Maritim 2020: Indonesia Adaptif dan Siap Revolusi 4.0

Unmanned Vessel for Industrial 4.0
Unmanned Vessel for Industrial 4.0

| LAUTINDO | Maritim | Menghadapi revolusi industri 4.0, sektor maritim Indonesia harus siap dan adaptif menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi agar tidak ketinggalan dari negara lain.

Pengembangan dan penggunaan vessel traffic service (VTS), pengembangan alat komunikasi pendukung industri logistik, efisiensi dan efektifitas program tol laut menjadi tantangan Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Pertumbuhan perdagangan melalui digital (ecommerce) yang sekaligus meningkatkan tingginya mobilisasi logistik di Indonesia dari barat ke tengah, juga ke timur dan sebaliknya, membutuhkan dukungan dan sarana transportasi, khususnya angkutan laut dengan pemanfaatan teknologi informasi yang mumpuni dengan kecepatan tinggi, sehingga dapat mengimbangi dan sejalan dengan pertumbuhan dan mobilisasi logistik.

Sejalan dengan permintaan dan kebutuhan mobilisasi logistik tersebut, Ditjen Perhubungan Laut sudah mengembangkan dan menerapkan Inaportnet dan Delivery Order Online di lima pelabuhan utama, yakni Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, Makassar, dan Tanjung Emas.

Secara teknologi, perlu dikembangkan kapal tanpa awak (drone), meski untuk beberapa tahun lagi dan secara bertahap. Ini harus disikapi dengan bijak oleh industri kemaritiman, termasuk teknologi informasi yang terus berkembang dengan pesat.

Mensiasati tantangan dan kebutuhan revolusi industri 4.0,  dibutuhkan sinergi dari sektor pendidikan dan sektor Industri untuk menyiapkan dan menyalurkan sumber daya manusia terampil dan berdedikasi maritim yang mampu memenuhi dan menguasai di pertumbuhan dan kebutuhan sektor maritim ber-revolusi industri 4.0.