promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Kapal KP HIU 11 Berhadapan Dengan Kapal Penjaga Pantai Tiongkok – LAUTINDO

Kapal KP HIU 11 Berhadapan Dengan Kapal Penjaga Pantai Tiongkok

Kepulauan Natuna
Kepulauan Natuna dalam Wilayah Laut China Selatan
Lautindo | Jakarta | Apa yang akan dilakukan oleh sebuah Negara berdaulat apabila tindakan yang dia lakukan kepada Pengusaha Negara lain yang berusaha atau berbisnis secara ilegal di wilayah teritorialnya dilindungi oleh Aparat atau pasukan Negara asal pengusaha tersebut?
Dilema ini yang sedang ramai didiskusikan hari – hari terakhir ini di gedung DPR, di kantor pemerintah RI  maupun kalangan pengamat. Atraksi arogansi kapal penjaga pantai Tiongkok terlihat dengan sengaja menabrak kapal  ikan Kway Fey 10078 berbendera  Tiongkok. Padahal Kapal yang disangkakan mencuri ikan di perairan kita di Natuna tersebut tengah digiring oleh kapal pengawas RI Hiu 11.
Patut diduga bahwa penabrakan tersebut disengaja kapal penjaga pantai Tiongkok agar Kapal Pencuri asal Tiongkok tersebut tidak jadi digiring oleh kapal Hiu kita.
 Lautindo bakamla
Kapal Penjaga Pantai Tiongkok
Sangat kita dukung reaksi keras  Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, karena kita yang sudah mendeklarasikan Negara Bahari ingin Negara tetangga semakin menghormati kedaulatan Laut Negara kita.
Menurut Menlu, tindakan kapal patroli Tiongkok merupakan pelanggaran hak berdaulat dan yurisdiksi di zona ekonomi eksklusif Indonesia serta wilayah landas kontinen Indonesia. Tindakan kapal Tiongkok itu juga menghambat penegakan hukum di Indonesia. Dan, kapal patroli Tiongkok tersebut juga melakukan pelanggaran di laut teritorial Indonesia.
Keberatan Indonesia sudah  disampaikan melalui Kuasa Usaha Sementara Kedubes Tiongkok di Jakarta  perlu ditindaklanjuti  dengan  upaya serius lainnya menekan Tiongkok supaya  peristiwa serupa tidak terulang lagi. Bukan rahasia lagi bahwa beberapa kali kapal pencuri ikan dari Tiongkok dilindungibahkan oleh kapal AL  Tiongkok dan apabila kali ini tidak ditindaklanjuti dikhawatirkan akan terjadi dan terjadi lagi.
Kita ingat di bulan  Maret 2003, dua kapal militer Tiongkok  mengejar kapal patroli Hiu Macan yang sedang menggiring kapal Tiongkok pencuri ikan di Kepulauan Natuna. Demikian pula di bulan  pada Juni 2009 ada delapan kapal Tiongkok menangkap ikan di ZEE Indonesia di Kepulauan Natuna.Lalu pada 22 November 2015, TNI AL dari Armada Barat pernah mengusir kapal yang masuk ke ZEE di sekitar Natuna. Adapun alasan pemerintah Tiongkok bahwa kapal-kapal Nelayan  itu menangkap ikan disana dengan alasan  area penangkapan ikan tradisional dianggap alasan yang mengada-ada dan tidak bisa dibenarkan.
Tentu kita pun tidak mengharapkan perang frontal antar kedua negara yang sesungguhnya sedang mengalami hubungan diplomasi dan perdagangan yang sangat baik. Mengedepankan dialog berdasarkan kesetaraan dan keadilan merupakan langkah yang sangat tepat. Oleh Karena itu, niat menteri Susi membawa insiden di Natuna ke Mahkamah Hukum Laut Internasional harus menjadi langkah terakhir jika jalan dialog telah benar-benar buntu.
Dari gedung DPR juga terdengar dukungan agar pemerintah bertindak tegas.  “Sepertinya memang Tiongkok berkeinginan kuat untuk menguasai seluruh wilayah Laut Cina Selatan termasuk wilayah teritori Indonesia,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, TB Hasanuddin dalam keterangan pers, Selasa (22/3).
Menurut mantan Sekretaris Militer ini, tindakan pemerintah Indonesia dengan protes keras dan merencanakan membawa kasus ini ke Mahkamah Hukum Laut Internasional (International Tribunal For the Law of the Sea) merupakan tindakan yang sudah tepat dan tegas. “Harus kita dukung,” tegas purnawirawan Mayjen TNI AD ini.
TB Hasanuddin menambahkan bahwa  dunia internasional termasuk Tiongkok harus diyakinkan bahwa wilayah sekitar Natuna adalah wilayah teritori NKRI. Dan Indonesia akan mempertahankan wilayahnya dengan cara apapun. Namun kita sangat perlu  memperkuat kemampuan Badan Keamanan Laut (Bakamla), agar dapat melakukan tugasnya seperti penegakan hukum, perlindungan, dan penyelamatan di laut.
Share Button

Comments

comments

Translate »