Manajemen Resiko Perselisihan Perjanjian Sewa Kapal

tanker-bumn| LAUTINDO | SHIPS | JAKARTA | Perjanjian sewa kapal adalah dokumen kontrak yang paling dasar dalam bisnis pelayaran karena perjanjian sewa kapal ini yang mengatur hubungan antara pemilik kapal dan penyewa kapal serta perjanjian sewa kapal mencakup semua persyaratan dan ketentuan seperti pengoperasian kapal dan pemuatan dan pembongkaran kargo serta pembayaran atas sewa kapal. Manajemen Resiko Perselisihan Perjanjian Sewa Kapal

Mengingat pentingnya peran perjanjian sewa kapal, maka perjanjian sewa kapal merupakan sumber utama dari sengketa yang dapat menyebabkan proses arbitrase atau litigasi dan perselisihan yang menambah biaya bisnis pelayaran dari pihak pemilik kapal dan penyewa kapal dan perselisihan pada akhirnya dapat mengurangi keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, pertanyaannya, Apakah kita harus menghindari risiko dalam pembuatan perjanjian sewa kapal?

Dalam bisnis sewa menyewa kapal perlu sekali saling mengenal karakteristik dan track record pelanggan terlebih dahulu guna mengelola risiko atas pelanggan. Karena pelayaran kapal-kapal komersial sangat kompetitif dan dengan banyaknya pemain kapal yang lebih dari 1300-an di Indonesia, maka kondisi demikian tidak mudah untuk mengetahui atau mampu mengevaluasi latar belakang pelanggan. Namun bila mempunyai banyak relasi maka hal ini bisa segera diketahui, apalagi di era digital saat ini.

Alhasil bila tidak dikelola secara sungguh-sungguh maka akan ada banyak perselisihan serius yang terkait dengan pemilik kapal atau penyewa kapal ini. Pemilik kapal diminta dan harus mampu menyediakan kapal untuk dapat melayarkan kapalnya dengan kondisi layak laut, sedangkan penyewa kapal harus mampu mengirimkan dan menyediakan muatan dan menyewa kapal dalam waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian sewa.

Setelah proses negosiasi sewa menyewa kapal, maka biasanya kedua belah pihak akan saling mengetahui dan sangat penting bagi masing-masing pihak untuk memeriksa latar belakang dan profil dari pelanggan dalam rangka untuk memastikan bahwa pelanggan serius dan mampu melakukan kewajibannya terutama melaksanakan klausul yang sesuai dengan perjanjian sewa kapal. Semua pihak bisa meminta referensi dari pihak sebelumnya untuk memastikan dan mengevaluasi.

Perjanjian sewa kapal bisa saja menjadi batal, lalu bagaimana mengelola resiko hukumnya?

Isi perjanjian sewa kapal yang tidak jelas dapat menyebabkan kebingungan kedua belah pihak dan berakibat adanya sengketa dikemudian hari. Kedua belah pihak baik pemilik kapal dan penyewa kapal harus mencermati klausul-klausul yang disampaikan dan diuji secara internal, bila perlu menggunakan lawyer yang memang telah menguasai hukum dan bentuk-bentuk perjanjian sewa kapal.

Kedua belah pihak harus dapat memastikan bahwa setiap aspek telah dievaluasi dan jelas tidak bermakna ganda, tidak menguntung atau merugikan satu pihak atas yang lain sehingga dapat membuat kesulitan atau tidak memungkinkan pihak manapun untuk melakukannya.

Selanjutnya, menurut hukum Inggris, negosiasi dari kedua belah pihak dapat berdampak hukum karena kedua belah pihak saling bertukar penawaran dan memberikan pengajuan sesuai interestnya dari semua pertukaran ini yang dituangkan dalam perjanjian sewa kapal. Untuk menghindari interpretasi sepihak maka harus selalu dibicarakan pada semua tahap negosiasi.

Pertukaran informasi harus disampaikan secara jelas dan transparan di depan dan perjanjian sewa kapal disusun untuk dapat membantu para pihak untuk berlaku damai, menghindari potensi sengketa dengan cara menghindari biaya hukum yang tidak perlu.

Kedua belah pihak fokus pada pengoperasian kapal & proses pemuatan/pembongkaran kargo dan bagaimana mengelola resiko operasi.

Menurut data laporan tahunan dari P&I club, klaim yang paling sering diajukan adalah karena penanganan kargo yang tidak tepat dan tercatat lebih dari 30% dari total klaim.

Sementara kedua belah pihak, baik pemilik kapal dan penyewa kapal biasanya memfokuskan diri pada sisi ekonomi dari masing-masing bisnisnya. Kadang-kadang pula kedua belah pihak belum memberikan dan menyampaikan factor-faktor penting lainnya dan klausul perjanjian sewa yang belum menggambarkan isu-isu seperti kondisi yang diperlukan, karakteristik kargo dan kondisinya setelah pemuatan serta periode akhir sewa (dalam kasus time charter) dan laytime/demurrage (dalam kasus voyage charter).

Sebagai contoh, muatan curah yang tercantum dalam IMDG code dapat menimbulkan beberapa masalah kecuali tata cara pemuatan mengikuti standar internasional dan ditempatkan dengan benar. Semua persyaratan tersebut dan tindakan protektifnya harus disebutkan secara jelas dalam perjanjian sewa dan harus diikuti oleh para pihak.

Upayakan membangun hubungan jangka panjang
Jika kedua belah pihak berpengalaman mengelola risiko dengan cara yang terbaik, maka hal ini sangat dianjurkan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pihak-pihak secara bijaksana dan stabil, dan memecahkan masalah yang timbul sebelum menjadi sengketa.

Tidak hanya hubungan jangka panjang dapat membantu kita dalam memecahkan masalah secara komersial, tetapi hubungan jangka panjang juga dapat membantu menstabilkan bisnis perusahaan dalam hal fluktuasi pasar dengan memperbaiki tarif angkut, mengangkut muatan dengan volume yang lebih banyak dan penyesuaian kondisi. Dalam hubungan jangka panjang, maka bisnis pelayaran jauh akan lebih efektif dan lebih menguntungkan daripada bersikap kaku dalam negosiasi.

Peran kunci dari shipbroker
Peran kunci broker dapat membantu mengelola risiko, membangun hubungan yang harmonis dan menghindari perselisihan hukum sebenarnya dapat dimainkan oleh shipbroker handal yang biasanya dapat memediasi kedua belah pihak. Bekerja-sama dengan shipbroker yang terbiasa dengan pekerjaan pelayaran dapat membantu kedua belah pihak lebih dekat dengan pihak lain dan lebih dapat mengevaluasi kinerjanya.

Shipbroker adalah orang yang juga dapat menangani negosiasi, memberikan saran atas klausul dalam draft perjanjian sewa dan perjanjian sewa final. Karena itu keterlibatan broker sangat penting agar hasil akhir adalah sukses bersama. [Sjaifuddin Thahir – Praktisi Maritim Indonesia]

Share Button

Comments

comments

Translate »