NYARIS 150.800 EKOR LOBSTER LOLOS DISELUDUPKAN KE SINGAPURA

Susi Pujiastuti menteri KKP dalam jumpa pers di Gedung Mina I
Menteri Kelautan dan Perikanan dalam jumpa pers tentang usaha penggagalan penyeludupan Lobster ke Singapura

Lautindo | Dharma Hutauruk | Jakarta | Vietnam sudah sejak 15 tahun lalu mengembangkan budi daya lobster, dan setiap tahun membutuhkan lebih banyak pasokan dari Nelayan Indonesia, khusus nya dari Bali, Lombok dan Sumbawa yang stoknya berlimpah.

Dengan terbitnya PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1/PERMEN-KP/2015 yang melarang menangkap dan mengekspor Lobster yang sedang mengandung dan atau beratnya di bawah 200 gram, maka penyeludupan tentu semakin marak karena harga benih pun naik dari Rp.20.000 per ekornya menjadi Rp.60.000. Demikian penjelasana Wajan Sudja kepada Lautindo terkait penggagalan penyelundupan 150.800 ekor baby lobster oleh tim Badan Karantina KKP bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, sebagaimana diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan kepada media tanggal 27 Mei lalu.
Sebanyak 64 boks yang didaftarkan oleh sebuah perusahaan ekspor sebagai ikan selar segar dengan tujuan Singapur telah diperiksa oleh petugas Balai Besar Karantina Jakarta 1 bersama petugas Bea Cukai disertai pemilik kapal. Ternyata dijumpai 54 boks yang masing masing berisi 9 kantong berisi lobster kecil. Jumlah lobster yang berada di 479 kantong tersebut berjumlah 150.800 ekor. Sebuah jumlah yang luar biasa banyak. NYARIS 150.800 EKOR LOBSTER LOLOS DISELUDUPKAN KE SINGAPURA.
Menurut Susi Pujiastuti, kecenderungan penyelundupan ini benar karena ekspor lobster berukuran dibawah 200 gram dilarang berdasarkan peraturan Menteri. Sebab bila benih lobster dan baby lobster ini dibiarkan terus dikirim dan kemudian dibudidayakan di negeri asing seperti Vietnam, maka lobster yang menjadi salah satu makanan pavorit dunia akan semakin kurang mengenal Indonesia sebagai penghasil Lobster. Demikian pula keuntungan yang diperoleh oleh Nelayan dan Pengusaha Indonesia akan sangat kecil. NYARIS 150.800 EKOR LOBSTER LOLOS DISELUDUPKAN KE SINGAPURA.
Lobster (Panulirus spp.)
Lobster (Panulirus spp.)
Mengingat lonjakan harga sebagaimana disampaikan oleh Wajan Sudja, maka perhatian dan kerja sama antara Balai Karantina dan Bea Cukai di setiap Bandara dan Pelabuhan sangat perlu disiagakan, karena tidak tertutup kemungkinan bandara di luar Soeta pun akan digunakan.
Perlu diketahui, bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan pun sudah sangat membatasi lalu lintas kapal-kapal Asing memasuki perairan laut Indonesia untuk membeli ikan langsung dari Masyarakat pembudidaya Lobster. Kapal-kapal Asing ini hanya bisa membeli ikan di pelabuhan tertentu, dan bila merapat di satu pelabuhan, tidak boleh lagi berangkat dan membeli ikan ke pelabuhan berikutnya.
“Solusi atas Permen NOMOR 1/PERMEN-KP/2015 ini sebaiknya KKP mengembangkan Teknologi Budidaya Lobster dengan benih tangkapan nelayan dan menyebar luaskan kepada warga di pesisir” Pungkas Wajan. Ketika ditanyakan apakah perlu kerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk perbaikan teknologi ini, Wajan menyarankan Balitbang KKP saja karena badan ini sangat berpengalaman untuk hal ini.
Share Button

Comments

comments

Translate »