PENGINGAT: Larangan Truck Jelang Libur Lebaran

Pelarangan Truck Jelang Libur Lebaran
Larangan Truck Jelang Libur Lebaran

|Lautindo|Aprindo|Jakarta| – Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan SE NOMOR 22 TAHUN 2016 Tentang Pengaturan Lalu Lintas, Larangan Pengoperasian Barang, Dan Penutupan Jembatan Timbang Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2016 / 1437H. Effektif Larangan angkutan barang menjadi H-5 hingga H+3 (10 Hari) dari Tanggal 1 Juni s/d 10 Juni. Larangan ini persis seperti tahun lalu 2015 dan bertambah dari tahun sebelumnya lagi H-4 sd H+1 (5 Hari) 2014. Menurut penilaian para pelaku Transportasi di Indonesia, hal ini merupakan sebuah kemunduran, karena berarti urat nadi perekonomian di tutup selama itu. Pemerintah khsusnya kementerian Perhubungan seyogyanya tahu larangan truk dan akibat akibat yang ditimbulkannya. Pelabuhan, Pabrik, Distributor, Perkebunan, dan semua sektor ekonomi akan menjadi mandek. Adalah kotra produktif di tengah semakin sengitnya persaingan global kita malah melarang aktifitas ekonomi berjalan dan yang jelas keterlambatan barang-barang impor sampai ditujuan tentu saja meningkatkan image negatif terhadap bisnis transportasi kita di mata asing. Pelarangan Truck Jelang Libur Lebaran.

Beberapa poin yang perlu dicermati dari SE tersebut adalah :

  1. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas pada masa angkutan Lebaran tahun 2016 / 1437H, mulai tanggal 1 Juli 2016 (H-5) pukul 00.00 WIB s.d 10 Juli 2016 (H+3) pukul 24.00 WIB, kendaraan angkutan barang dilarang beroperasi.
  2. Larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang di jalan Nasional (jalan tol dan non tol) serta jalur wisata di 14 (empat belas) Provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
  3. Larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang yang dimaksud adalah kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan (truk tempelan), kereta gandengan (truk gandengan), serta kendaraan kontainer dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari 2 (dua), dan berlaku mulai tanggal 1 Juli 2016 sampai 10 juli 2016.

Jika kita telusuri lebih lanjut sebenarnya rapor dari Kementrian Perhubungan itu ya waktu lebaran ini! Ketika angka kecelakaan meningkat maka Kemenhub mendapatkan rapor jelek demikian sebaliknya. Tetapi bukan berarti menutup jalur untuk truk kemudian serta merta angka kecelakaan menurun.
Pada Tahun 2012 terjadi 5013 Angka kecelakaan dan 869 orang meninggal dunia 70% adalah pengendara motor. (Majalah Tempo)
Pada Tahun 2013 terdapat 5150 KEcelakaan dan 686 Meninggal dan 3875 kecelakaan itu adalah sepeda motor (75%) Motor (Harian Kompas)
Pada Tahun 2014 terjadi 3815 kecelakaan dan 515 mwninggal 2246 adalah motor (60%) (berbagai sumber). Pada Tahun 2015 terjadi 2346 kejadian dan 497 meninggal 70% adalah motor (Beritatrans)

Sejak era Presiden Jokowi khususnya kinerja Kementerian Perhubungan perlu kita acungi jempol dalam mengurangi angka kecelakaan terbukti di tahun 2015 angka kecelakaan menurun. Kita harap di tahun 2016 juga demikian agar nyawa sodara2 kita tidak mati sia sia di jalan. Jika kita perhatikan angka kecelakaan terbesar tetap terletak di pengedara sepeda motor bukan Truk, terbukti prosentase kecelakaan oleh motor meningkat walaupun Truk dilarang melintas lebih lama di 2015. Pemerintah sebaiknya fokus pada cara cara bagaimana untuk mengurangi angka kecelakaan bagi para pengendara Sepeda motor ini. Dimana peranan Truck dalam kecelakaan-kecelakaan ini? Mungkin hanya dalam hal kepadatan jalan saja.

