Pangkas Biaya Transportasi dan Logistik Pengangkutan Ikan, KKP ingin PERTAMINA Bantu Bangun SKPT

Produk Perikanan
Produk Perikanan
| LAUTINDO | KKP | JAKARTA |  Bertempat di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Elia Massa Manik menandatangani kesepakatan bersama tentang Sinergi Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya KKP. “KKP ingin PERTAMINA Bantu Bangun SKPT”.
Kerja sama ini sejalan dengan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau-pulau terluar Indonesia guna membangun lini luar Indonesia. Menteri Susi ingin Pertamina membantu KKP dalam pembangunan SKPT untuk memangkas proses, jalur transportasi, dan logistik pengangkutan ikan tangkapan nelayan.
“Saya punya keyakinan tanpa kita membangun lini luar Indonesia, kita akan terus berkutat di dalam negeri saja, dan kita tidak akan bisa maju ke depan,” jelas Menteri Susi.
“Sekarang ikan dari Morotai itu dibawa ke Bitung dulu delapan jam pakai kapal. Dari Bitung diproses, dibawa lagi ke Makassar, baru dibawa kembali lagi ke Bitung. Jadi putar-putar nggak karu-karuan. Jadi sudah selayaknya kita buka head to head. Timur Indonesia Utara ke HUB gateway luar seperti Palau, Davao. Kemudian selatan Papua itu misalnya ke Cairns, Brisbane, Darwin,” papar Menteri Susi.
 
Menurutnya, pemangkasan jalur dan proses ini akan membuat harga produk perikanan Indonesia normal (tidak mahal) di pasaran karena tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan logistik yang besar. Selain itu, dengan adanya pemangkasan ini, produk perikanan Indonesia diharapkan dapat langsung dikirim ke pasar internasional. “Bukan dibawa dari atas ke bawah, naik lagi ke atas. Ongkosnya saja sudah berapa, sisa untuk nelayan sedikit,” terang Menteri Susi.
 
Namun Menteri Susi menyadari, kendala pembangunan SKPT adalah energi, yaitu energi listrik dan BBM. Oleh karena itu, Ia meminta Pertamina untuk memberikan dukungan. Bukan dalam bentuk subsidi BBM, melainkan pengadaan solar di setiap daerah terutama di wilayah SKPT.
 
“Seminggu saya jadi Menteri, saya umumkan BBM (untuk kapal) di atas 30 GT subsidi hilang, itu yang pertama. Yang kedua, saya juga minta (kapal) yang di bawah 30 GT 1,2 juta kilo juga suruh dihilangin (subsidi), sampai hari ini kok tidak dihilangin. Padahal keluhan nelayan kami, kami ini tidak perlu disubsidi. Kami ini perlu solar ada di mana-mana. Jadi tolong dicabut (subsidi), tapi kembalikan solar ada di mana-mana, di mana nelayan membutuhkan. Itu permintaan kita. Saya mohon ini bisa ditindaklanjuti,” kata Menteri Susi.
 
Menteri Susi berpendapat, subsidi BBM tidak dapat dinikmati nelayan kecil karena mereka memakai BBM dengan harga termahal. Sehingga, subsidi BBM yang diberikan Pertamina justru hanya dinikmati oleh industri yang tidak sepatutnya.
 
“Kami selalu mendukung Pertamina karena kalau Pertamina sehat, kuat, akan menjadi partner kita untuk mengembangkan wilayah SKPT kita,” imbuh Menteri Susi.
Baca : KKP – PERTAMINA Bersinergi Kelola Dan Kembangkan Sumberdaya Kelautan Dan Perikanan
 
“Stok ikan sudah naik banyak. Pemerintah menargetkan konsumsi ikan dari 43 kg menjadi 46 kg. Berarti 3 kg dikali 250 juta penduduk Indonesia, ada 750 ribu ton ikan yang harus didistribusikan dari nelayan tangkap ke konsumen. Konsumen terbesar ada di pulau Jawa. Nah tentu perlu pengangkutan, transportasi, dan lain-lain. Nadinya, darahnya transportasi ya BMM-nya Pertamina,” kata Menteri Susi.
 
Lumbung ikan Indonesia ada di Indonesia bagian timur seperti di bagian utara Sulawesi, bagian barat Sumatera, dan bagian selatan Jawa. “Jika BBM dari Pertamina tidak lancar, semua aktivitas kelautan dan perikanan dapat terganggu”, ungkap Menteri Susi.
 
Menteri Susi juga berpesan agar regulasi tidak boleh membelenggu dunia usaha. Birokrasi-birokrasi yang tidak penting harus dibuang. “Demi rakyat, demi Indonesia lebih baik, demi ikan kita bisa dimakan oleh bangsa kita, bisa diekspor menghasilkan devisa, kita akan bekerjasama mendobrak hal yang tidak perlu dan membelenggu kita. Saya apresiasi atas MoU ini. Mudah-mudahan kerjasama Pertamina dan KKP makin maju, makin lanjut, dan nelayan diuntungkan, masyarakat konsumen ikan juga diuntungkan,” tandas nya.