Memperkuat Indeks Logistik

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia

| LAUTINDO | LOGISTIK | JAKARTA | Indeks Logistik memiliki banyak dimensi, dari pengukuran performa, antisipasi peluang daan juga tantangan, hingga memprediksi kinerja suatu negara. Indeks Logistik dapat menentukan besaran waktu dan biaya yang terkait dengan proses logistik di pelabuhan, bea cukai, transportasi, dan sejenisnya. “Memperkuat Indeks Logistik”.

Indeks Logistik adalah alat perbandingan interaktif yang dibuat untuk membantu negara-negara mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mereka hadapi dalam kinerja di sektor logistik dan hal apa yang bisa mereka lakukan untuk meningkatkan kinerja mereka.

Berdasarkan survei Bank Dunia (World Bank), indeks performa logistik Indonesia berada di urutan ke-63 dari 160 negara. Indonesia tertinggal dengan Singapura di urutan ke 5, Malaysia di urutan ke-32 dan Thailand ke-45.

Indeks Logistik dapat menggambarkan tingkat efisiensi dan efektivitas sektor logistik, terutama dalam pergerakan barang.

Salah satu dimensi yang perlu mendapatkan perhatian adalah infrastruktur. Infrastruktur menjadi salah satu masalah utama di Indonesia, terutama menyangkut jumlah, kapasitas, dan penyebarannya.

Meningkatkat Indeks Logistik adalah PR bersama para stake holder, yang diantaranya, adalah menggerakkan penggunaan jasa pengiriman secara meyeluruh, baik darat, mobil niaga, truk dan kereta, maupun melalui laut, dan udara.

Indonesia perlu memperbaiki efisiensi dan efektifitas proses kepabeanan dan perizinan. Salah satu kebijakan pemerintah untuk mengembangkan logistik ialah menciptakan hub logistik yang strategis dengan terus menggalakkan pembangunan pelabuhan dan pengembangan pusat logistik,ya ng tidak hanya untuk kepentingan nasional, tapi juga hub logistik regional Asia-Pasifik. Salah satu program untuk memperbaiki dan memperkuat Indeks Logistik dari Kementerian Perhubungan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan menggandeng empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggagas tol laut logistik, PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) dengan anak perusahaan PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Pelni dengan anak Perusahaan PT Pelni Logistik, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan PT Perikanan Nusantara (Perinus).

Terdapat inspirasi dunia dalam meningkatkan dan memperbaiki indeks logistik, yaitu dari negeri tirai bambu, China. China membangun, jalur sutra kereta, Silk Road China Belt, sebuah mega mimpi untuk ‘mengikat bumi ini dengan jalur kereta api China tersebut. Dengan visi dan misi ini, China akan menggerakkan jalur perdagangan dunia, mengalirkan output produksi China dan menerima input kebutuhan China, seperti bahan baku, energi dan sebagainya, dan jalur kereta api Silk Road China Belt ini, akan mendorong dan meningkatkan indeks logistik China sendiri, juga negara negara yang dilaluinya.

Comments

comments

Translate »