KSO Bandara Kertajati Sudah Disepakati, Investasi Senilai Rp 3 Triliun

Bandara Kertajati

| LAUTINDO | Maritim | Jakarta | Setelah melalui rangkaian negosisasi, kesepakatan Kerja Sama Operasi (KSO) Bandara Kertajati antara PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan PT Angkasa Pura II (AP II), akhirnya mencapai kata sepakat dan rencananya akan segera ditandatangani. “KSO Bandara Kertajati Sudah Disepakati, Investasi Senilai Rp 3 Triliun”.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan usai memimpin Rapat Koordinasi KSO Bandara Kertajati, di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta.

“KSO Kertajati, segera akan kita tandatangani, kalau jadwalnya pas bisa hari Senin pekan depan, jadi sepakat antara BIJB dan PT AP II jadi 17 tahun, kemudian tadi mengenai hitung-hitungan lain juga ada kemajuan,” Menko Luhut.

Proyek infrastruktur strategis pemerintah di bawah koordinasi Kemenko Maritim, dengan investasi senilai Rp 3 triliun tersebut juga akan menyertakan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), di mana nantinya pihak swasta akan dilibatkan dan tidak hanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja.

“Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo untuk melibatkan swasta, ada RDPT, jadi dengan begitu swasta masuk. Dan kita sekarang buktikan lagi kalau sistem pendanaan itu tidak hanya dari pemerintah semua, RDPT ini nantinya macam-macam swasta bisa masuk, ada banyak yang berminat,” tambah Menko Luhut.

Kedepan, keberadaan Bandara Kertajati akan bernilai sangat strategis. Dikarenakan dengan beroperasinya Bandara Kertajati, maka diperkirakan akan mengurai kepadatan penumpang di Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

“Jadi nanti tidak semua orang pergi dari Bandara Soekarno-Hatta, itu akan mengurangi traffic di Jakarta, saya kira akan banyak menguntungkan, dan saya kira harganya atau nilai dari Bandara Kertajati ini akan lebih tinggi lagi,” pungkas Menko Luhut.

Share Button

Comments

comments

Translate »