Mengapa Gross Tonnage Kapal Dimintakan Di Rubah?

Ships Tonnage

| LAUTINDO | PRAMARIN | JAKARTA | Ada beberapa pemilik kapal ingin mengubah Gross tonnage kapalnya dan mengajukan ke pemerintah atau pihak berwenang. Sebelum itu mari kita tengok definisi yang tepat dari Gross Tonnage (GT) kapal.

GT kapal, selama kapal tersebut masih memiliki disain yang sama atau tidak ada perubahan disain volume kapal maka GT kapal tidak bisa diubah. Kecuali dengan review ulang atas perhitungan GT kapal tersebut melalui permohonan dengan alasan yang jelas. Mengubah GT kapal tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mengubah GT kapal harus dilengkapi dengan dasar perhitungannya yang bisa dipertanggung jawabkan.

Bila GT kapal diajukan untuk direview diubah lebih besar biasanya hal ini untuk memenuhi persyaratan permintaan dari pihak yang berwenang untuk beroperasi dilintasan tersebut. Bila GT kapal diajukan untuk direview diubah lebih kecil biasanya hal ini untuk efisiensi biaya-biaya operasioal kapal dan lainnya. Misalnya untuk mengurangi jumlah ABK yang harus dipekerjakan dalam kapal itu.

Tidak disadari bahwa GT kapal semakin besar maka peraturan dan persyaratan keselamatan kapal juga semakin komplek pula, biaya pendaftaran dan pajak kapal kepada flag stage (pemerintah) dimana kapal didaftarkan juga semakin besar, biaya-biaya pelabuhan yang harus dikeluarkan oleh pemilik kapal juga semakin besar, begitu pula sebaliknya.

Sebagaimana diketahui, bahwa Gross Tonnage kapal adalah ukuran volume di bagian dalam kapal, termasuk semua lokasi di dalam kapal mulai dari lunas kapal sampai ke cerobong kapal dan dari haluan kapal sampai ke buritan kapal bisa diukur menjadi gross tonnage kapal. bagi pengusaha kapal yang hendak mengajukan review terhadap kapalnya harus dapat menghitung volume bagian dalam kapal yang dipergunakan untuk mengangkut muatan.

Lalu bagaimana cara menghitung tonnage kapal. Cara yang paling mudah untuk menghitung tonase kotor kapal sebenarnya dituangkan dalam suatu konvensi internasional tentang Pengukuran Tonnage Kapal (International Convention on Tonnage Measurement of Ships).

Pengukuran total volume bagian interior kapal biasanya dibuat dalam satuan meter kubik kemudian dikalikan dengan faktor kedua yang ditentukan berdasarkan volume kapal itu sendiri.

  • Rumusnya sederhananya:
  • K = 0.2 + 0.02 x log10V
  • Gross Tonnage (GT) = K x V
  • Dimana V adalah Volume bagian interior kapal dalam satuan meter kubik

Maksud dari penentuan Gross Tonnage sebenarnya dipergunakan untuk menentukan berapa jumlah ABK yang harus dikaryakan dalam kapal itu, semakin besar GT maka semakin banyak ABK yang dapat dikaryakan. GT juga untuk menentukan peraturan dan persyaratan keselamatan apa saja dimana kapal wajib memenuhi. GT juga bisa menentukan besarnya biaya pendaftaran dan pajak kapal kepada flag stage (pemerintah) dimana kapal didaftarkan. GT juga bisa menentukan berapa besarnya biaya-biaya pelabuhan yang harus dikelauarkan oleh pemilik kapal. Secara prinsip, GT adalah standar yang paling sering dipergunakan untuk mendefinisikan kapal.

Karena kapal terlibat dalam proses pengangkutan dan trasportasi muatan dan komoditi maka kapal diberi nilai dan dinilai dengan jumlah muatan maksimum yang dapat dimasukkan ke dalam setiap sudut-sudut di dalam kapal. Sebagian masyarakat maritime masih melihat dan beranggapan istilah tonase bahwa GT itu ukuran berat kapal. Ini adalah anggapan yang kurang tepat. Tapi tidaklah kita ketahui bahwa tonase kotor (GT) berdasarkan rumusnya jelas-jelas merupakan ukuran volume kapal untuk mengetahui jumlah potensi muatan yang bisa dimasukkan ke dalam setiap ruang muatan dalam kapal. [Ir. Sjaifuddin Thahir,MSc. – Ketum PRAMARIN]]

Share Button

Comments

comments

Translate »