Mendorong dan Mengawal Pokja melaksanakan SE KKP 1/2017

kapal-cantrang
Alat Penangkap Ikan (Cantrang) yang akan berakhir penggunaannya di NKRI tanggal 30 Juni mendatang dan digantikan API Ramah Lingkungan

|Lautindo|KKP|Jakarta – Pak Sigit, salah seorang pelaku bisnis perikanan tangkap di Pontianak meminta teman-teman pengusaha ikan tangkap untuk mendorong dan mengawal agar Pokja yang akan bekerja sesuai Surat Edaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang hanya bekerja selama 6 bulan untuk mendidik para nelayan yang selama ini menangkap ikan dengan Pukat Hela, Pukat Tarik atau lebih dikenal dengan kapal Cantrang lebih cepat akrab dengan Alat Penangkap Ikan (API) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang diperkenalkan oleh KKP.

Sigit khawatir bahwa Pokja ini masih akan menunggu pembentukan, administrasi, rapat-rapat dan urusan birokrasi lainnya cukup berbelit sehingga dikhawatirkan  waktu yang tersedia selama 6 bulan tidak efektif terpakai padahal seperti ditegaskan oleh Plt. Dirjen Perikanan Tangkap, Zulficar, Tanggal 01 Juli 2017 sudah tidak akan ada lagi Alat Penangkap Ikan jenis Cantrang.

Sigit menambahkan agar jaminan Hukum benar-benar ditegakkan, yakni selama 6 bulan ke depan Nelayan terlindungi, dimana aparat kepolisian bisa jadi belum mendapat salinan SE ini, sehingga hanya berpegangan pada Keputusan Menteri tentang moratorium kapal Cantrang yang berakhir tanggal 31 Desember 2016.

Dalam pertemuan dengan media (5/1), Zulfikar telah memberikan jaminan, sehingga pihak Nelayan dan pengusaha tidak perlu khawatir. “Silahkan langsung menghubungi kami bila ada masalah.” Ujarnya didampingi sekretaris Dirjen Perikanan Tangkap dan para Direktur.

Dalam pertemuan tersebut PLT Dirjen PT menyampaikan bahwa SE tersebut terkait Jalur dan Alat Tangkap. Artinya, bukan hanya mendidik Nelayan menggunakan API yang baru (sekitar 40 jenis sesuai wilayah Penangkapan), namun juga membantu dalam hal menguruskan permodalan (mempertemukan dengan pihak bank).

Disamping itu, Dirjen juga menegaskan bahwa sosialisasi tentang relokasi tempat penangkapan ikan kepada para nelayan seperti ke Natuna dan Arafuru, menguruskan perizinan,  sebagaimana telah dilaksanakan baru baru ini di Jawa Tengah yang dipusatkan di Batang dan dihadiri oleh Gubenur Jawa Tengah.

 

 

Share Button

Comments

comments

Translate »