KKP Lakukan Pendampingan Operasional Penggantian Cantrang

ikan-alat-cantrang
Cantrang yang terlarang (istimewa)

| LAUTINDO | KKP | JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan kegiatan pendampingan operasional alat tangkap gillnet millennium sebagai pengganti alat tangkap cantrang. Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja Tim Gabungan Solusi Penggantian Alat Tangkap Cantrang di Jawa Tengah. Kegiatan pendampingan telah dilaksanakan pada 4 – 7 Oktober 2016. Adapun lokasi pendampingan berada di Pelabuhan Pantai Morodemak, Kabupaten Demak.”KKP Lakukan Pendampingan Operasional Penggantian Cantrang”

Ketua Tim Gabungan Solusi Penggantian Cantrang yang juga menjabat sebagai Direktur Pelabuhan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Agus Suherman mengatakan kegiatan ini diawal dengan sosialisasi, identifikasi dan verifikasi nelayan sasaran.

“Kegiatan pendampingan telah dilakukan dari sosialisasi hingga ke tahap verifikasi nelayan. Anggota tim gabungannya ada dari DJPT KKP, BBPI Semarang, DKP Provinsi Jateng dan berbagai tokoh masyarakat”, ungkap Agus di Kantor KKP Jakarta, Rabu (12/10).

Lebih lanjut Agus menjelaskan, kegiatan pendampingan operasional ini bertujuan agar bantuan yang diberikan pemerintah dapat tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu. Selain itu, pemerintah ingin memastikan nelayan dapat mengoperasionalkan gillnet millennium secara efektif dan efisien. “Daerah penangkapannya juga tepat”, lanjut Agus.

Sementara Kepala BPPI Semarang Wahid mengatakan masyarakat sangat antusiasme mengganti alat cantrangnya, terutama saat pemerintah bersedia turun tangan membantu pergantian alat tangkap. “Hasil operasional ini semoga dapat sesuai harapan masyarakat dan target pemerintah”, ungkap Wahid.

Adapun di daerah Demak ini, digunakan operasional adalah 4 kapal dengan 4 jenis alat tangkap yakni gillnet monofilamen, gillnet millennium, ramai dan bubu.

Agus berharap, nelayan yang akan mengganti alat tangkapnya dapat segera menyesuaikan dan dapat berorientasi dengan alat tangkapnya yang baru. “Dengan pendampingan seperti ini, maka nelayan akan lebih efisien dalam menangkap ikan secara selektif dan sesuai dengan jalur operasinya. Dengan demikian alat tersebut dapat digunakan oleh yang bersangkutan dan tidak mangkrak atau malah dijual”, imbuhnya.

Share Button

Comments

comments

Translate »