Kerjasama Maritim, Indonesia Siap Manfaatkan Teknologi Korea Selatan

Menko Luhut bersama Perdana Menteri Lee Nak-Yeon di Seoul
Menko Luhut bersama Perdana Menteri Lee Nak-Yeon di Seoul

| LAUTINDO | Maritim | Seoul, Korea Selatan | Dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan, Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan bertemu Perdana Menteri Lee Nak-Yeon, membicarakan isu-isu kemaritiman dan strategis di antara kedua negara. Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan mengatakan Indonesia siap memanfaatkan teknologi yang dimiliki Korea Selatan. “Kerjasama Maritim, Indonesia Siap Manfaatkan Teknologi Korea Selatan”.

“Anda memiliki teknologi yang bisa kami manfaatkan, kami punya bahan bakunya. Seperti baterai lithium,” demikian diucapkan Menko Luhut saat berkunjung ke kantor Perdana Menteri Lee Nak-Yeon di Seoul.

Menurut Menko Luhut bisnis ini adalah area kerja sama yang sangat cocok untuk kedua negara mengingat besarnya pasar yang ada di Indonesia dan bahan bakunya juga sudah tersedia di Indonesia.

Menko Luhut dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang bersih, bersih dari sampah plastik di laut, juga memiliki sungai yang bersih. Untuk hal ini, Menko Luhut mengajak Korea Selatan untuk menggali bersama teknologi apa saja yang bisa diciptakan untuk mengolah sampah ini.

“Kami kini sudah memulai dengan program bersih-bersih sampah dan mengolahnya menjadi tenaga listrik di delapan kota besar, Presiden menginginkan kota-kota lain juga bisa melakukan ini,” jelasnya.

Pada pertemuan ini PM Lee menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo.

“Sampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada Presiden Joko Widodo yang telah mempercayakan pembuatan alutsista kapal selam kepada Korea Selatan. Kami pastikan bahwa transfer teknologi akan dilakukan,” ujar Perdana Menteri Lee Nak-Yeon di Seoul (19/12).

Dua kapal selam dibuat di pabrik Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering(DSME), sedangkan satu kapal dibuat oleh PT PAL.  Rencananya pembuatan 9 dari 12 kapal selam yang dibutuhkan, akan dilakukan di dalam negeri sebagai bagian dari transfer teknologi. Menko Luhut mengatakan mungkin pemerintah di masa datang membutuhkan kapal selam mini.

Kepada PM Lee , Menko Luhut mengajak Korea Selatan untuk melakukan kerja sama investasi di bidang akuakultur, pariwisata, dan pengawasan garis pantai.

Dalam hubungannya dengan pariwisata, Menko Luhut mengabarkan situasi terbaru pulau Bali bahwa pulau tersebut tetap aman untuk dikunjungi karena letusan gunung Agung sudah bisa dikatakan mereda dan kalaupun terjadi letusan lagi, tidak akan terlalu mengganggu industri wisata karena radiusnya mungkin tidak lebih dari 10 kilometer.

Pada kesempatan itu, PM Lee menyampaikan kedua negara sama-sama memiliki kepala negara yang bersahaja dan dicintai rakyatnya.

“Presiden Moon Jae-in berasal dari keluarga sederhana yang tidak memiliki tradisi politik, sama dengan Presiden Jokowi dan mereka sama-sama memiliki semangat reformasi untuk negaranya. Karena itulah mereka dicintai rakyatnya. Presiden Jokowi sangat populer di sini,” ungkapnya Perdana Menteri Lee Nak-Yeon di Seoul (19/12).

Menko Luhut menceritakan bahwa saat ia masih berkarir di militer dan berpangkat Mayor, ia pernah berkunjung ke Korea Selatan yang saat itu dipimpin Presiden Park Jung hee, saat itu Mayor Luhut menyadari Korea Selatan mempunyai peran penting di wilayah Asia.

Share Button

Comments

comments

Translate »