Pelabuhan Patimban Untuk Tingkatkan Efisiensi Transportasi dan Perekonomian

Deputi Ridwan memastikan Rencana Pembangunan Fase I Pelabuhan Patimban
Deputi Ridwan memastikan Rencana dan Persiapan Pembangunan Fase I Pelabuhan Patimban

| LAUTINDO | Maritim | Subang | Fase I pembangunan Pelabuhan Patimban ditargetkat oleh Pemerintah dapat dimulai pada Bulan Maret tahun 2018. Untuk mengecek kesiapan pelaksanaannya sesuai rencana, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin melakukan kunjungan langsung ke lokasi pelabuhan di wilayah Kabupaten Subang (17/1).  “Pelabuhan Patimban Untuk Tingkatkan Efisiensi Transportasi dan Perekonomian”.

Deputi Ridwan didampingi oleh Bupati Subang Imas Aryumningsih, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Pelabuhan Patimban Anwar dan Camat Pusakanagara Ela Nurlaela, langsung melakukan cek ricek dan koordinasi di lokasi untuk memastikan rencana dan persiapan pembangunan Fase I dapat terlaksana.

“Kita ingin melihat apakah proses pembebasan lahan masih ada masalah atau tidak, serta persiapan-persiapan yang lain,” ujar Deputi Ridwan tentang tujuan kedatangannya ke lokasi pelabuhan yang direncanakan akan menjadi pelabuhan internasional tersebut.

Khusus untuk Investor Jepang, Deputi Ridwan mengatakan harapannya agar investor Jepang dapat menyaksikan kesiapan pemerintah daerah serta masyarakat terhadap rencana pembangunan pelabuhan Patimban.

“Secara umum ada dua isu yang menjadi kendala terbesar dalam pembangunan infrastruktur yakni pembebasan tanah dan kesesuaian tata ruang, hal ini semua sudah tidak ada masalah,” ujar Deputi Ridwan dengan yakin.

Dengan semua kesiapan tersebut, Deputi Ridwan berharap agar dibangunnya Pelabuhan Patimban dapat meningkatkan ekonomi nasional, khususnya karena Pelabuhan Patimban dekat dengan koridor Jabodetabek – Karawang – Purwakarta yang menggerakkan 60-65% perekonomian nasional.

“Saya rasa dengan pembangunan Pelabuhan Patimban, ekonomi masyarakat akan ikut meningkat,” pungkas Deputi Ridwan

Ditempat yang sama, Bupati Subang Imas Aryumningsih mengatakan bahwa pihaknya sudah merevisi rencana tata ruang dan wilayah untuk menyesuaikan dengan kawasan pelabuhan. “Kami siapkan lahan 10 hektar untuk kawasan penyangga Pelabuhan Patimban,” tambah Bupati Imas.

Demikian pula dengan proses pembebasan tanah. “Relatif tidak ada masalah, hanya tinggal proses appraisal nya untuk menentukan harga tanah dan bangunan milik penduduk,” tuturnya.

Untuk menghindari munculnya konflik, Pemkab Subang mengupayakan lahan teknis untuk pertanian tidak masuk rencana tata ruang bagi kawasan industri.

“Jadi tidak ada isu konversi lahan pertanian karena kami ingin mempertahankan kemampuan Kabupaten Subang dalam hal ketahanan pangan yang memegang posisi ketiga setelah Kerawang dan Indramayu,” tegas Bupati Imas.

Kepala Satker Pembangunan Pelabuhan Patimban Anwar mengemukakan rencananya terhadap Pelabuhan Patimban yang akan digunakan untuk menunjang industri di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Dengan dibangunnya Pelabuhan Patimban, maka pengguna jasa dapat memiliki dua opsi outlet untuk mengirimkan hasil produksinya selain Pelabuhan Tanjung Priok,” urai Kepala Satker Anwar.

Sesuai masterplan yang dirancang oleh Kementerian Perhubungan, pada fase 1 rencana pembangunan Pelabuhan Patimban akan dibangun terminal peti kemas seluas 430 x 300 meter dari total panjang dermaga 4.320 meter, dengan lapangan peti kemas memiliki luas 35 hektar dengan kapasitas 250.000 TEUS dari total 7,5 juta TEUS

Share Button

Comments

comments

Translate »