Ketika kita menghentikan urat nadi ekonomi beberapa hal terjadi pertama Capital cost akan naik sebagai contoh pabrik2 yang telah menginvestasikan Triliunan rupiah tidak bisa beroperasi, Stock level harus dinaikkan untuk meng cover 10 hari akibatnya storage cost naik, inventory holding cost naik, Inventory cost juga naik demikian pula cost cost lain di dalamnya. Kemudian Resiko juga meningkat dan Kelangkaan stock sangat mungkin terjadi. Kemudian kita masih bertanya kenapa harga harga barang naik ya menjelang lebaran? Awalnya kita cukup lega ketika di Draft SE ini diperbolehkan melintas H-1 sd H+1 ketika jalanan sepi. Dengan diperbolehkan melintas di hari ini kita tidak perlu menyediakan stock selama 10 hari melainkan hanya 4 hari saja.

Lebaran adalah Tradisi dimana masyarakat Indonesia bertemu dengan keluarga. Dari semua pelosok mudik untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta. Saat lebaran juga tidak hanya sembako yang dibeli tapi juga motor, mobil, tivi, kulkas, dsb. Tentunya dengan pembatasan logistik barang selain kebutuhan pokok juga akan mengalami peningkatan harga. Lebaran juga merupakan momen untuk membuktikan ke keluarga besar bahwa mereka sukses di perantauan. Jadi mudik menggunakan motor dan mobil itu sudah kemungkinan susah untuk dihindari. Pegendara2 baru ini lah yang kadang berkontribusi ke kecelakaan selama lebaran. Jarang atau tidak pernah mengendarai sepeda motor / mobil jarak jauh akibatnya kecelakaan. Pemerintah seyogyanya terus menerus memberikan edukasi dan meingkatkan kenyamanan berkendara dengan menyiapkan lebih banyak lagi rest area rest area selama lebaran. Larangan truk itu tidak ada di negara lain bahkan di negara dengan pemudik terbesar di dunia seperti China jelang imlek, Truk tetap bisa melintas. Kesadaran pemerintah kita untuk itu memang masih rendah.

trucks

Harga barang naik itu ada beberapa faktor pertama pada saat lebaran ini semua akan mengalami kenaikan biaya untuk merayakannya. Lebaran ini adalah liburan yang mahal. Selain banyak barang yang harus ditunjukkan ke keluarga besar bahwa kita sukses di perantauan, dari segi Pengusaha juga ada kenaikan biaya berupa THR yang harus dibayarkan ke Pegawainya. Jadi kenaikan harga lebaran ini dikontribusikan oleh banyak hal salah satunya pengusaha berusaha menarik pendapatan lebih untuk bayar cost yang naik. Karena itu penting sekali untuk tidak menambah cost cost agar inflasi tidak semakin tinggi.

Di dalam SK ini ada beberapa tipe kendaraan yang dikecualikan seperti Truk dengan sumbu 2 ini berarti:
kendaraan jenis Colt Diesel Engkel, Colt Diesel Double dam Fuso masih diijinkan melintas.
Barang Expor dan Impor pelabuhan yang diangkut oleh truk trailer yang notabene sumbunya lebih dari 2 juga boleh melintas
Dalam prakteknya oleh para Aparat Penegak Hukum semua jenis Truk itu dilarang melintas. Kita harap ada sosialisasi dari Kemenhub khususnya ke Aparat penegak hukum akan hal ini. Karena di beberapa wilayah Trailer Expor Impor tidak boleh melintas kecuali bayar dispensasi! Kemudian kurangnya pengetahuan tetang sumbu truk sehingga Truk sumbu 2 tetap dipermasalahkan.

Di tahun berikutnya kita mendesak agar cepat dipetakan jalur distribusi logistik pada saat Lebaran sehingga tidak ada lagi larangan truk untuk beroperasi pada saat ini. Dengan adanya jalur ini Mobil bisa melintasi Jalurnya, Motor bisa melintas dan Truk juga bisa melintas sehingga harga2 diharapkan tidak perlu naik menjelang lebaran. Seperti di pelarangan akhir tahun kemarin, mendengar kata larangan saja bawang jadi naik! lebih baik biarkan melintas toh siapa yang kerja? Lagipula Libur adalah hak pribadi masing2 demikian juga kerja. [Kyatmaja Lookman]

Share Button

Comments

comments

Translate »