danau ataupun laut, sehingga memudahkan dan memperlancar kapal dalam melakukan manuver, dan mencegah benturan dan atau kerusakan
3. membantu meningkatkan kemampuan rakyat ekonomi kecil dan menengah untuk menciptakan lapangan kerja dan usaha rakyat untuk angkutan laut nasional
4. meningkatkan kompetensi para nelayan, pelaut-pelaut daerah untuk pelayaran rakyat dan membangkitkan jiwa kewira-usahaan dan kewiraswastaan dalam bidang usaha angkutan laut oleh rakyat dan angkutan di sungai-sungai dan daerah terpencil.

[Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc.]

Share Button

Comments

comments

Translate »