promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon KKP Atur Regulasi Kapal Angkut Ikan Hidup Hasil Budidaya – LAUTINDO

KKP Atur Regulasi Kapal Angkut Ikan Hidup Hasil Budidaya

Lautindo Slamet Soebijakto dirjen perikanan Budidaya
Lautindo | Jakarta | Untuk lebih meningkatkan hasil usaha Budidaya Ikan Laut Indonesia, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan, akan mengatur kapal angkut ikan hidup hasil budidaya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal yang dipimpinnya  akan mengeluarkan aturan tata kelola kapal angkut ikan hidup yang akan tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan. Adapun aturan yang ada selama ini, dia nilai sangat pro kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia.
Slamet Soebjakto menggelar konferensi pers terkait kapal angkut ikan hidup.Aturan yang akan diterapkan misalnya akan mengatur  tempat kapal angkut yang hanya boleh di satu pelabuhan muat singgah. Demikian pula mengatur frekuensi kapal angkut masuk Indonesia dan lebih penting lagi, kapal pengangkut ikan hidup berbendera asing tidak boleh masuk ke lokasi pembudidayaa ikan.

“Kapal asing pengangkut ikan hidup tidak bisa seenaknya masuk ke pelosok, atau daerah terluar yang jauh dari jangkauan pengawasan KKP,” tegas  Slamet kepada Media.Ditambahkan bahwa kapal yang menjelajahi wilayah perikanan budidaya hanyalah kapal lokal (feeder). Dimana kapal lokal ini lah yang akan memindahkan ikan budidaya yang di angkutnya ke kapal asing yang bersandar di check point. “Jumlah check point juga harus dipantau. Harus ada sinergi dengan Kementerian perhubungan, Kementerian Keuangan yang diwakili bea cukai, karantina, Bakamla, dan lain-lain”.

Untuk pengaturan check point, Slamet mengatakan masih dipersiapkan. Namun  pemerintah melihat potensi lokasi check point terutama  di Indonesia bagian Timur seperti Kendari dan Natuna. Penetapan ini untuk  memudahkan ekspor, memudahkan pengawalan, dan memudahkan pengawasan. Dan  ini sudah disiapkan  di bagian timur”,

Slamet juga membahas soal ‎Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI)  Kapal angkut ikan yang benihnya berasal dari budidaya akan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB). Sedangkan ikan yang berasal dari tangkapan alam diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT).

Hingga Februari 2016 tercatat sebanyak 28 kapal pengangkut ikan hidup hasil pembudidayaan yang izinnya diterbitkan oleh DJPB, yang terdiri dari 12 kapal berbendera asing dari 4 perusahaan, dan 16 kapal berbendera Indonesia dari 13 perusahaan.

Slamet berharap, dengan adanya pengaturan itu, ekspor ikan hidup hasil pembudidayaan ikan ke luar negeri dapat lebih terkontrol dan tercatat. Hasil budidaya ikan akan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan, meningkatkan hasil industri galangan kapal dalam negeri, serta mewujudkan pengelolaan perikanan yang bertanggungjawab, lestari, dan berkelanjutan.

“Yang pertama permen ini kita harapkan sesegera mungkin. Karena Bu Menteri tahu betul masalah ini. Dan karena  tujuannya untuk menertibkan maka waktunya tidak boleh berkepanjangan”, pungkas Slamet.

Permen KP ini merupakan tindaklanjut Surat Edaran (SE) No.721/DPB/PB.510.S4/II/2016, dalam rangka penataan kembali serta mendukung kelestarian lingkungan dan Sumber daya alam, namun dianggap kemunduran oleh para petani, nelayan dan eksportir. Kesalah pahaman ini tentu saja sangat perlu diluruskan.

Asosiasi Budidaya ikan laut sebelumnya sudah sangat gerah karena budidaya ikan kerapu yang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Kerapu juga merupakan salah satu komoditas budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Sehingga budidaya ikan kerapu selain menjadi andalan petani, nelayan juga eksportir. Bahkan KKP minta agar dalam kurun waktu lima tahun, ekspor (kerapu) naik dua kali lipat. Tapi awal Maret 2016 ada Surat Edaran (SE) Dirjen yang akan mencabut izin kapal.

Asosiasi juga mendorong Indonesia dengan target ekspor tinggi  menggelar karpet merah untuk Importir  Hongkong yang merupakan pusat para importir kerapu asal Indonesia. Importir Hongkong memiliki jaringan di 20 kota besar di Tiongkok sehingga eksportir Indonesia tidak perlu harus mengekspor sendiri ke Tiongkok. Dan para Importir ini memiliki kapal sendiri

Mudah-mudahan penerbitan Permen akan menenteramkan hati para Petani yang merasa ditinggalkan menteri Susi akibat kesalahpahaman dengan SE Ditjen di bulan Februari yang lalu.

Ikan kerapu mulai dari jenis bebek, macan, sunu, lumpur semakin banyak dibudidayakan petani termasuk di Bali. Kerapu bebek bernilai ekonomis lebih tinggi ketimbang jenis lain. Harganya sekitar 400.000-an per kilo di tingkat pembudidaya untuk pasar ekspor. (S.Liu dan Dharma H)

Share Button

Comments

comments

Translate »