Dirjen Pehubungan Laut Pastikan Distribusi Barang Logistik Wilayah Ambon Berjalan Normal dan Lancar

Kemenhub Hubla

| LAUTINDO | Logistik | Ambon | Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memastikan distribusi barang kebutuhan dari Ambon ke beberapa daerah di Kabupaten Buru Selatan, Maluku berjalan lancar dan normal. “Dirjen Pehubungan Laut Pastikan Distribusi Barang Logistik Wilayah Ambon Berjalan Normal dan Lancar”.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, Henry Tondang mengatakan bahwa untuk wilayah Ambon dan sekitarnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan dukungan terhadap distribusi barang kebutuhan atau logistik melalui program tol laut dan kapal perintis.

“Armada tol laut sudah masuk ke Ambon dengan trayek T-7 melalui Namlea dan trayek T-15 melalui Namrole. Sedangkan untuk armada perintis sudah ada 8 trayek Sabuk Nusantara di Ambon yaitu R 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52 dan 53,” ujar Henry.

Menurut Henry, Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan logistik di Indonesia Wilayah Timur. Jika ada permasalahan terkait distribusi logistik tentunya Pemerintah tidak tinggal diam agar memastikan jalur distribusi logistik tetap lancar.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan bahwa Pemerintah selalu memiliki rencana cadangan bila dilapangan ditemukan permasalahan yang terjadi terkait permasalahan ketersediaan kapal pengangkut logistik.

“Kita ada kapal tol laut dan juga kapal perintis yang masuk ke wilayah Maluku dan itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Maluku khususnya Ambon. Jika sekiranya masih kurang pasokan logistik ke Pulau Ambalau, kami akan melakukan omisi atau deviasi kapal perintis trayek lain yang ada di sana agar distribusi logistik tetap berjalan lancar sambil menunggu kapal penyeberangan KMP. Tanjung Kabat beroperasi kembali,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo.

Lebih lanjut, Dirjen Agus menegaskan pentingnya sinergi antara Pemda Ambon dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini Ditjen Perhubungan Laut untuk mengantisipasi permasalahan kekurangan kapal untuk mengangkut logistik.

“Kapal swasta dan yang dioperasikan Pemda juga harus selalu siap beroperasi dan harus ada Contingency Plan antara Pemda dan Kantor KSOP Ambon ┬ájika ada salah satu kapal yg berhenti beroperasi. Intinya, kita harus melayani masyarakat sebaik mungkin. Untuk itu, negara hadir untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi,” tutup Dirjen Agus.

Share Button

Comments

comments

Translate »