2019, Pelindo I Butuh Pendanaan 4,9T

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia

| LAUTINDO | Pelabuhan | Jakarta | PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I membutuhkan pendanaan sekitar 4,9 triliun rupiah di 2019 untuk pengerjaan proyek yang ditugaskan pemerintah, yang diantaranya untuk pengembangan terminal pelabuhan di kawasan industri hingga kawasan ekonomi khusus (KEK). “2019, Pelindo I Butuh Pendanaan 4,9T”.

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eko Cahyana menjelaskan, dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAP) 2019 perusahaan induk, Pelindo I butuh investasi Rp3 triliun. Selebihnya untuk kebutuhan investasi anak usaha.
“Jadi tahun depan investasi Pelindo I dan anak usaha hampir Rp7 triliun, kira-kira loan-nya (pinjamannya) 70% atau sekitar 4,9 triliun,” ujar Bambang Eko Cahyana, di Jakarta.
Pelindo I memiliki beberapa proyek yang ditugaskan pemerintah di antaranya pengembangan terminal pelabuhan tahap II di Kawasan Industri Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Proyek strategis nasional (PSN) ini membutuhkan 11 triliun untuk dua tahun pengerjaan pada 2018-2019.
 
Selain itu, terdapat juga penugasan pengembangan Terminal Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau. Nilai proyek ini diperkirakan mencapai USD300 juta atau sekitar 4,5 triliun rupiah.
“Pelindo I juga jadi konsorsium BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk membangun KEK Lhokseumawe, Aceh, porsinya 15%,” kata Bambang Eko Cahyana.
Adapun Pelindo I baru saja mendapatkan suntikan dana dari kredit sindikasi tiga bank BUMN, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI senilai Rp1,3 triliun. Fasilitas kredit sindikasi ini berjangka waktu 7 tahun.
 
Dana kredit yang diterima akan digunakan untuk penataan Pelabuhan Belawan, perkuatan dermaga petikemas di Pelabuhan Perawang di Pekanbaru, perpanjangan dermaga di Pelabuhan Dumai, pembangunan dermaga Pelabuhan Sei Kolak Kijang di Tanjung Pinang, dan penataan Pelabuhan Malahayati.
 
Selain itu, juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pelabuhan penumpang di terminal penumpang Sibolga, pembangunan terminal penumpang baru di Pelabuhan Sei Kolak Kijang, pengoperasian pelabuhan penumpang internasional dan domestik Tanjung Balai Karimun di Tanjung Penagak.
 
Di sisi lain, anak usaha Pelindo I yakni PT Prima Multi Terminal juga mendapat kredit investasi dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp479 miliar. Pendanaan ini untuk membiayai pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung.
 
“Kuala tanjung saat ini pembangunan fisik sudah 99,5%,” pungkas Bambang.
Share Button

Comments

comments

Translate »